Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

Murmur Jantung – Grade, Penyebab, Pengobatan & Bahayanya

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi30 Juni 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Umumnya saat didengarkan di stetoskop, bunyi jantung normal adalah “lub-dub”, tetapi pada kasus murmur jantung, yang terdengar adalah “swish-swish” seperti suara siulan atau desis. 

Banyak orang khawatir apakah kondisi ini berbahaya dan membutuhkan penanganan medis,  karena jarang yang mengalaminya.

Namun yang pasti, bunyi ini tidak normal dan sebaiknya diperiksa lebih lanjut, karena bisa jadi pertanda berbahaya.

Mari simak lebih lanjut tentang apa itu murmur jantung, penyebab, cara mengobati, dan apakah kondisi ini berisiko bagi kesehatan!

Apa itu Murmur Jantung?

Murmur jantung adalah bunyi abnormal yang terdengar melalui stetoskop saat dokter melakukan pemeriksaan. Bunyi murmur jantung muncul karena darah mengalir tidak normal melalui katup jantung. 

Biasanya, detak jantung normal menghasilkan dua bunyi “lub-dub” saat katup jantung menutup. Namun, suara murmur jantung seperti suara desis akibat aliran darah yang bergejolak.

Murmur jantung bisa muncul sejak lahir (kongenital) atau berkembang seiring waktu. Lalu, apakah murmur jantung normal positif atau negatif? 

Jawabannya, tidak semua murmur berbahaya. Ada yang disebut innocent heart murmur yang umum terjadi pada anak-anak dan tidak menandakan penyakit jantung, sementara murmur lain bisa menjadi tanda masalah jantung serius, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mendeteksi murmur, dokter menggunakan stetoskop, karena bunyi ini biasanya tidak terdengar dengan telinga biasa. 

Penyebab Murmur Jantung

Murmur jantung bisa terjadi karena aliran darah yang tidak normal atau turbulen. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi, anak, hingga dewasa. Kondisi ini bisa terjadi karena faktor yang tidak berbahaya maupun karena masalah jantung serius.

1. Murmur Jantung Tidak Berbahaya (Innocent Heart Murmur)

Ini adalah kondisi murmur jantung pada anak dan bayi yang sering terjadi. Penyebabnya karena darah mengalir lebih cepat dari normal tanpa adanya kelainan struktural di jantung. 

Kondisi ini juga bisa terjadi saat olahraga, kehamilan, atau beberapa hari setelah bayi lahir. Murmur jenis ini biasanya hilang sendiri dan tidak memerlukan pengobatan.

2. Murmur Jantung Karena Penyakit

Ada juga murmur jantung yang muncul akibat masalah pada katup jantung, kelainan bawaan, atau kondisi medis lain yang memengaruhi aliran darah. 

Beberapa penyakit yang meningkatkan risiko murmur jantung yaitu:

  • Anemia, akibatnya darah lebih encer sehingga alirannya turbulen.

  • Hipertiroidisme, sebabkan hormon tiroid tinggi meningkatkan detak jantung.

  • Kelainan jantung bawaan, akibat lubang pada bilik atau atrium (VSD, ASD).

  • Penyakit katup jantung, sebabkan katup kaku (stenosis) atau bocor (regurgitasi).

  • Endokarditis, timbulkan infeksi pada katup jantung.

  • Sindrom Carcinoid, yaitu tumor hormon berlebih yang memengaruhi katup jantung.

  • Hipertrofi kardiomiopati, menyebabkan otot jantung menebal atau kaku.

  • Demam rematik, komplikasi dari infeksi streptokokus yang merusak katup.

Penilaian Grade Murmur Jantung

Penilaian intensitas murmur hanya bisa dilakukan melalui stetoskop. Murmur diklasifikasikan ke dalam Grade 1 sampai Grade 6.

Semakin tinggi grade murmur, semakin jelas bunyinya dan kemungkinan menandakan gangguan jantung yang signifikan.

Berikut intensitas grade murmur jantung:

  • Grade 1: Suara sangat lemah, hampir tidak terdengar, membutuhkan konsentrasi ekstra dokter untuk mendengar.

  • Grade 2: Suara lembut tetapi terdengar jelas dengan stetoskop.

  • Grade 3: Suara terdengar dengan jelas, tanpa getaran pada dada.

  • Grade 4: Suara terdengar jelas dan disertai getaran yang terasa saat menyentuh dada.

  • Grade 5: Suara sangat keras, terdengar bahkan dengan stetoskop hanya menyentuh sebagian dada.

  • Grade 6: Suara paling keras, terdengar meski stetoskop tidak menyentuh dada sama sekali.

Baca Juga: Jantung Bocor: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya 

Tanda Murmur Jantung yang Membutuhkan Pemeriksaan

Umumnya, murmur jantung tidak menimbulkan gejala, terutama jika jinak. Namun, jika bunyi murmur terlalu keras atau disertai gejala tertentu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendeteksi atau mencegah penyakit jantung.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Kulit tampak kebiruan

  • Batuk kronis atau tidak kunjung sembuh

  • Pingsan atau kehilangan kesadaran sementara

  • Mudah lelah atau cepat capek

  • Penumpukan cairan dan pembengkakan di kaki atau pergelangan

  • Pusing atau merasa ringan kepala tanpa sebab jelas

  • Sesak napas

  • Palpitasi atau detak jantung tidak teratur

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada

Jika mengalami salah satu gejala di atas bersama murmur jantung, sebaiknya segera periksa ke dokter jantung untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga: Dokter Jantung Terbaik di Jakarta dan Indonesia, Cek Sekarang! 

