Tindakan Medis & Terapi

Apa Itu Mammografi? - Jenis, Tujuan, Prosedur & Biayanya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi13 Januari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Kanker payudara sering kali tidak menimbulkan gejala awal, terutama pada stadium dini. Padahal, penyakit ini banyak menimpa wanita.

Kalau kondisinya sudah parah, biasanya kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar payudara, kelenjar getah bening, atau bahkan organ lain.

Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Salah satu metode pemeriksaannya yaitu mammografi.

Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa menilai perubahan pada jaringan payudara sebelum gejala terasa. 

Jika Anda membutuhkan tes mammografi, mari simak dulu cara kerja, persiapan, teknik, hingga biayanya!

Apa itu Mammografi?

Mammografi adalah pemeriksaan medis menggunakan X-ray dosis rendah pada jaringan payudara untuk mendeteksi kelainan seperti benjolan, kalsifikasi, atau tanda-tanda awal kanker payudara bahkan sebelum gejala muncul.

Proses screening mammografi umumnya memakan waktu sekitar 15–20 menit, sementara diagnostic mammogram mungkin sedikit lebih lama karena teknolog radiologi perlu mengambil gambar tambahan untuk memastikan area yang dicurigai terlihat jelas.

Prosedur mammografi termasuk aman, meski ada paparan radiasi kecil. Namun bagi pasien yang mungkin sedang hamil, dokter biasanya akan mempertimbangkan penundaan skrining.

Selama prosedur, pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan atau nyeri ringan akibat payudara ditekan. Rasa tidak nyaman biasanya hanya sebentar, dan pasien dianjurkan memberi tahu teknolog jika rasa sakit terasa terlalu kuat.

Prosedur ini dilakukan oleh teknolog radiologi atau mammografer. Setelah deteksi, hasil gambar kemudian dianalisis oleh radiolog untuk menafsirkan temuan.  Mammografi merupakan metode skrining paling efektif untuk deteksi dini.

Tujuan Mammografi

Tes mammografi untuk apa? Mammografi adalah prosedur yang bertujuan untuk mengetahui struktur internal payudara.

Dengan begitu, dokter bisa menemukan kelainan sebelum gejala muncul, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih efektif. Lebih lanjut, berikut berbagai tujuannya:

1. Skrining 

Dilakukan pada wanita yang tidak memiliki keluhan atau gejala sama sekali. Tujuannya mendeteksi kanker sejak dini, saat ukurannya masih sangat kecil sehingga belum bisa diraba oleh tangan (non-palpable).

2. Diagnostik

Dilakukan untuk mengevaluasi pasien yang memiliki keluhan (seperti benjolan, nyeri, atau keluar cairan dari puting) atau untuk menindaklanjuti hasil skrining yang mencurigakan.

3. Mendeteksi Mikrokalsifikasi

Menemukan deposit kalsium kecil yang sering kali menjadi tanda awal keganasan sebelum terbentuk massa tumor yang nyata.

Baca Juga: Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, Pengobatan, & Cara Mencegahnya 

Jenis-Jenis Mammografi

Melalui mammografi, dokter dapat melihat perubahan kecil pada jaringan payudara yang sering kali tidak bisa dirasakan saat pemeriksaan manual. 

Terdapat tiga jenis mammografi untuk mendeteksi kanker payudara, yaitu:

1. Mammografi 2D (Konvensional)

Mammografi 2D adalah metode mammografi yang paling umum digunakan. Pada pemeriksaan ini, dua gambar utama diambil untuk setiap payudara.

Kebanyakan rumah sakit masih menggunakan mesin mammografi 2D, karena efektif untuk skrining dasar.

Namun, pada wanita dengan payudara padat, beberapa kanker mungkin sulit terlihat karena jaringan padat dapat menutupi lesi.

2. Mammografi 3D (Tomosintesis)

Mammografi 3D atau tomosintesis mengambil irisan tipis dari jaringan payudara, sehingga memberikan gambar lebih detail dan mendalam dibanding 2D.

Pemeriksaan dengan mesin ini ideal untuk payudara padat karena lapisan irisan memisahkan tumpang tindih jaringan, memudahkan radiolog membedakan jaringan padat dan kanker.

Dengan mesin ini, deteksi kanker lebih akurat, karena bisa mengurangi false positives serta mengurangi recall atau pemeriksaan ulang. 

3. Mammografi Digital 

Mammografi digital adalah jenis mammografi yang menyimpan gambar secara digital, sehingga memungkinkan analisis lebih mudah dan cepat.

Selain itu, mesin ini dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak tambahan, misalnya untuk evaluasi kepadatan payudara. Hasilnya diagnosis lebih akurat.

Kondisi Apa Saja yang Dapat Dideteksi Melalui Mammografi?

Tes mammografi biasanya direkomendasikan untuk pemeriksaan kanker payudara, tetapi tes ini juga bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan payudara secara keseluruhan.

Pasalnya tes ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi lain pada jaringan payudara. Beberapa jenis kanker yang dapat diketahui melalui mammografi yaitu:

1. Kanker Payudara Dini

Mammografi dapat mendeteksi berbagai jenis kanker, termasuk karsinoma in situ (kanker yang belum menyebar), bahkan sebelum gejala terlihat.

2. Tumor 

Selain kanker, tes mammografi juga dapat menunjukkan tumor seperti tumor mammae yang terdapat di payudara. Tumor mammae bisa bersifat jinak dan kanker.

Baca Juga: Tumor Payudara: Penyebab, Ciri-Ciri, Pengobatan, dan Pencegahan 

3. Mikrokalsifikasi

Bintik-bintik kalsium sangat kecil yang seringkali menjadi tanda paling awal kanker payudara, yang tidak bisa dirasakan dengan rabaan tangan maupun dilihat dengan USG.

4. Massa atau Tumor Mammae

Mendeteksi adanya benjolan padat. Dokter akan menilai bentuk dan tepi benjolan untuk menentukan apakah itu cenderung jinak atau ganas (kanker).

5. Perubahan atau Kelainan Lain

Mammografi bisa membantu melihat perubahan kecil pada struktur payudara yang mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan tidak bersifat kanker.

Jadi pemeriksaan ini penting untuk deteksi dini berbagai kelainan lainnya, karena memungkinkan tindakan medis dilakukan sebelum kanker berkembang lebih serius.

Persiapan dan Prosedur Mammografi

Karena prosedur mammografi melibatkan kompresi payudara, beberapa pasien mungkin merasakan ketidaknyamanan atau nyeri, terutama saat menstruasi. Jadi lebih disarankan melakukannya satu minggu setelah masa menstruasi berakhir.

Agar lebih siap dan nyaman menjalani pemeriksaan, penting untuk memahami persiapan dan prosedurnya.

Persiapan Sebelum Mammografi

Sebelum menjalani pemeriksaan, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan agar hasil pencitraan akurat dan prosedur berlangsung aman:

  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui, hamil, atau memiliki kemungkinan hamil. Dokter dapat menyesuaikan waktu pemeriksaan atau melakukan USG terlebih dahulu.

  • Sampaikan semua obat, suplemen, atau vitamin yang sedang dikonsumsi, termasuk obat tanpa resep. Dokter mungkin meminta Anda menghentikan obat tertentu, seperti aspirin atau pengencer darah, untuk menurunkan risiko perdarahan bila biopsi diperlukan.

  • Hindari menjadwalkan mammografi satu minggu sebelum atau saat menstruasi karena payudara biasanya lebih sensitif.

  • Informasikan jika Anda memiliki implan payudara atau baru menerima vaksinasi.

  • Jangan gunakan deodoran, bedak, atau losion di ketiak/payudara pada hari pemeriksaan karena partikel metaliknya bisa tampak seperti kalsifikasi pada hasil gambar.

  • Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman, serta lepaskan semua perhiasan dari pinggang ke atas.

  • Sebagian besar pasien tetap dapat makan, minum, dan beraktivitas seperti biasa sebelum pemeriksaan, kecuali dokter memberikan instruksi khusus.

Prosedur saat Mammografi

Anda akan dibawa ke ruang radiologi atau ruang mammografi khusus untuk menjalani prosedur ini. Adapun yang bisa Anda ketahui dari sekarang tentang prosedurnya yaitu:

1. Berdiri di Depan Mesin Mammografi

Pasien akan ditempatkan di depan mesin mammografi. Radiografer akan membantu menempatkan payudara satu per satu pada piringan payudara. Posisinya harus tepat agar memperoleh gambar yang jelas.

2. Payudara Dikompresi

Sebuah papan plastik akan menekan payudara untuk menstabilkan jaringan dan memastikan distribusi radiasi merata. 

Tekanan ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman atau sedikit nyeri. Jika terasa terlalu menekan, pasien bisa segera memberitahu teknolog agar penyesuaian dilakukan.

3. Pengambilan Gambar oleh Mesin Mammografi

Saat payudara berada dalam posisi kompresi, mesin akan mengambil gambar dari berbagai sudut. Tekanan ini membantu menghasilkan gambar tajam dan detail, sehingga deteksi dini kanker payudara lebih akurat.

4. Proses Diulang pada Payudara Satunya

Setelah satu payudara selesai, langkah yang sama akan diulang pada payudara lain untuk memastikan kedua sisi mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.

Jika pemeriksaan sudah selesai, sebagian besar pasien dapat melanjutkan aktivitas normal tanpa pantangan. 

Biaya Tes Mammografi

Anda mungkin bertanya berapa biaya tes mammografi? Biaya mammografi di rumah sakit bervariasi tergantung pada jenis tes dan paket layanan yang dipilih.

Untuk mammografi 2D, biaya biasanya sekitar Rp350.000 hingga di bawah Rp500.000. Namun biaya mammografi 3D (tomosintesis), sedikit lebih mahal sekitar Rp688.000. 

Jika digabung dengan layanan tambahan seperti konsultasi dokter atau pemeriksaan USG payudara, biayanya bisa meningkat dan mencapai Rp1 juta rupiah.

FAQ tentang Mammografi

Anda mungkin masih mempunyai beberapa pertanyaan seputar prosedur mammografi. Berikut telah dikumpulkan beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya:

Berapa kali sebaiknya mammografi?

Frekuensi mammografi tergantung pada tingkat risiko Anda terhadap kanker payudara. Untuk wanita dengan risiko rata-rata, dianjurkan melakukan mammografi setiap 1–2 tahun mulai usia 40 tahun. Jika Anda memiliki risiko lebih tinggi, pemeriksaan mungkin perlu lebih sering. 

Pemeriksaan mammografi untuk apa?

Pemeriksaan mammografi untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara, bahkan sebelum gejala terlihat atau terasa. Pemeriksaan ini dapat menemukan kelainan kecil, benjolan, atau tumor yang belum dapat diraba, sehingga memungkinkan penanganan lebih cepat.

Mammografi untuk usia berapa?

Direkomendasikan wanita melakukan mammografi setiap 2 tahun mulai usia 40 hingga 75 tahun. Namun, jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara/ovarium atau kondisi payudara padat, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lebih awal.

Apa beda USG payudara dengan mammografi?

Banyak pasien bingung memilih keduanya. Faktanya, keduanya bersifat saling melengkapi (komplementer), bukan pengganti satu sama lain.

Mammografi adalah prosedur paling unggul dalam mendeteksi pengapuran (kalsifikasi) sebagai tanda awal kanker, sedangkan USG lebih unggul untuk membedakan apakah benjolan tersebut berisi cairan (kista) atau massa padat (tumor). 

Namun, USG payudara lebih direkomendasikan untuk wanita di bawah usia 35-40 tahun, karena payudara wanita muda sangat padat, sehingga mammografi menjadi tidak efektif (hasilnya putih semua).

Pelayanan Mammografi Sepenuh Hati di Tzu Chi Hospital

Mammografi adalah tes yang bisa menyelamatkan nyawa Anda di kemudian hari karena penanganan bisa diberikan lebih dini. 

Bagi Anda yang ingin menjalaninya bisa mendapatkan pelayanan mammografi 3D modern dengan minim rasa nyeri di Tzu Chi Hospital.

Teknologi ini menggunakan teknologi 3D terbaru dari yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan cepat, hanya sekitar 3,7 detik per scan, sehingga waktu kompresi payudara lebih singkat.

Selain itu, mesin mammografi di Tzu Chi Hospital didukung fitur SmartCurve™ Breast Stabilisation System dan MammoPad® Breast Cushion untuk mengurangi rasa tidak nyaman hingga 50%.

Anda bisa jadwalkan pemeriksaan mammografi melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, atau jika ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi lebih lanjut bisa memilih melalui menu Cari Dokter

Daftar Dokter Spesialis Onkologi Tzu Chi Hospital

Adapun daftar dokter onkologi yang tersedia yaitu:

  1. Dr. Defrizal, Sp.Onk.Rad(K) (Senin & Rabu 13:00–17:00 / Janji Temu) – Onkologi Radiasi (Konsultan)

  2. Dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H. (Senin–Jumat 08:00–17:00) – Onkologi Radiasi

  3. Dr. Samuel J. Haryono, Sp.B(K)Onk  (Selasa 11:00–13:00, Kamis 12:00–13:30) – Bedah Onkologi

  4. Dr. Fenny Gozal, Sp.Onk.Rad, M.A.R.S (Selasa–Kamis 16:00–17:00 / Senin Janji Temu) – Onkologi Radiasi

  5. Dr. Dismas Adiasa Chaspuri, Sp.B (Sabtu 08:00–09:00) – Bedah Onkologi

  6. Dr. RR. Wahyuningsih Suharno, Sp.P(K) (Senin, Rabu, Jumat 16:00–18:00) – Pulmonologi (Onkologi Toraks)

  7. Dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A, Subsp.H.O.(K), M.H.A (Senin–Jumat 08:00–16:00) – Pediatri (Hematologi Onkologi Anak)

  8. Dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp.H.O.(K) (Kamis & Sabtu 17:00–18:30 / Janji Temu) – Pediatri (Hematologi Onkologi Anak)

  9. Dr. Kevin, Sp.Rad (Janji Temu) – Radiologi

Dapatkan tes mammografi sekarang sebelum penanganan terlambat!


 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Maria Angelina Yashinta, Sp.Rad


Referensi:

2D vs. 3D Mammograms: Understanding the Differences | American Cancer Society


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS