Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Frozen Shoulder: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 24 Agustus 2026

Frozen shoulder adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kekakuan dan nyeri pada sendi bahu, di mana kapsul pelindung jaringan ikat yang mengelilingi sendi bahu menebal dan mengerut.
Bahu adalah salah satu sendi paling fleksibel di tubuh manusia, namun fleksibilitas ini bisa hilang seketika saat jaringan di sekitarnya mengalami peradangan.
Kondisi ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan berkembang dalam tiga tahapan utama: tahap membeku (freezing), tahap beku (frozen), hingga akhirnya tahap pencairan (thawing). Tanpa penanganan yang tepat, pemulihan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Menurut literatur dalam Clinical Orthopaedics and Related Research, intervensi dini sangat krusial karena jaringan ikat yang mengalami fibrosis (penebalan) akan semakin sulit diregangkan seiring berjalannya waktu jika dibiarkan tanpa terapi aktif.
Lantas, apa saja penyebab frozen shoulder, gejala, dan cara pengobatannya yang benar? Yuk, pahami penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Frozen Shoulder?

Ilustrasi Frozen Shoulder | Sumber: Orthoinfo
Frozen shoulder adalah kondisi yang dikenal dengan nama Adhesive Capsulitis. Ini terjadi ketika kapsul sendi bahu yang seharusnya elastis menjadi tebal, kaku, dan meradang.
Hal ini menyebabkan ruang untuk sendi bahu bergerak menjadi sangat terbatas, sehingga gerakan sederhana seperti menyisir rambut atau merogoh saku belakang menjadi sangat menyakitkan bagi Anda.
Penyebab Frozen Shoulder
Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa jaringan tersebut menebal belum diketahui sepenuhnya, namun ada beberapa faktor risiko yang secara signifikan meningkatkan peluang seseorang mengalaminya.
Berdasarkan studi yang dimuat dalam Journal of Shoulder and Elbow Surgery, terdapat korelasi kuat antara gangguan metabolisme dan risiko kesehatan sendi.
Berikut adalah beberapa penyebab frozen shoulder yang wajib Anda ketahui:
1. Imobilisasi Jangka Panjang
Jika Anda baru saja menjalani operasi atau mengalami cedera (seperti patah tulang lengan) yang mengharuskan bahu diam dalam waktu lama, risiko jaringan menjadi kaku sangatlah tinggi.
2. Diabetes Melitus
Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena frozen shoulder. Peneliti menduga bahwa molekul gula dapat menempel pada serat kolagen di kapsul sendi (proses glikasi), yang menyebabkan jaringan menjadi lengket dan kaku.
3. Penyakit Sistemik Lainnya
Selain diabetes, kondisi seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, penyakit kardiovaskular, hingga penyakit Parkinson dapat memicu munculnya gejala kekakuan pada bahu.
4. Usia dan Jenis Kelamin
Secara statistik, kondisi ini lebih sering ditemukan pada individu berusia di atas 40 tahun, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria.
Gejala Frozen Shoulder
Gejala yang muncul biasanya berkembang secara perlahan. Anda mungkin akan merasakan nyeri tumpul yang mendalam di area bahu, yang seringkali terasa lebih buruk di malam hari saat Anda mencoba untuk tidur.
1. Nyeri saat Menggerakkan Bahu
Pada tahap awal, setiap gerakan bahu akan memicu rasa nyeri yang tajam, sehingga Anda secara tidak sadar mulai membatasi gerak lengan Anda.
2. Keterbatasan Jangkauan Gerak
Seiring waktu, bahu menjadi sangat kaku hingga Anda merasa "terkunci". Anda tidak bisa mengangkat lengan ke samping atau memutarnya ke arah belakang.
3. Nyeri yang Mengganggu Tidur
Banyak pasien melaporkan bahwa mereka sering terbangun di malam hari karena posisi tidur yang tidak sengaja menekan bahu yang sakit.
Pengobatan Frozen Shoulder
Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mengembalikan ruang gerak Anda.
Dalam hal ini, kombinasi antara manajemen nyeri dan latihan peregangan bertahap adalah kunci keberhasilan pemulihan jangka panjang.
Beberapa pengobatan frozen shoulder yang biasa dilakukan yaitu:
1. Pemberian Obat-obatan
Dokter mungkin akan meresepkan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) untuk membantu meredakan peradangan dan nyeri yang Anda rasakan.
2. Terapi Fisik (Fisioterapi)
Ini adalah pilar utama pengobatan. Terapis akan mengajarkan Anda teknik peregangan khusus untuk membantu mengembalikan mobilitas sendi tanpa merusak jaringan lebih lanjut.
3. Injeksi Steroid
Jika nyeri sangat parah, penyuntikan kortikosteroid langsung ke sendi bahu dapat membantu mengurangi peradangan secara signifikan pada tahap awal.
4. Prosedur Hidrodilatasi
Dokter akan menyuntikkan cairan steril ke dalam kapsul sendi untuk membantu meregangkan jaringan dari dalam sehingga bahu lebih mudah digerakkan.
5. Tindakan Pembedahan
Meskipun jarang, jika metode konservatif tidak membuahkan hasil dalam 6-12 bulan, prosedur minimal invasif seperti artroskopi mungkin diperlukan untuk melepaskan jaringan parut di dalam bahu.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda tidak perlu menunggu hingga bahu benar-benar tidak bisa digerakkan untuk mencari bantuan. Deteksi dini dapat memperpendek masa pemulihan Anda secara drastis. Segera konsultasikan kondisi Anda jika:
-
Rasa nyeri tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat atau minum obat pereda nyeri biasa.
-
Anda mulai kesulitan melakukan aktivitas mandiri (mandi, berpakaian, atau menyetir).
-
Kekakuan mulai terasa menetap selama lebih dari dua minggu.
Tzu Chi Hospital PIK hadir dengan teknologi medis terkini dan tim dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman untuk menangani berbagai masalah persendian Anda. Dengan pendekatan yang komprehensif dan penuh kasih, kami siap membantu Anda kembali beraktivitas tanpa hambatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal atau konsultasi, silakan hubungi kami via WhatsApp sekarang juga.
Referensi:
Hand, C., Clipsham, K., Rees, J. L., & Carr, A. J. (2008). The natural history of frozen shoulder. Clinical Orthopaedics and Related Research, 466(3), 592–597. https://journals.lww.com/clinorthop/pages/default.aspx
Milgrom, C., Novack, V., Weil, Y., Jaber, S., Radeva-Petrova, D. R., & Finestone, A. S. (2008). Risk factors for idiopathic frozen shoulder. Journal of Shoulder and Elbow Surgery, 17(1), 1-3. https://www.jshoulderelbow.org/
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Gerald Wonggokusuma, Sp.OT
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

19 Ciri-ciri Hamil Muda pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat!

10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya

8 Cara Menurunkan Demam Anak tanpa Obat, Pakai Minyak Kayu Putih!

