Tindakan Medis & Terapi

Pertolongan Pertama Luka Bakar yang Benar Menurut Dr. Caroline Dewi

logo author

Ditulis Oleh

Admin20 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan efek lanjutan dari ringan sampai berat. Luka bakar ini mudah sekali terjadi di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar. Contohnya seperti tersiram air panas, terkena minyak goreng, paparan uap panas, hingga kontak dengan api atau permukaan panas. Luka bakar ini dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Sayangnya, banyak mitos salah yang beredar di masyarakat terkait penanganan awal luka bakar, seperti mengoleskan pasta gigi, mentega, kopi, atau minyak.

Baca Juga: Sering Lupa Minum Air? Ini Dampaknya bagi Tubuh dalam Hitungan Jam

Menurut Dr. Caroline Dewi, Sp.BP-RE, dengan pertolongan pertama yang benar dapat meringankan kondisi luka, menurunkan risiko infeksi, dan mempercepat proses penyembuhan. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai pertolongan pertama luka bakar bagi kita orang awam, sangat penting agar kerusakan jaringan dapat diminimalkan efek lanjutan sejak awal.

Penyebab Luka Bakar

  1. Panas (thermal burn): akibat api, air panas, uap, atau minyak panas, kontak benda panas (logam, dll)
  2. Listrik: akibat aliran listrik tegangan tinggi atau rendah yang mengenai tubuh.
  3. Bahan kimia: seperti cairan pembersih, asam/basa, atau bahan kimia industri.
  4. Radiasi: misalnya paparan sinar matahari berlebihan atau radiasi medis.

Tingkat keparahan luka bakar dapat bervariasi, mulai dari luka bakar ringan (derajat satu) hingga luka bakar berat yang mengenai seluruh ketebalan kulit dan bahkan jaringan lain di bawah kulit.

Jika luka bakar masih ringan atau hanya di permukaan saja, biasanya relatif cepat sembuh

Namun jika luka bakarnya sudah semakin dalam biasanya disertai adanya lenting / bullae, kulit mengelupas, perubahan warna menjadi merah gelap hingga putih beludru, atau kehitaman. Semakin dalam luka bakar, semakin terjadi kerusakan saraf, resiko infeksi meningkat, dan resiko terjadinya gangguan gerak, dsb.

Langkah Mudah Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar (saat di rumah)

a. Lepaskan benda terbakar/panas yang menempel di tubuh.

- pakaian yang terbakar (kecuali jika barang lengket di tubuh)

- perhiasan yang masih dipakai di tubuh

- Benda yang ketat di tubuh

b. Berikan Air Mengalir Pada Area Luka

Segera alirkan air bersih yang mengalir (bukan air es) ke area luka selama sekitar 20 menit. Tujuannya adalah menghentikan proses panas yang masih tersimpan di jaringan kulit dan mengurangi kerusakan lanjutan. Penggunaan air es atau kompres es secara langsung dapat memperburuk cedera jaringan.

C. Sedia P3K

Baiknya ada sedia simpan obat oles /krim untuk luka bakar atau obat P3K untuk emergensi di rumah.

d. Kesalahan paling umum yang sering dilakukan

Salah satu kesalahan paling umum dalam penanganan luka bakar adalah mengoleskan bahan-bahan rumah tangga seperti pasta gigi, mentega, minyak, atau kecap. Bahan-bahan tersebut tidak steril, dapat memerangkap panas di dalam kulit, dan meningkatkan risiko infeksi.

Luka bakar sebaiknya dibiarkan bersih dan kering setelah didinginkan. Bila perlu, tutup ringan dengan kain bersih atau kasa steril sambil menunggu penanganan lanjutan. Segera bawa ke rumah sakit.

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak semua luka bakar dapat ditangani sendiri di rumah. Pada kondisi tertentu, luka bakar memerlukan penanganan medis agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan penting untuk menilai kedalaman luka, luas area yang terdampak, serta risiko infeksi dan gangguan penyembuhan. Penanganan yang cepat dan tepat juga berperan dalam mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan lanjutan, serta mempercepat proses pemulihan pasien.

Luka bakar yang ringan-sedang kadang masih dapat menyebabkan efek lanjutan seperti infeksi, kontraktur, nyeri, sehingga walaupun luka terkesan kering sebaiknya tetap cari penilaian dari dokter.

Segera cari pertolongan medis apabila:

  • Luka bakar tampak luas, dalam, atau melepuh berat, karena kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam.
  • Luka mengenai area sensitif seperti wajah, tangan, kaki, lipatan sendi, atau area kelamin, yang dapat memengaruhi fungsi dan kualitas hidup.
  • Terjadi pada anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis, karena kelompok ini memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
  • Luka bakar disebabkan oleh listrik atau bahan kimia, yang sering kali menimbulkan cedera tersembunyi di bawah permukaan kulit.
  • Muncul tanda infeksi seperti nyeri yang semakin bertambah, kemerahan meluas, keluar nanah, atau disertai demam.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri DBD pada Orang Dewasa, Demam hingga Sakit Kepala

Penanganan medis yang tepat akan membantu mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan, serta mengurangi risiko jaringan parut. Untuk mendapatkan penanganan dan konsultasi yang komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik dokter dapat diakses melalui menu Cari Dokter, dengan dukungan fasilitas rumah sakit yang lengkap dan pelayanan terpadu.

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS