Edukasi Obat & Apotek

15 Obat Kolesterol di Apotek & Alami, Ada Jahe!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi19 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Obat kolesterol sering menjadi solusi yang dicari banyak orang ketika kadar LDL (kolesterol jahat) mulai meningkat dan berisiko mengganggu kesehatan jantung.

Dalam dunia medis, ada berbagai jenis obat yang umum diresepkan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, seperti statin (atorvastatin, simvastatin), ezetimibe, fibrate, hingga PCSK9 inhibitor bagi kasus kolesterol tinggi yang lebih sulit dikendalikan.

Masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda, mulai dari menghambat produksi kolesterol di hati hingga membantu tubuh menghilangkan kolesterol berlebih.

Dalam salah satu studi, ditemukan bahwa pada usia di bawah 50 tahun, kenaikan kadar kolesterol total berkorelasi langsung dengan peningkatan kematian dalam 30 tahun, terutama kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Jika Anda ingin memahami apa saja obat kolesterol yang ampuh dan sering digunakan, yuk sama-sama kita cari tahu jawabannya pada pembahasan di bawah ini.

15 Pilihan Obat Kolesterol di Apotek dan Alami

Sebelum Anda mempelajari lebih lanjut mengenai daftar jenis obat kolesterol di bawah ini, perlu ditekankan bahwa semua obat medis ini adalah obat dengan resep dokter.

Jangan pernah membeli atau memulai pengobatan obat kolesterol di apotek secara mandiri. Sangat disarankan agar Anda selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, menentukan dosis yang sesuai, dan memahami potensi interaksi obat.

Dokter akan memastikan Anda menerima obat kolesterol paling mujarab yang aman dan efektif sesuai kondisi kesehatan Anda.

Berikut adalah daftar 15 obat kolesterol yang paling sering digunakan dan diresepkan oleh dokter, baik yang tersedia di apotek maupun pilihan alami yang bisa Anda terapkan.

1. Simvastatin

Simvastatin adalah salah satu jenis obat kolesterol yang paling umum dan sering diresepkan oleh dokter, termasuk dalam kategori Statin. Obat ini bekerja sebagai pahlawan di hati Anda, secara efektif menghambat enzim kunci yang bertanggung jawab memproduksi kolesterol jahat (LDL).

Pengobatan simvastatin pada pasien dengan penyakit jantung koroner menurunkan mortalitas total dan kejadian kardiovaskular besar dibandingkan plasebo; ini adalah salah satu bukti awal bahwa menurunkan LDL-C dapat memperbaiki kelangsungan hidup.

Dosis awal Simvastatin umumnya berkisar antara 10 mg hingga 20 mg per hari, yang diminum sekali sehari pada malam hari. Dosis dapat ditingkatkan bertahap oleh dokter hingga maksimum 40 mg per hari, tergantung respons tubuh dan target penurunan LDL Anda. 

2. Atorvastatin

Atorvastatin

Atorvastatin | Sumber: Dipa Healthcare

Jika Anda mencari obat penurun kolesterol cepat yang bekerja sangat kuat, Atorvastatin adalah jawabannya.

Sebagai anggota keluarga Statin, obat ini memiliki kemampuan luar biasa dalam menghambat produksi kolesterol di hati, yang dapat menghasilkan penurunan signifikan pada kolesterol jahat Anda.

Dosis awal yang umum adalah 10 mg sekali sehari, namun untuk kasus hiperkolesterolemia berat, dosis bisa dimulai dari 40 mg dan dapat ditingkatkan hingga maksimum 80 mg per hari.

Obat ini dapat diminum kapan saja (pagi atau malam) dengan atau tanpa makanan, namun dianjurkan untuk dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari.

3. Rosuvastatin

Rosuvastatin

Rosuvastatin | Sumber: Dipa Healthcare

Rosuvastatin merupakan Statin modern yang dikenal karena potensi tingginya dalam menurunkan LDL. Obat ini bekerja secara optimal untuk mencegah penumpukan lemak pada dinding arteri, sebuah langkah krusial dalam pencegahan stroke dan penyakit jantung.

Dosis awal Rosuvastatin biasanya 5 mg atau 10 mg sekali sehari. Untuk pasien dengan kolesterol sangat tinggi atau risiko kardiovaskular tinggi, dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg atau dosis maksimum 40 mg per hari, terutama bila dosis yang lebih rendah tidak menghasilkan respons yang memadai.

4. Pravastatin

Pravastatin

Pravastatin

Mirip dengan Statin lainnya, Pravastatin bekerja dengan menghambat enzim pembentuk kolesterol.

Keunggulan Pravastatin adalah profil keamanannya yang baik, menjadikannya pilihan yang dipertimbangkan bahkan untuk pasien yang lebih muda (di atas usia 8 tahun) atau bagi mereka yang mungkin kurang toleran terhadap jenis Statin lainnya.

Dosis awal yang umum untuk dewasa adalah 10 mg hingga 20 mg sekali sehari pada malam hari. Dosis dapat disesuaikan hingga maksimum 40 mg per hari. Untuk anak-anak usia 8 tahun ke atas, dosis umumnya adalah 10 mg hingga 20 mg per hari, disesuaikan dengan berat badan dan respons tubuh.

5. Fenofibrat

Fenofibrat

Fenofibrat

Fokus utama Fenofibrat adalah menyerang trigliserida, lemak berbahaya yang juga berkontribusi pada risiko jantung. Obat ini tergolong Fibrat dan bekerja dengan mengaktifkan enzim yang memecah lemak darah, membuang trigliserida dari tubuh Anda secara efisien.

Penting untuk diingat bahwa obat kolesterol dengan penggunaan bersama statin memerlukan pengawasan dokter karena risiko efek samping otot, meskipun risikonya lebih rendah dibandingkan Gemfibrozil.

Dosis Fenofibrat bervariasi tergantung formulasi (tablet atau kapsul) dan tujuan pengobatan. Dosis umum berkisar antara 145 mg hingga 200 mg per hari, yang biasanya diminum sekali sehari bersama makanan utama untuk penyerapan yang lebih baik.

6. Gemfibrozil

Gemfibrozil

Gemfibrozil | Sumber: Orami

Sebagai pilihan obat kolesterol golongan Fibrat lainnya yang tersedia di apotek, Gemfibrozil tidak hanya efektif menurunkan trigliserida, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).

Dengan meningkatnya HDL, tubuh Anda menjadi lebih baik dalam "membersihkan" kolesterol dari aliran darah. Obat ini biasanya dikonsumsi sebelum makan untuk penyerapan optimal.

Dosis standar Gemfibrozil adalah 600 mg dua kali sehari, diminum 30 menit sebelum sarapan dan 30 menit sebelum makan malam. Penting untuk mematuhi waktu minum ini untuk penyerapan optimal. Obat ini jarang digunakan bersama Statin karena dapat meningkatkan risiko efek samping otot (miopati).

7. Ezetimibe

Ezetimibe

Ezetimibe

Ezetimibe menawarkan mekanisme kerja yang unik: ia secara spesifik mengurangi penyerapan kolesterol yang berasal dari makanan di usus halus Anda.

Obat ini menjadi sangat berharga dan sering diresepkan oleh dokter jika Statin saja tidak cukup efektif, atau ketika dikombinasikan dengan Statin untuk mencapai penurunan kolesterol yang lebih signifikan dan target kesehatan yang optimal.

Dosis standar Ezetimibe adalah 10 mg sekali sehari. Obat ini dapat dikonsumsi kapan saja, dengan atau tanpa makanan. Ezetimibe dapat diresepkan sebagai monoterapi atau, lebih sering, dikombinasikan dengan dosis harian Statin

8. Kombinasi Statin dan Ezetimibe

Seringkali, untuk hasil yang paling optimal dan sebagai obat kolesterol paling mujarab, dokter meresepkan kombinasi dua obat ini dalam satu tablet.

Pendekatan gabungan ini memastikan kolesterol diserang dari dua sisi, mengurangi produksi di hati (Statin) dan mengurangi penyerapan dari makanan (Ezetimibe). Efek sinergis ini sering kali menghasilkan penurunan kadar LDL yang jauh lebih dramatis.

9. Bawang Putih

Bawang Putih

Bawang Putih

Jangan remehkan kekuatan rempah di dapur Anda! Bawang putih dapat dianggap sebagai makanan penurun kolesterol. Kandungan alisin di dalamnya terbukti dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL.

Memasukkan bawang putih ke dalam diet harian Anda adalah langkah sederhana namun efektif untuk mendukung kesehatan pembuluh darah.

10. Jahe

Jahe

Jahe

Jahe adalah tanaman herbal hangat yang dikenal luas sebagai penurun trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).

Dengan mengonsumsi jahe secara rutin, baik dalam bentuk teh maupun bumbu, Anda sedang membantu tubuh Anda memproduksi lebih banyak kolesterol baik (HDL), yang bermanfaat untuk mencegah risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Serangan Jantung: Ciri-Ciri, Penyebab, Pencegahan, & Cara Mengatasinya

11. Beras Ragi Merah (Red Yeast Rice)

Beras Ragi Merah (Red Yeast Rice)

Beras Ragi Merah

Beras ragi merah sering kali dianggap sebagai bahan alami penunjang kesehatan jantung yang kuat. Beras ragi merah mengandung Monacolin K, zat yang sangat mirip dengan bahan aktif dalam obat Statin.

Karena kandungan aktifnya sama dengan obat medis (Lovastatin), maka DILARANG mengonsumsi Red Yeast Rice jika Anda sedang meminum obat Statin dari dokter, karena dapat menyebabkan overdosis obat.

12. Kacang Kedelai (Susu/Tahu/Tempe)

Kacang Kedelai (Susu/Tahu/Tempe)

Kacang Kedelai

Beralih ke sumber protein nabati seperti kedelai adalah cara alami untuk mengurangi asupan lemak jenuh pemicu kolesterol. Kacang kedelai mengandung isoflavon yang terbukti membantu menurunkan LDL.

Mengganti daging berlemak dengan tahu, tempe, atau susu kedelai merupakan perubahan diet yang persuasif untuk kesehatan kolesterol Anda.

13. Alpukat

Alpukat

Alpukat

Meski tinggi lemak, alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat, menjadikannya pilihan bahan alami penunjang kesehatan jantung.

Lemak sehat ini membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) tanpa mengurangi kolesterol baik (HDL). Mengonsumsi alpukat secara teratur adalah investasi rasa dan kesehatan untuk pembuluh darah Anda.

14. Ikan Berlemak (Salmon, Tuna, Sarden)

Ikan Berlemak (Salmon, Tuna, Sarden)

Salmon | Sumber: Mount Elizabeth Hospitals

Asam lemak Omega-3 yang melimpah dalam ikan berlemak adalah nutrisi penting untuk jantung. Omega-3 tidak hanya bertindak sebagai anti-inflamasi tetapi juga sangat efektif dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Jika Anda tidak bisa mengonsumsi ikan secara rutin, suplemen minyak ikan dapat menjadi alternatif, menjadikannya bagian dari upaya Anda mencari obat kolesterol terbaik.

15. Biji Rami (Flaxseed)

 Biji Rami

Biji Rami | Sumber: Bali Jiwa

Biji rami adalah pembangkit tenaga serat larut dan asam alfa-linolenat (ALA). Serat larutnya mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam darah.

Menambahkan biji rami ke dalam makanan harian Anda adalah cara yang sangat sederhana namun kuat untuk mendukung pengobatan obat kolesterol Anda.

Makanan yang Menyebabkan Kolesterol

Mengendalikan kolesterol tidak lepas dari menghindari makanan pemicunya. Kolesterol tinggi sering kali disebabkan oleh pola makan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans, yang memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.

Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya Anda batasi atau hindari karena dapat menyebabkan lonjakan kadar kolesterol:

  • Gorengan atau makanan yang digoreng dengan minyak jelantah
  • Daging merah berlemak tinggi (seperti iga, bacon)
  • Jeroan (seperti hati, usus, otak)
  • Makanan cepat saji (fast food)
  • Makanan olahan susu berlemak tinggi (seperti keju, mentega)
  • Makanan yang mengandung lemak trans (kue, biskuit kemasan)
  • Kuning telur (terutama jika dikonsumsi berlebihan)
  • Sosis dan daging olahan
  • Makanan yang kaya akan gula tambahan
  • Minuman manis atau soda

Baca Juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Buruk Kolesterol Tinggi!

Cara Mengatasi Kolesterol

Mengatasi kolesterol tinggi memerlukan komitmen jangka panjang terhadap perubahan gaya hidup sehat.

Baik saat Anda mengonsumsi obat kolesterol di apotek ataupun tidak, cara-cara berikut ini wajib Anda terapkan untuk membantu menurunkan dan menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Berikut adalah cara mengatasi kolesterol yang bisa Anda lakukan:

  • Menerapkan pola makan kaya serat larut (gandum, buah, sayur)
  • Mengonsumsi lemak sehat (alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan)
  • Membatasi atau menghindari lemak jenuh dan lemak trans
  • Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari
  • Menurunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  • Mengelola tingkat stres dengan baik (meditasi, yoga)
  • Mengonsumsi suplemen Omega-3 atau minyak ikan (atas saran dokter)
  • Mencari pengganti nasi putih dengan karbohidrat kompleks seperti beras merah

Kapan Harus ke Dokter?

Anda mungkin bertanya, kapan saat yang tepat untuk mengandalkan obat kolesterol medis? Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, atau telah mencoba mengubah gaya hidup selama beberapa bulan namun kadar kolesterol (terutama LDL) tetap tinggi, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Dokter akan menentukan apakah Anda membutuhkan obat kolesterol generik atau bermerek, menentukan dosis yang tepat, serta menjelaskan pantangan atau potensi interaksi obat kolesterol tidak boleh dicampur dengan jenis obat lain.

Jangan pernah mendiagnosis atau mengubah dosis obat kolesterol Anda sendiri. Selalu ikuti anjuran dan resep dari dokter. Jagalah kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda dengan penanganan kolesterol yang tepat.

Segera medical check-up secara rutin untuk memantau kadar kolesterol Anda. Jika Anda ingin menjadwalkan konsultasi dan janji temu dengan dokter spesialis, silakan hubungi kami via WhatsApp.

Silakan Cari Dokter spesialis jantung atau penyakit dalam melalui website Tzu Chi Hospital PIK.

 

Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Hardy Indradi, Sp.PD

 

Referensi:

Jama Network. Cholesterol and Mortality 30 Years of Follow-up From the Framingham Study.

ScienceDirect. Randomised Trial of Cholesterol Lowering in 4444 Patients with Coronary Heart Disease: the Scandinavian Simvastatin Survival Study (4S).


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS