Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Nyeri Tumit Saat Berjalan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 15 Juni 2026

Nyeri tumit saat berjalan adalah keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman, terutama saat harus berdiri atau berjalan dalam waktu lama.
Dalam banyak kasus, nyeri tumit kaki saat berjalan bisa disebabkan oleh penggunaan kaki yang berlebihan atau masalah pada jaringan di sekitar tumit. Namun, ada juga kondisi medis tertentu yang dapat menjadi penyebab nyeri tumit yang lebih serius.
Jika dibiarkan, tumit terasa nyeri saat berjalan dapat mengganggu mobilitas dan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya.
Apa Itu Nyeri Tumit?

Nyeri tumit adalah rasa sakit yang muncul di bagian bawah atau belakang tumit kaki. Kondisi ini biasanya terasa saat beban tubuh bertumpu pada tumit, misalnya ketika berdiri, berjalan, atau berlari.
Nyeri ini bisa muncul secara bertahap atau tiba-tiba, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada sebagian orang, keluhan ini hanya ringan, tetapi pada kasus lain bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Melansir Cleveland Clinic, nyeri tumit atau heel pain sering kali berkaitan dengan peradangan jaringan lunak di kaki seperti plantar fascia atau tendon Achilles di bagian belakang tumit.
Nyeri tumit biasanya terasa lebih jelas pada pagi hari saat langkah pertama setelah bangun tidur, atau setelah duduk dalam waktu lama. Pada beberapa kasus, rasa sakit dapat digambarkan seperti tertusuk atau seperti ditarik di area tumit.
Penyebab Nyeri Tumit Saat Berjalan
Tumit terasa nyeri saat berjalan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang melibatkan jaringan lunak, tendon, hingga struktur tulang pada kaki. Umumnya, kondisi ini terjadi karena adanya peradangan, tekanan berulang, atau gangguan biomekanik pada telapak kaki.
Berikut beberapa penyebab nyeri tumit yang paling sering ditemukan:
1. Plantar Fasciitis (Penyebab Utama)
Plantar fasciitis adalah penyebab paling umum (80%) dari nyeri tumit saat berjalan. Kondisi ini terjadi ketika plantar fascia, yaitu jaringan ikat di telapak kaki yang menghubungkan tumit ke jari kaki, mengalami peradangan akibat peregangan berlebihan.
Kondisi ini sering menyebabkan tumit terasa nyeri saat berjalan, terutama saat langkah pertama di pagi hari atau setelah duduk lama.
Menurut studi dalam Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, plantar fasciitis merupakan salah satu penyebab paling umum dari heel pain pada orang dewasa dan berkaitan erat dengan beban berulang pada struktur kaki.
2. Heel Spur (Taji Tumit)
Heel spur adalah pertumbuhan tulang kecil di bagian bawah tumit yang terbentuk akibat tekanan jangka panjang.
Kondisi ini sering muncul bersamaan dengan plantar fasciitis. Pada beberapa kasus, taji tumit dapat memperparah nyeri tumit kaki saat berjalan, terutama ketika seseorang banyak berdiri atau berjalan dalam waktu lama.
3. Achilles Tendinitis
Achilles tendinitis adalah peradangan pada tendon Achilles yang menghubungkan otot betis ke tumit.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat aktivitas berulang seperti berlari atau lonjakan aktivitas fisik secara tiba-tiba. Nyeri umumnya terasa di bagian belakang tumit dan dapat semakin terasa saat berjalan atau menaiki tangga.
4. Overuse atau Aktivitas Berlebihan
Penggunaan kaki secara berlebihan menjadi salah satu penyebab umum nyeri tumit saat berjalan.
Aktivitas seperti berdiri terlalu lama, berjalan jauh, atau olahraga intensitas tinggi dapat meningkatkan tekanan pada tumit dan menyebabkan peradangan ringan hingga sedang.
Kondisi ini sering dialami oleh pekerja dengan mobilitas tinggi maupun atlet yang tidak memberi waktu pemulihan yang cukup pada kaki.
5. Struktur Kaki Tidak Normal (Biomekanik Kaki)
Kelainan struktur kaki seperti flat feet (kaki datar) atau high arch (lengkungan kaki terlalu tinggi) dapat menyebabkan distribusi beban tidak seimbang pada telapak kaki.
Menurut studi dalam Gait & Posture Journal, variasi struktur kaki seperti flat feet atau high arch dapat memengaruhi distribusi tekanan pada telapak kaki.
Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan tekanan di area tumit dan berhubungan dengan perkembangan nyeri tumit saat berjalan secara kronis.
6. Faktor Tambahan yang Memperburuk Nyeri Tumit
Selain penyebab utama di atas, terdapat beberapa faktor yang dapat memperparah kondisi nyeri tumit, seperti:
-
Penggunaan alas kaki yang tidak memiliki bantalan yang baik
-
Sepatu terlalu keras atau datar tanpa support
-
Berat badan berlebih (obesitas) yang meningkatkan tekanan pada tumit
-
Peradangan jaringan sekitar tumit seperti bursitis
-
Ketegangan otot betis yang tidak seimbang
Faktor-faktor ini dapat membuat penyebab nyeri tumit menjadi lebih mudah kambuh dan terasa lebih intens saat berjalan.
Faktor Risiko Nyeri Tumit Saat Berjalan
Nyeri tumit saat berjalan tidak hanya disebabkan oleh satu kondisi tertentu, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan pada tumit.
Berikut beberapa faktor risiko nyeri tumit kaki saat berjalan yang perlu diperhatikan:
-
Usia yang semakin bertambah: Seiring bertambahnya usia, bantalan lemak di tumit menipis sehingga kemampuan kaki dalam meredam tekanan berkurang.
-
Berat badan berlebih (obesitas): Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada tumit saat berjalan sehingga risiko nyeri menjadi lebih tinggi.
-
Penggunaan alas kaki yang tidak tepat: Sepatu tanpa bantalan atau support yang baik dapat membuat tekanan pada telapak kaki tidak merata dan memicu nyeri tumit.
-
Aktivitas berdiri atau berjalan terlalu lama: Kebiasaan berdiri lama atau berjalan jauh memberikan tekanan berulang pada tumit yang dapat memicu peradangan.
-
Aktivitas olahraga intensitas tinggi: Lari, lompat, atau olahraga berdampak tinggi dapat meningkatkan risiko cedera pada struktur tumit jika tidak dilakukan dengan teknik yang tepat.
-
Kelainan bentuk kaki (flat feet atau high arch): Struktur kaki yang tidak normal dapat mengganggu distribusi beban sehingga tumit menerima tekanan berlebih.
-
Kurangnya fleksibilitas otot betis dan telapak kaki: Otot yang kaku dapat meningkatkan tarikan pada jaringan di sekitar tumit dan memicu rasa nyeri saat berjalan.
-
Riwayat cedera kaki sebelumnya: Cedera lama pada kaki dapat membuat area tumit lebih sensitif dan rentan mengalami nyeri berulang.
Gejala Nyeri Tumit Saat Berjalan
Gejala nyeri tumit kaki saat berjalan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, di antaranya:
1. Nyeri Tajam atau Seperti Tertusuk
Nyeri biasanya terasa di bagian bawah tumit dan digambarkan seperti sensasi tertusuk atau ditarik.
Keluhan ini sering kali paling terasa saat pertama kali melangkah di pagi hari setelah bangun tidur.
2. Kaku pada Tumit di Pagi Hari
Tumit dapat terasa kaku dan sulit digerakkan saat awal bangun tidur atau setelah lama duduk. Kondisi ini membuat langkah pertama terasa tidak nyaman dan kadang menyakitkan.
3. Nyeri yang Membaik Lalu Kambuh Kembali
Pada beberapa orang, nyeri tumit saat berjalan bisa sedikit berkurang setelah kaki mulai bergerak.
Namun, rasa sakit biasanya akan muncul kembali setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas berjalan intensif.
4. Pembengkakan atau Rasa Hangat di Tumit
Area tumit dapat tampak sedikit bengkak dan terasa hangat saat disentuh. Kondisi ini biasanya menandakan adanya peradangan pada jaringan di sekitar tumit.
5. Kesulitan Berjalan atau Menapak
Pada kondisi yang lebih parah, nyeri tumit dapat mengganggu kemampuan berjalan. Penderita mungkin menghindari menapak penuh pada tumit untuk mengurangi rasa sakit.
Pengobatan Nyeri Tumit Kaki

Lantas, bagaimana cara menghilangkan rasa sakit di tumit kaki?
Pengobatan nyeri tumit kaki saat berjalan umumnya bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan rasa sakit, serta memperbaiki fungsi kaki agar bisa kembali beraktivitas dengan normal.
Penanganannya bisa dilakukan mulai dari perawatan mandiri hingga tindakan medis, tergantung tingkat keparahan gejala.
1. Istirahat dan Mengurangi Aktivitas Berat
Mengistirahatkan kaki adalah langkah awal yang penting untuk mengurangi tekanan pada tumit.
Mengurangi aktivitas seperti berdiri lama, berjalan jauh, atau olahraga intensitas tinggi dapat membantu mempercepat pemulihan.
2. Kompres Dingin pada Area Tumit
Kompres es dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri pada tumit.
Biasanya dilakukan selama 10–15 menit beberapa kali sehari, terutama setelah aktivitas yang membebani kaki.
3. Penggunaan Alas Kaki yang Tepat
Menggunakan sepatu dengan bantalan yang baik dan dukungan lengkungan kaki (arch support) dapat membantu mengurangi tekanan pada tumit saat berjalan.
Alas kaki yang tepat juga membantu distribusi beban tubuh menjadi lebih seimbang sehingga nyeri tidak semakin parah.
4. Menjaga Aktivitas Tetap Ringan dan Terukur
Saat nyeri mulai membaik, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Menghindari peningkatan beban aktivitas secara tiba-tiba dapat membantu mencegah nyeri tumit kaki saat berjalan kambuh kembali.
5. Evaluasi Medis Jika Nyeri Tidak Membaik
Jika nyeri tumit tidak membaik dalam beberapa minggu atau justru semakin mengganggu aktivitas, sebaiknya dilakukan pemeriksaan ke dokter.
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah terdapat kondisi seperti peradangan jaringan, gangguan tendon, atau masalah struktur kaki yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Cara Mencegah Nyeri Tumit Saat Berjalan
Pencegahan nyeri tumit saat berjalan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan kaki, mengurangi tekanan berlebih, serta membiasakan pola aktivitas yang lebih aman untuk struktur tumit.
Langkah ini penting untuk mencegah kondisi kambuh atau berkembang menjadi lebih parah.
1. Menggunakan Alas Kaki yang Tepat
Menggunakan sepatu dengan bantalan yang baik dan memiliki arch support dapat membantu mengurangi tekanan pada tumit.
Hindari penggunaan sepatu yang terlalu keras, datar, atau tidak sesuai dengan bentuk kaki.
2. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang terkontrol dapat mengurangi beban yang diterima oleh tumit saat berjalan.
Hal ini membantu menurunkan risiko nyeri tumit kaki saat berjalan akibat tekanan berlebih.
3. Melakukan Pemanasan Sebelum Aktivitas
Pemanasan sebelum olahraga atau aktivitas berat dapat membantu mengurangi risiko cedera pada jaringan tumit.
Otot dan tendon yang lebih fleksibel akan lebih siap menerima tekanan saat bergerak.
4. Menghindari Berdiri atau Berjalan Terlalu Lama
Memberikan waktu istirahat pada kaki dapat mencegah tekanan berulang yang memicu peradangan.
Jika pekerjaan mengharuskan berdiri lama, usahakan untuk sesekali duduk atau mengubah posisi.
5. Melakukan Peregangan Kaki Secara Rutin
Peregangan pada otot betis dan telapak kaki dapat membantu menjaga fleksibilitas jaringan di sekitar tumit.
Kebiasaan ini juga dapat mengurangi risiko kekakuan yang sering menjadi pemicu nyeri.
6. Mengatur Intensitas Aktivitas Fisik
Peningkatan aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari beban mendadak pada tumit.
Hal ini penting terutama bagi yang baru memulai program olahraga atau kembali beraktivitas setelah lama tidak latihan.
Kapan Harus ke Dokter?
Nyeri tumit saat berjalan umumnya dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana. Namun, pada beberapa kondisi, keluhan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan yang lebih serius pada jaringan tumit atau struktur kaki.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah nyeri berkembang menjadi kondisi kronis yang dapat mengganggu mobilitas, seperti plantar fasciitis berat atau gangguan tendon Achilles.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri tumit kaki saat berjalan yang tidak membaik setelah beberapa minggu, semakin parah, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan penuh kasih dan profesionalitas, Tzu Chi Hospital PIK menghadirkan fasilitas medis modern serta tim dokter spesialis ortopedi yang siap membantu menangani keluhan nyeri tumit dengan pendekatan yang menyeluruh dan humanis.
Pemeriksaan melalui layanan Medical Check Up (MCU) juga dapat membantu mendeteksi masalah pada sistem muskuloskeletal sejak dini, termasuk gangguan pada kaki dan tumit.
Tzu Chi Hospital berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi semua pasien, baik melalui BPJS, asuransi, maupun pasien mandiri.
Jika Anda memiliki keluhan nyeri tumit saat berjalan atau ingin melakukan konsultasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk kemudahan pendaftaran dan informasi konsultasi.
Tim kami siap mendampingi Anda menjaga kesehatan dengan pelayanan medis profesional dan penuh kasih.
Referensi
Cleveland Clinic. (n.d.). Heel Pain: Causes, Diagnosis & Treatment.
Kuo, M. Y., Hong, S. W., Leu, T. H., Kuo, C. C., Lu, T. W., & Wang, J. H. (2017). Kinematic strategies for obstacle-crossing in patients with isolated posterior cruciate ligament deficiency. Gait & Posture, 57, 21-27. https://doi.org/10.1016/j.gaitpost.2017.05.008
Martin, R. L., Chimenti, R., Cuddeford, T., Houck, J., Matheson, J. W., McDonough, C. M., ... & Carcia, C. R. (2018). Achilles pain, stiffness, and muscle power deficits: midportion Achilles tendinopathy revision 2018: clinical practice guidelines linked to the International Classification of Functioning, Disability and Health From the Orthopaedic Section of the American Physical Therapy Association. Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, 48(5), A1-A38. https://www.jospt.org/doi/10.2519/jospt.2018.0302
Topik