Diagnosis Murmur Jantung

Murmur jantung biasanya pertama kali terdeteksi oleh dokter melalui stetoskop saat pemeriksaan fisik rutin. 

Dokter akan menilai beberapa hal untuk menentukan apakah murmur bersifat jinak (innocent) atau perlu diperiksa lebih lanjut, yaitu:

  • Volume: Seberapa keras bunyi murmur (Grade 1–6)

  • Lokasi: Bagian jantung tempat bunyi terdengar dan apakah menyebar ke leher atau punggung

  • Nada: Tinggi, sedang, atau rendah

  • Waktu: Kemunculannya saat jantung memompa darah (sistolik) atau mengisi darah (diastolik)

  • Perubahan Bunyi: Apakah bunyi berubah saat berolahraga atau mengubah posisi tubuh

Jika dokter mencurigai murmur yang berbahaya, beberapa diagnosis tambahan dapat dilakukan, seperti:

  • Echocardiogram (Echo): Tes dengan gelombang suara untuk membuat gambar katup dan ruang jantung, serta melihat aliran darah untuk mengetahui penyebab murmur.

  • Rontgen Dada (Chest X-ray): Tes untuk melihat ukuran jantung dan kondisi paru-paru, jantung yang membesar bisa menyebabkan murmur tertentu.

  • Elektrokardiogram (ECG/EKG): Tes untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi irama jantung tidak normal atau tanda masalah jantung.

  • Kateterisasi Jantung: Jika penyebab murmur belum jelas, dokter memasukkan kateter ke jantung dan bisa menyuntikkan dye agar pembuluh darah dan aliran darah terlihat lebih jelas.

Cara Mengobati Murmur Jantung

Umumnya, murmur jantung tidak membutuhkan pengobatan, terutama jika termasuk murmur jinak. 

Namun, jika murmur disebabkan oleh kondisi serius, penanganannya tergantung pada penyebab yang mendasari, misalnya:

1. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat jika murmur disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Beberapa contohnya seperti:

  • Obat untuk anemia, seperti suplemen zat besi, untuk memperbaiki aliran darah.

  • Obat untuk hipertiroidisme, untuk menurunkan aktivitas kelenjar tiroid.

  • Pengencer darah (antikoagulan), untuk mencegah pembekuan darah pada pasien dengan irama jantung tidak normal.

  • Diuretik (pil air), untuk mengurangi kelebihan cairan dan menurunkan tekanan darah.

  • ACE inhibitor atau beta blocker, untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung agar jantung bekerja lebih efisien.

2. Operasi atau Prosedur Katup Jantung

Jika murmur disebabkan oleh katup jantung yang sempit (stenosis) atau bocor (regurgitasi), tindakan bedah bisa diperlukan, seperti:

  • Operasi Perbaikan Katup: Tujuannya menambal lubang, memisahkan daun katup yang menempel, atau mengencangkan cincin katup.

  • Operasi Penggantian Katup: Tujuannya mengganti katup rusak dengan katup buatan atau biologis.

Jenis operasinya dapat berupa:

  • Bedah jantung terbuka

  • Bedah minimal invasif atau robotik

  • Prosedur kateter fleksibel

Apakah Murmur Jantung Berbahaya?

Tidak semua murmur jantung berbahaya. Murmur jinak bukan pertanda penyakit jantung dan tidak memerlukan pengobatan. 

Murmur jinak umum terjadi pada anak-anak dan sering hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan.

Namun, ada juga murmur yang menjadi tanda adanya kondisi jantung serius, seperti kelainan katup atau kelainan struktural jantung. 

Murmur jenis ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya EKG, rontgen dada, atau ECG untuk menentukan penyebab dan penanganannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda sudah mengalami sesak napas, nyeri dada, atau pingsan, sebaiknya segera ke dokter untuk memastikan apakah murmur jantung menandakan kondisi yang lebih serius.

Dapatkan pemeriksaan dari dokter jantung terbaik di Tzu Chi Hospital yang didukung fasilitas modern dan lengkap, mulai dari diagnosis dengan stetoskop, EKG, kateterisasi jantung, hingga penanganan dengan pemasangan ring jantung, pacu jantung, atau bypass jantung.

Umumnya, murmur jantung jinak hanya membutuhkan pemantauan rutin, tetapi untuk memastikan tidak berbahaya, sebaiknya segera buat janji temu melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital

Anda juga bisa memeriksa jadwal praktik dokter jantung melalui menu Cari Dokter di website resmi Tzu Chi Hospital. Jika kondisi darurat, hubungi layanan IGD 24 Jam.

Periksakan kesehatan jantung Anda untuk pencegahan penyakit yang lebih parah sejak dini!

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Hendra Simarmata, Sp.JP(K), FIHA


Referensi:

Heart Murmur: Causes, Symptoms, Treatment | Cleveland Clinic

Heart Murmurs | Mayo Clinic


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS