Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

10 Ciri-Ciri DBD pada Orang Dewasa, Demam hingga Sakit Kepala

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi06 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Ciri-ciri DBD pada orang dewasa umumnya meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi hebat, mual, lemas, serta muncul bintik merah di kulit.

Mengingat infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali orang dewasa, maka Anda wajib untuk mengetahuinya dengan serius.

Penyakit DBD sendiri disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Keresahan umum muncul ketika demam tinggi datang tiba-tiba, wajar saja.

Apakah DBD berbahaya? Ya, DBD berbahaya karena bisa berkembang cepat dari fase ringan menjadi fase kritis yang mengancam jiwa. Sepanjang tahun lalu, tercatat ratusan ribu kasus DBD di Indonesia dengan ribuan korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2024 secara resmi menyebutkan bahwa hingga minggu ke‑17 tahun 2024 tercatat 88.593 kasus DBD dan 621 kematian di Indonesia, tersebar di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Memahami ciri-ciri DBD, terutama pada orang dewasa, tentu menjadi kunci untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Penundaan penanganan dapat meningkatkan bahaya DBD pada orang dewasa, yang dapat berujung pada pendarahan internal, syok, hingga kegagalan organ.

Jika Anda ingin mengetahui ciri ciri DBD pada orang dewasa secara lengkap serta langkah penanganan dan pencegahannya, mari ikuti pembahasan ini sampai tuntas!

10 Ciri-ciri DBD pada Orang Dewasa

ciri ciri dbd pada orang dewasa

Nyamuk pembawa penyakit Aedes aegypti | Sumber: LSTM

Demam Berdarah Dengue (DBD) tentu tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa dengan gejala yang sering kali tampak mirip flu biasa di awalnya.

Agar tidak terlambat mengenalinya, berikut 10 ciri-ciri DBD pada orang dewasa yang perlu Anda waspadai.

1. Demam Tinggi Mendadak (Umumnya 39°C–40°C)

Ciri-ciri DBD pada orang dewasa paling khas adalah demam tinggi yang muncul tiba-tiba tanpa didahului rasa tidak enak badan. Demam ini sering kali sulit turun meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas. 

Apakah DBD bisa sembuh sendiri? Pada kasus ringan, sistem imun mungkin bisa menanganinya, tetapi karena risiko berkembangnya penyakit sangat tinggi, pasien wajib dipantau oleh tenaga medis.

2. Sakit Kepala Hebat yang Terkonsentrasi di Dahi

Ciri-ciri DBD pada orang dewasa yang kedua adalah nyeri kepala hebat dan intens yang fokus di area dahi (frontal), yaitu manifestasi umum dari infeksi virus Dengue. Rasa sakit ini timbul sebagai respons peradangan sistemik saat virus mulai bereplikasi di dalam tubuh.

Baca Juga: 15 Ciri-Ciri Vertigo karena Asam Lambung, Jangan Sepelekan!

3. Nyeri Belakang Bola Mata (Retro-orbital Pain)

Kemudian, rasa sakit menusuk atau tertekan di belakang kedua bola mata, yang memburuk saat mata digerakkan, merupakan salah satu ciri-ciri DBD pada orang dewasa yang secara spesifik sering dialami oleh penderita.

4. Nyeri Otot, Tulang, dan Sendi yang Parah (Breakbone Fever)

Saat ini, DBD sering dijuluki breakbone fever karena sensasi nyeri pada otot, tulang, dan sendi (mialgia dan artralgia) yang begitu parah, seolah-olah tulang terasa retak. Nyeri ini disebabkan oleh peradangan luas yang dipicu oleh virus.

5. Mual dan Muntah-Muntah Berulang

Mual dan muntah adalah gejala saluran cerna yang umum terjadi akibat iritasi oleh virus. Jika muntah terjadi secara berulang (lebih dari 3 kali dalam sehari), ini dapat menyebabkan dehidrasi drastis, yang sangat berbahaya bagi orang dewasa.

6. Munculnya Ruam Kulit Merah Menyeluruh (Rash)

Sekitar 50-80% penderita akan mengalami ruam kemerahan mirip campak yang menyebar dari wajah, leher, dada, hingga ekstremitas (tangan dan kaki). Ruam ini adalah respons tubuh terhadap virus.

7. Bintik Merah Kecil di Bawah Kulit (Petechiae)

Perhatikan kulit Anda; kemunculan bintik-bintik merah kecil yang tidak hilang saat kulit diregangkan (petechiae) adalah tanda kebocoran ringan pembuluh darah kapiler.

Hal ini adalah indikasi awal yang dapat mengarah pada ciri demam berdarah yang sudah parah karena menunjukkan penurunan trombosit.

Baca Juga: 20 Makanan untuk Menaikkan Trombosit, Ada Telur & Kerang!

8. Perdarahan Spontan (Mimisan atau Gusi Berdarah)

Mimisan yang tidak biasa atau gusi berdarah saat menyikat gigi merupakan tanda peringatan serius, juga merupakan ciri-ciri DBD pada orang dewasa.

Sebab, ini bisa mengindikasikan jumlah trombosit Anda sudah menurun drastis, biasanya di bawah 100.000/µL, membuat pembuluh darah mudah pecah.

9. Nyeri Perut Hebat dan Muntah/BAB Berdarah

Nyeri perut yang sangat parah di ulu hati, diikuti dengan muntah berdarah (cairan seperti kopi) atau buang air besar berwarna hitam pekat (melena), adalah ciri demam berdarah yang sudah parah yang memerlukan penanganan darurat. Gejala ini menandakan adanya perdarahan internal yang masif.

10. Tangan dan Kaki Dingin/Lembap di Fase Kritis

Namun, ada kalanya demam tiba-tiba turun, tetapi tangan dan kaki terasa dingin, lembap, dan kulit pucat. Maka sebaiknya Anda segera berhati-hati, karena ini sudah masuk ke dalam fase kritis, biasanya hari ke-4 hingga ke-6, yaitu gejala awal dari Dengue Shock Syndrome (DSS). 

Kondisi ini sangat berbahaya karena terjadi kebocoran plasma hebat yang menyebabkan penurunan sirkulasi darah ke ekstremitas. Oleh karena itu, jika demam penderita DBD tiba-tiba turun, maka ini bukanlah tanda-tanda demam berdarah mulai sembuh melainkan fase paling kritis.

Baca Juga: 12 Makanan Penyebab Tipes, Stop Jajan Sembarangan!

Cara Mengatasi DBD pada Orang Dewasa

Jika Anda atau orang dewasa di sekitar mengalami ciri-ciri DBD pada orang dewasa di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter secepat mungkin.

Sebuah analisis data dari Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina, Kamboja dan Taiwan selama 2000‑2023 menunjukkan tren peningkatan insiden DBD (dengue) di Singapura (slope 8.243), Vietnam (6.513), Malaysia (8.737) dan Filipina (8.172) dengan nilai p<.05.

Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan kasus DBD harus semakin giat digencarkan, terlebih di negara kawasan tropis Asia Tenggara seperti Indonesia.

Saat ini, Anda bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi DBD:

  • Istirahat Total: Pasien harus istirahat penuh (bed rest) untuk memberi kesempatan tubuh melawan infeksi.
  • Asupan Cairan Tinggi: Pasien harus minum banyak cairan (air putih, oralit, atau jus buah) untuk mencegah dehidrasi.
  • Makanan Bernutrisi: Berikan makanan untuk DBD orang dewasa yang mudah dicerna dan tinggi nutrisi, seperti bubur, kaldu ayam, jus jambu biji, atau makanan lain yang dapat membantu menaikkan trombosit (konsultasikan dengan dokter/ahli gizi).
  • Kontrol Demam: Gunakan Paracetamol untuk mengontrol demam, Hindari obat-obatan golongan NSAID seperti Ibuprofen atau Aspirin, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Pemantauan Ketat: Lakukan pemeriksaan darah (Trombosit dan Hematokrit) secara berkala sesuai anjuran dokter, terutama pada fase kritis (saat demam turun).
  • Tanda-tanda demam berdarah mulai sembuh dapat dilihat dari kenaikan trombosit yang stabil dan Hematokrit kembali ke batas normal.

Cara Mencegah DBD pada Orang Dewasa

Berdasarkan sebuah riset, ternyata diketahui bahwa beban ekonomi DBD di Asia Tenggara sangatlah besar, termasuk biaya perawatan, kehilangan produktivitas dan beban sistem kesehatan, dan menekankan perlunya investasi dalam pencegahan yang lebih baik.

Oleh karena itu, Anda harus mengetahui bahwa cara mencegah DBD pada orang dewasa yang terbaik adalah dengan memutus rantai penularan.

Cara mencegah DBD tersebut juga sering dikenal dengan istilah program 3M Plus seperti di bawah ini:

  • Menguras: Bersihkan dan keringkan tempat penampungan air (bak mandi, drum, vas bunga) minimal seminggu sekali.
  • Menutup: Tutup rapat semua wadah penyimpanan air.
  • Mendaur Ulang/Memanfaatkan: Singkirkan atau daur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan (kaleng, botol, ban bekas).
  • Plus Aksi Nyata Lainnya:
    • Menggunakan losion anti nyamuk.
    • Tidur menggunakan kelambu.
    • Menanam tanaman pengusir nyamuk.
    • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.

Segera Kenali Gejala dan Dapatkan Penanganan Terbaik di Tzu Chi Hospital PIK

Mengingat DBD bisa berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius, penting bagi Anda untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami demam tinggi mendadak, nyeri sendi, atau gejala mencurigakan lainnya.

Tzu Chi Hospital PIK berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan penuh empati. Kami menyediakan fasilitas lengkap mulai dari vaksin demam berdarah untuk pencegahan hingga layanan rawat inap modern dengan 576 tempat tidur.

Yaitu termasuk kamar Super VIP, VVIP, VIP, hingga kelas 3. Unit khusus seperti ICU, HCU, NICU, dan ruang isolasi juga tersedia untuk memastikan perawatan optimal selama masa pemulihan.

ruang rawat inap

Ruang Rawat Inap di Tzu Chi Hospital PIK

Sebaiknya jangan tunda kesehatan Anda, segera periksakan ke dokter secepatnya.

Tzu Chi Hospital PIK siap mendampingi Anda dalam mencegah dan menangani DBD dengan aman, cepat, dan nyaman.

 

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Cynthia, Sp.PD

 

Referensi:

International Journal of Public Health Research. Systematic Review of the Economic Burden of Dengue Infection to the Healthcare in South East Asia (SEA).

JMIR Publications. Dengue Epidemiology in 7 Southeast Asian Countries: 24-Year, Retrospective, Multicountry Ecological Study.

Journal of Atherosclerosis and Thrombosis. Overview and Future Direction of Embolic Stroke of Undetermined Source from the Insights of CHALLENGE ESUS/CS Registry.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspada DBD di Musim Kemarau.

 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS