Tindakan Medis & Terapi
Kateterisasi Jantung - Prosedur, Biaya, Tujuan dan Komplikasinya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 22 Januari 2026

Jika Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau hasil tes jantung yang tidak normal, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani kateterisasi jantung atau heart catheterization.
Prosedur ini bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti dari berbagai penyakit jantung tersebut. Namun, jika ini pertama kalinya Anda mendengar prosedur tersebut, wajar bila muncul banyak pertanyaan.
Anda mungkin ingin tahu seperti apa proses kateterisasi jantung dilakukan, berapa lama durasinya, apakah terasa sakit, apa saja efek sampingnya, dan berapa biayanya.
Untuk membantu menjawab rasa penasaran tersebut, simak penjelasan lengkap tentang kateterisasi jantung berikut ini!
Apa itu Kateterisasi Jantung?
Kateterisasi jantung adalah prosedur medis invasif minimal guna memeriksa dan menilai fungsi kondisi struktur jantung.
Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan kateter (selang tabung tipis dan lentur) melalui pembuluh darah di lengan atau selangkangan, lalu mengarahkannya menuju jantung.
Melalui kateter tersebut, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah koroner, ruang jantung, dan aliran darah, bahkan mendeteksi jika ada penyempitan, sumbatan, atau kelainan lainnya.
Selain digunakan untuk diagnosis, prosedur ini juga bisa berfungsi sebagai tindakan pengobatan langsung, seperti membuka pembuluh darah yang tersumbat, memperbaiki kelainan bawaan, atau mengganti katup jantung tanpa operasi besar.
Secara umum, kateterisasi jantung terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
-
Kateterisasi jantung kiri, dilakukan melalui arteri untuk memeriksa pembuluh darah koroner, ruang jantung bagian kiri, serta tekanan pada sisi kiri jantung.
-
Kateterisasi jantung kanan, dilakukan melalui vena untuk menilai ruang jantung kanan, tekanan darah paru, dan kadar oksigen di dalam jantung.
Baca Juga: Dokter Jantung Terbaik di Jakarta dan Indonesia, Cek Sekarang!
Penyebab Kateterisasi Jantung
Kateterisasi jantung bukan prosedur rutin yang dilakukan pada setiap pasien, melainkan tindakan medis yang bersifat diagnostik atau terapeutik.
Prosedur ini hanya disarankan ketika dokter perlu menilai lebih dalam kondisi jantung seseorang untuk memastikan penyebab gejala tertentu atau untuk melakukan pengobatan tanpa operasi besar.
Lalu, apa penyebab kateterisasi jantung? Berikut beberapa alasan kenapa dilakukan kateterisasi jantung:
-
Dokter ingin mengetahui penyebab nyeri dada (angina), sesak napas, atau detak jantung tidak teratur (aritmia).
-
Mengevaluasi fungsi otot dan katup jantung, memeriksa tekanan dan kadar oksigen di ruang-ruang jantung.
-
Mendiagnosis penyakit jantung koroner, gagal jantung, kardiomiopati, atau hipertensi paru.
-
Mengambil sampel jaringan jantung (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium.
-
Menentukan tindakan lanjutan seperti pemasangan stent, angioplasti, atau operasi bypass bila ditemukan penyumbatan.
-
Memeriksa pembuluh darah jantung menggunakan zat pewarna (kontras) untuk melihat adanya penyempitan atau sumbatan.
-
Mengganti atau memperbaiki katup jantung, serta memperbaiki kelainan bawaan jantung tanpa perlu operasi terbuka.
Sebelum prosedur dilakukan, biasanya pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan awal, seperti tes darah, pencitraan jantung (heart imaging), atau tes stres jantung (stress test).
Semua hasil tersebut membantu dokter menilai fungsi jantung secara menyeluruh dan menentukan apakah kateterisasi merupakan langkah yang tepat.
Tujuan Kateterisasi Jantung
Kateterisasi jantung bertujuan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi kondisi jantung, tetapi dapat juga digunakan untuk mengobati gangguan jantung secara langsung. Mari pahami lebih lanjut mengenai tujuan kateterisasi jantung berikut ini:
1. Mendiagnosis Penyakit Jantung
Tujuan utama kateterisasi jantung yaitu membantu dokter mendeteksi berbagai gangguan seperti penyakit arteri koroner, kelainan katup jantung, dan cacat jantung bawaan. Melalui prosedur ini, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah dan jantung secara langsung.
2. Menilai Seberapa Baik Fungsi Otot Jantung
Prosedur ini juga digunakan untuk menilai seberapa baik fungsi otot jantung dalam memompa darah. Informasi tersebut penting untuk menentukan apakah pasien mengalami kelemahan otot jantung atau tanda-tanda awal gagal jantung.
3. Menentukan Kebutuhan Tindakan Lanjutan
Hasil dari kateterisasi dapat membantu dokter memutuskan apakah pasien memerlukan tindakan medis lanjutan seperti angioplasti, pemasangan stent, atau operasi bypass.
Perlu diketahui, tidak sedikit yang bertanya, apakah kateterisasi jantung sama dengan pasang ring, jawabannya tidak sama.
Kateterisasi jantung adalah prosedur pemeriksaan untuk menilai kondisi pembuluh darah jantung, sedangkan pasang ring jantung adalah tindakan pengobatan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat setelah penyumbatan terdeteksi melalui kateterisasi.

Ilustrasi Pemasangan Ring (Stent) Jantung dengan Kateter
4. Melakukan Pengobatan Langsung Selama Prosedur
Dalam beberapa kasus, kateterisasi tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnosis, tetapi juga sebagai metode pengobatan langsung. Misalnya, dokter dapat membuka pembuluh darah yang tersumbat atau memperbaiki kelainan katup jantung tanpa perlu melakukan operasi terbuka.
Proses Kateterisasi Jantung

Prosedur Kateterisasi Jantung | Sumber: Healthdirect
Kateterisasi jantung dilakukan oleh tim medis khusus yang terdiri dari dokter spesialis jantung (kardiolog), perawat, dan teknisi di ruang khusus bernama catheterization laboratory (cath lab).
Terkait kateterisasi jantung berapa lama, umumnya memakan waktu sekitar 30–60 menit, tergantung pada tingkat kesulitan.
Sebelum prosedur dimulai, dokter mungkin meminta pasien untuk:
-
Berpuasa 6–8 jam.
-
Mengenakan pakaian dengan gown rumah sakit.
-
Menghentikan atau menyesuaikan dosis obat tertentu sesuai petunjuk dokter.
Setelah itu, berikut adalah tahapan umum proses kateterisasi jantung:
1. Persiapan Awal
Pertama, dokter akan meninjau riwayat kesehatan pasien, termasuk obat-obatan yang dikonsumsi dan kondisi medis lain seperti diabetes atau gangguan ginjal.
Pasien kemudian dipasang jalur infus (IV) untuk pemberian cairan dan obat penenang ringan dengan mudah selama prosedur.
Selain itu, elektroda kecil juga akan ditempelkan di dada untuk memantau detak jantung selama prosedur berlangsung.
2. Pemberian Anestesi Lokal
Daerah tempat kateter akan dimasukkan, biasanya di pergelangan tangan, selangkangan, atau leher, akan dibersihkan dan disterilkan.
Setelah itu, dokter menyuntikkan obat bius lokal untuk mematikan rasa di area tersebut, sehingga pasien hanya akan merasakan sedikit tekanan tanpa rasa nyeri.
3. Pemasangan Kateter
Proses kateterisasi jantung berikutnya, dokter akan membuat sayatan kecil di kulit untuk jalan masuk.
Kemudian dokter memasukkan kawat pemandu (guidewire) di dalamnya. Setelah jarum dilepas, tabung kecil bernama sheath dipasang untuk menjaga akses ke pembuluh darah.
Lalu, dokter akan memasukkan kateter melalui sheath dan diarahkan menuju jantung dengan panduan gambar sinar-X.
4. Pemeriksaan dan Perekaman Gambar
Setelah kateter mencapai jantung, dokter menyuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah agar struktur jantung terlihat jelas melalui layar X-ray.
Gambar ini membantu dokter menilai aliran darah, penyempitan arteri, serta fungsi ruang dan katup jantung.
Selama proses ini, pasien mungkin merasakan sensasi hangat atau panas sesaat akibat cairan kontras.
5. Tindakan Tambahan (Bila Perlu)
Jika ditemukan masalah, dokter dapat langsung melakukan tindakan perbaikan tanpa operasi terbuka, misalnya:
-
Angioplasti, untuk membuka arteri yang menyempit dengan balon kecil.
-
Pemasangan stent (ring), untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
-
Valvuloplasti, untuk memperbaiki katup jantung yang menyempit.
-
Ablasi jantung, untuk mengatasi gangguan irama jantung.
6. Penyelesaian Prosedur
Setelah semua pemeriksaan atau tindakan selesai, kateter dan sheath akan dilepas perlahan. Tekanan akan diberikan pada area bekas tusukan dengan perban khusus untuk menghentikan perdarahan.
Pasien kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan untuk pemantauan tekanan darah dan detak jantung selama beberapa jam. Jika kondisi stabil, pasien dapat pulang di hari yang sama atau keesokan harinya.
Baca Juga: 20 Ciri-Ciri Penyakit Jantung, Sadari Sebelum Terlambat!
Biaya Kateterisasi Jantung
Biaya kateterisasi jantung sering jadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur. Di rumah sakit di Jakarta, biaya kateterisasi jantung umumnya mulai dari sekitar Rp10 juta per satu kali prosedur.
Biayanya bisa berbeda tergantung kondisi pasien, jenis kateterisasi, dan apakah diperlukan tindakan lanjutan seperti angioplasti atau pemasangan stent (ring jantung).
Bagi Anda yang bertanya apakah biaya kateterisasi jantung ditanggung BPJS Kesehatan? Kabar baiknya adalah ya, biaya tersebut dapat ditanggung, asalkan memenuhi syarat dan prosedur rujukan yang berlaku.
Cakupan biaya yang ditanggung BPJS biasanya juga mencakup biaya pemasangan ring jantung, jika memang dibutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Namun perlu diingat, biaya dan ketentuan ditanggung oleh BPJS bisa berbeda antar rumah sakit.
Komplikasi Kateterisasi Jantung
Apa ada efek samping setelah kateterisasi jantung? Umumnya tidak, karena kateterisasi jantung adalah prosedur yang aman dan jarang menimbulkan komplikasi serius.
Namun, setelah prosedur selesai, pasien mungkin akan merasakan beberapa hal yang merupakan bagian dari proses pemulihan, misalnya:
-
Nyeri atau memar di area bekas tusukan kateter, terutama di lengan atau selangkangan.
-
Perdarahan ringan atau bengkak di lokasi masuknya kateter.
-
Reaksi alergi ringan terhadap cairan kontras yang digunakan selama pemeriksaan.
-
Detak jantung tidak teratur (biasanya bersifat sementara).
-
Tekanan darah menurun untuk beberapa waktu setelah prosedur.
-
Rasa nyeri dada ringan (angina) atau ketidaknyamanan sementara di dada.
-
Infeksi ringan di area bekas tusukan jika tidak dijaga kebersihannya.
Namun, efek samping berat seperti serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal sangat jarang terjadi.
Jika setelah kateterisasi Anda mengalami perdarahan yang tidak berhenti, nyeri dada hebat, sesak napas, demam, atau mati rasa pada anggota tubuh, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Pantangan Setelah Kateterisasi Jantung
Meski termasuk prosedur minimal invasif, pasien tetap perlu memperhatikan sejumlah pantangan setelah kateterisasi jantung agar pemulihan lebih cepat dan aman.
Berikut beberapa pantangan setelah kateterisasi jantung:
-
Jangan mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas fisik berat selama beberapa hari sesuai anjuran dokter.
-
Hindari berendam atau berenang selama minimal satu minggu guna mencegah infeksi luka bekas kateterisasi.
-
Jangan mengemudi setidaknya 24 jam setelah prosedur. Sebaiknya minta bantuan keluarga atau teman untuk mengantar pulang.
-
Jangan melepas perban atau menekan area bekas tusukan secara berlebihan. Biarkan luka sembuh secara alami dan jaga kebersihannya.
-
Hindari merokok, alkohol, dan makanan tinggi lemak terutama jika kateterisasi dilakukan karena penyakit jantung koroner. Gantilah dengan pola makan sehat untuk jantung.
-
Jangan abaikan obat yang diresepkan dokter, terutama jika Anda diberi pengencer darah untuk mencegah pembekuan.
Selain itu, perbanyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan zat kontras dari tubuh dan lakukan kontrol sesuai jadwal agar kondisi jantung dan luka bekas kateter dapat dipantau secara optimal.
Periksakan Kesehatan Jantung dengan Kateterisasi Jantung di Tzu Chi Hospital

Jika Anda merasakan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur, segera dapatkan bantuan medis di rumah sakit jantung terpercaya seperti Tzu Chi Hospital yang sudah memiliki Cath Lab mutakhir dengan layanan kateterisasi jantung lengkap.
Cath Lab juga dilengkapi dengan fluoroskopi, meja operasi khusus, dan monitor untuk memantau hemodinamika pasien secara live, serta C-arm yang dapat bergerak untuk menembakkan sinar X secara presisi.
Selain itu, Cath Lab juga mendukung layanan lainnya seperti angioplasti, pemasangan stent, dan pemeriksaan kondisi pembuluh darah dengan teknologi seperti IVUS, FFR, OCT, dan Rotablator.
Jika Anda merasakan gejala penyakit jantung, jangan tunggu sampai gejala bertambah serius. Segera jadwalkan janji temu melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital dan cek jadwal praktik dokter jantung melalui menu Cari Dokter.
Cegah penyakit kardiovaskular sejak dini dengan melakukan pemeriksaan rutin, dan dapatkan penanganan yang tepat sekarang!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Hendra Simarmata, Sp.JP
Sumber:
Cardiac Catheterization - What Is Cardiac Catheterization | NHLBI, NIH
Cardiac Catheterization: Procedure & Recovery | Cleveland Clinic
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis

