Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

12 Gejala Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai, Jantung Berdebar & BB Turun!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi04 Mei 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Gejala hipertiroid sering kali muncul secara bertahap dan tidak selalu disadari sejak awal. Tidak heran, banyak orang menganggapnya sebagai kelelahan biasa atau perubahan kondisi tubuh sementara.

Padahal, hipertiroid dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara signifikan. Bahkan, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali tanda hipertiroid sejak dini. Dengan begitu, pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Lantas, apa saja gejala hipertiroid yang perlu diwaspadai? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Hipertiroid?

Hipertiroid adalah kondisi medis ketika kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon secara berlebihan. Kelenjar ini terletak di bagian depan leher dan memiliki peran vital dalam mengatur berbagai fungsi tubuh.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), hipertiroid terjadi saat kadar hormon tiroid melampaui kebutuhan normal. Akibatnya, seluruh sistem kerja tubuh pun dipaksa berfungsi jauh lebih cepat dari biasanya.

Percepatan fungsi tubuh ini dapat memengaruhi detak jantung dan suhu tubuh secara signifikan. Selain dampak fisik, kondisi tersebut juga sering kali mengganggu stabilitas suasana hati penderitanya.

Dalam kondisi sehat, produksi hormon tiroid diatur secara ketat oleh hormon TSH yang berasal dari otak. Namun, mekanisme pengaturan ini bisa gagal ketika keseimbangan hormon di dalam tubuh terganggu.

Salah satu penyebab gangguan yang paling sering ditemukan adalah penyakit Graves. Penyakit ini merupakan kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan memicu aktivitas berlebih pada kelenjar tiroid.

12 Gejala Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai

Pada dasarnya, gejala hipertiroid bisa berbeda pada setiap orang. Namun, ada beberapa ciri hipertiroid yang paling sering muncul dan perlu diperhatikan.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Jantung Berdebar (Palpitasi)

Salah satu gejala hipertiroid yang paling sering dirasakan adalah jantung berdebar atau palpitasi. Kondisi ini terjadi karena hormon tiroid yang berlebihan dapat meningkatkan aktivitas jantung sehingga detaknya menjadi lebih cepat atau tidak teratur.

Dalam beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami:

  • Detak jantung cepat (takikardia)

  • Jantung terasa “loncat” atau berdebar kuat

  • Gangguan irama jantung

Menurut American Thyroid Association, hipertiroid dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung seperti atrial fibrillation jika tidak ditangani dengan baik.

2. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Penurunan berat badan secara tiba-tiba merupakan tanda hipertiroid yang cukup khas. Kondisi ini bisa terjadi meskipun nafsu makan tetap normal atau bahkan meningkat.

Hal ini disebabkan oleh metabolisme tubuh yang bekerja lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tubuh membakar kalori lebih banyak sehingga berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga: Kenapa Berat Badan Susah Naik? Ini Penyebab & Solusinya!

3. Tremor atau Tangan Gemetar

Hipertiroid dapat menyebabkan tremor atau tangan gemetar, terutama pada jari-jari. Gejala ini biasanya terasa ringan, tetapi cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tremor terjadi karena sistem saraf menjadi lebih aktif akibat kelebihan hormon tiroid. Kondisi ini sering muncul saat tangan dalam posisi diam atau saat melakukan gerakan tertentu.

4. Mudah Cemas dan Gelisah

Perubahan suasana hati merupakan salah satu gejala hipertiroid yang sering diabaikan. Penderita dapat merasa lebih mudah cemas, gelisah, atau bahkan sulit berkonsentrasi.

Hormon tiroid yang berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Akibatnya, kondisi emosional menjadi tidak stabil dan cenderung lebih sensitif terhadap stres.

5. Sulit Tidur (Insomnia)

Hipertiroid dapat mengganggu pola tidur karena tubuh berada dalam kondisi “terlalu aktif”. Penderita sering mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur nyenyak di malam hari.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan:

  • Sering terbangun di malam hari

  • Tidur tidak berkualitas

  • Rasa lelah saat bangun tidur

Gangguan tidur ini dapat memperburuk gejala lain seperti kelelahan dan penurunan konsentrasi.

6. Mudah Lelah dan Lemah

Meskipun metabolisme meningkat, penderita hipertiroid justru sering merasa lelah. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja lebih keras dari biasanya sehingga energi cepat terkuras.

Selain itu, kelemahan otot juga bisa terjadi, terutama pada lengan dan paha. Gejala ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat.

7. Berkeringat Berlebihan

Penderita hipertiroid biasanya lebih sensitif terhadap suhu panas. Kondisi ini dikenal sebagai heat intolerance.

Akibatnya, tubuh menjadi mudah berkeringat meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kulit juga bisa terasa lebih hangat dan lembap dibandingkan normal.

8. Sering Buang Air Besar

Hipertiroid dapat mempercepat kerja sistem pencernaan. Akibatnya, frekuensi buang air besar menjadi lebih sering dari biasanya.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disertai:

  • Perubahan konsistensi feses

  • Diare ringan

  • Rasa tidak nyaman pada perut

Gejala ini merupakan bagian dari efek peningkatan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

9. Gangguan Menstruasi

Pada wanita, hipertiroid dapat memengaruhi siklus menstruasi. Haid bisa menjadi tidak teratur, lebih ringan, atau bahkan jarang terjadi.

Hormon tiroid memiliki peran dalam mengatur keseimbangan hormon reproduksi. Ketika jumlahnya berlebihan, keseimbangan tersebut dapat terganggu.

10. Rambut Rontok dan Kulit Menipis

Hipertiroid dapat memengaruhi kondisi kulit dan rambut. Rambut menjadi lebih mudah rontok, tipis, dan rapuh.

Selain itu, kulit juga bisa menjadi lebih tipis dan sensitif. Hal ini terjadi karena proses regenerasi sel tubuh menjadi tidak seimbang akibat hormon tiroid yang berlebihan.

11. Pembesaran Kelenjar Tiroid (Gondok)

Salah satu tanda fisik hipertiroid adalah pembesaran kelenjar tiroid atau gondok. Kondisi ini terlihat sebagai benjolan di bagian depan leher.

Pembesaran terjadi karena kelenjar tiroid bekerja lebih aktif dari biasanya. Dalam beberapa kasus, gondok dapat terasa saat menelan atau disentuh.

12. Mata Tampak Menonjol (Pada Kondisi Tertentu)

Pada kasus tertentu, terutama yang disebabkan oleh penyakit Graves, penderita dapat mengalami mata yang tampak menonjol. Kondisi ini dikenal sebagai Graves’ ophthalmopathy.

Gejala ini dapat disertai dengan:

  • Mata kering atau iritasi

  • Sensitif terhadap cahaya

  • Penglihatan terganggu

Penelitian Smith et al. (2012) yang dipublikasikan di PMC juga menunjukkan bahwa Graves’ ophthalmopathy melibatkan infiltrasi sel imun di jaringan orbital yang menyebabkan pembengkakan dan perubahan struktur di sekitar mata, sehingga memicu gejala khas tersebut.

Kapan Harus ke Dokter?

Hipertiroid tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas sejak awal. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, osteoporosis, atau masalah metabolisme lainnya.

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas. Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes darah untuk hormon TSH, T3, T4, atau pencitraan tiroid, dapat membantu memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.

Sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan penuh kasih dan profesionalitas, Tzu Chi Hospital PIK menghadirkan fasilitas medis modern serta tim dokter spesialis yang siap membantu Anda menangani hipertiroid dengan pendekatan holistik dan humanis.

Pemeriksaan melalui Medical Check Up (MCU) di rumah sakit ini juga dapat membantu memantau kesehatan tiroid dan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Tzu Chi Hospital berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi semua pasien, baik melalui BPJS, asuransi, maupun mandiri.

Jika Anda memiliki keluhan atau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk kemudahan pendaftaran dan informasi konsultasi. Tim kami siap mendampingi Anda menjaga kesehatan dengan pelayanan medis profesional dan penuh kasih.

 

Artikel ini telah telah ditinjau oleh dr. Stefani Yoelita, Sp.PD, AIFO-K

 

Referensi

American Thyroid Association. (n.d.). Hyperthyroidism.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021, Mei). Hyperthyroidism (Overactive Thyroid). U.S. Department of Health and Human Services.

Ross, D. S., et al. (2016). 2016 American Thyroid Association Guidelines for Diagnosis and Management of Hyperthyroidism and Other Causes of Thyrotoxicosis. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 101(10), 3568–3574. https://doi.org/10.1210/jcem.97.4.zeg29a

Khalilzadeh, O., Noshad, S., Rashidi, A., & Amirzargar, A. (2011). Graves Ophthalmopathy: A Review of Immunogenetics. Current Genomics, 12(8), 564–575. doi: 10.2174/138920211798120844


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS