Tindakan Medis & Terapi
Radioterapi Kanker Payudara: Prosedur, Efek Samping, dan Tips Mengatasinya
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 09 Maret 2026

Radioterapi kanker payudara adalah salah satu metode pengobatan yang paling umum diberikan setelah operasi atau terapi lain untuk memastikan sel-sel kanker yang tersisa dapat dihancurkan secara efektif.
Dalam praktiknya, banyak pasien menghadapi kebingungan tentang kapan radioterapi dibutuhkan, bagaimana prosesnya berlangsung, dan apa saja efek samping yang mungkin muncul.
Tidak jarang pula muncul kekhawatiran mengenai efek samping dan durasi pengobatan.
Untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan tersebut, artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari tujuan radioterapi, prosedurnya, jenis-jenisnya, sampai tips menjalankan radioterapi pada kanker payudara.
Jika Anda ingin memahami radioterapi kanker payudara secara lebih mendalam, yuk sama-sama kita simak artikel di bawah ini.
Apa Itu Radioterapi Kanker Payudara?

Ilustrasi Radioterapi Kanker Payudara | Sumber: OncoDaily
Radioterapi kanker payudara adalah prosedur medis yang menggunakan sinar pengion berenergi tinggi, seperti sinar-X atau elektron, untuk menghancurkan sel kanker yang masih tertinggal setelah operasi atau untuk mengecilkan tumor pada kondisi tertentu.
Tujuan utama radioterapi adalah:
- Tujuan Kuratif: Menghilangkan atau mengecilkan kanker secara signifikan, atau mencegah kekambuhan di lokasi pasca operasi atau di kelenjar getah bening.
- Tujuan Paliatif: Mengurangi gejala, mengendalikan nyeri, dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Banyak juga yang khawatir bila pasca radioterapi harus menjaga jarak dari orang lain. Perlu Anda ketahui, sinar-X yang digunakan tidak akan menimbulkan rasa sakit dan efeknya tidak akan meninggalkan radiasi di sekitar tubuh Anda. Artinya, Anda tetap aman berada di dekat orang terkasih, termasuk anak-anak atau ibu hamil.
Terapi ini dapat berdiri sendiri maupun dikombinasikan dengan pembedahan (operasi) atau terapi sistemik, termasuk kemoterapi, imunoterapi, terapi target, ataupun terapi hormon pada kanker payudara.
Kapan Memerlukan Radioterapi Kanker Payudara?
Menurut artikel review terbaru dari European Journal of Breast Health, radioterapi tetap memegang peran penting sebagai terapi tambahan (adjuvan) setelah operasi pengangkatan tumor dengan mempertahankan payudara (breast-conserving surgery). RT terbukti mampu menekan kekambuhan lokal dan meningkatkan kontrol penyakit.
Tidak semua pasien kanker payudara akan melalui radioterapi. Dokter akan menyarankan prosedur ini berdasarkan kondisi spesifik Anda.
Berikut adalah beberapa kondisi yang biasanya membutuhkan radioterapi:
1. Setelah Lumpektomi
Radioterapi sering dilakukan setelah operasi lumpektomi (pengangkatan benjolan tumor.)/breast-conserving surgery) untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tidak terangkat sepenuhnya.
Kombinasi lumpektomi dan radioterapi ini dikenal sebagai terapi konservasi payudara (breast-conserving therapy), yang terbukti sama efektifnya dengan mastektomi (pengangkatan seluruh payudara).
2. Setelah Mastektomi
Meskipun seluruh payudara telah diangkat, radioterapi kanker payudara masih diperlukan dalam beberapa kondisi. Anda akan disarankan melakukan radioterapi setelah mastektomi jika:
- Sel kanker payudara telah menyebar ke kelenjar getah bening.
- Ukuran tumor payudara lebih dari 5 cm.
- Jumlah kelenjar getah bening yang terangkat tidak memadai atau tidak diangkat dengan teknik yang memadai.
- Faktor-faktor pasca operasi yang mengindikasikan radiasi, seperti batas sayatan yang terlalu dekat (< 2 mm).
- Letak benjolan kanker yang di tengah (medial) atau dekat putting (sentral).
- Sel kanker kembali muncul pada jaringan payudara yang sudah diangkat.
3. Saat Kanker Telah Menyebar (Metastasis)
Jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, radioterapi dapat membantu mengecilkan tumor di area metastasis tersebut dan meredakan gejala yang dirasakan.
4. Kanker Payudara Stadium Lanjut
Untuk pasien kanker payudara stadium lanjut, radioterapi dapat diberikan untuk mengobati tumor yang tidak bisa diangkat melalui operasi atau untuk mengobati kanker yang meradang (jenis kanker agresif yang menyebar ke saluran getah bening).
Jenis Radioterapi Kanker Payudara
Secara umum, terapi radiasi kanker payudara dapat dilakukan dengan dua cara utama, bergantung pada lokasi sumber radiasi seperti:
1. Radioterapi Eksternal
Radioterapi eksternal adalah jenis radioterapi yang paling sering diberikan. Alat radiasi berada di luar tubuh Anda dan diarahkan langsung ke area kanker.
Prosedurnya yaitu, Anda akan berbaring di atas sebuah ranjang medis khusus pada alat radiasi (meja radiasi), kemudian petugas akan mengambil gambar untuk memastikan posisi Anda tepat. Mesin akan mengeluarkan sinar radiasi selama beberapa menit dalam setiap sesi.
Sebuah artikel review di jurnal International Journal of Women’s Health menyatakan bahwa radioterapi eksternal (external-beam RT) telah selama puluhan tahun memberikan manfaat besar bagi pasien kanker payudara.
RT membantu meningkatkan kontrol lokal tumor dan memperbaiki angka kelangsungan hidup bagi wanita yang menjalani mastektomi, terutama mereka dengan risiko kekambuhan tinggi.
Dalam hal ini, Tzu Chi Hospital dengan layanan radioterapi telah menggunakan pesawat radiasi berteknologi tinggi, LINAC VERSA HD, yang mendukung teknik presisi tinggi seperti Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Radiotherapy (SRT), dan Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT). Teknologi ini memastikan dosis dan target radiasi sangat akurat, melindungi organ sehat di sekitar tumor. Dalam hal kanker payudara, mesin ini juga mampu memberikan radioterapi teknik tinggi dengan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) bersamaan dengan penggunaan teknik active breathing control (ABC), sehingga radiasi lebih akurat dengan efek samping yang minimal.
2. Radioterapi Internal (Brachytherapy)
Dalam prosedur ini, sumber radiasi diletakkan di dalam tubuh, sedekat mungkin dengan area kanker.
Alat penghantar radiasi (kateter) dimasukkan ke area payudara yang sempat dioperasi. Kemudian, implan radioaktif dimasukkan ke dalam kateter tersebut untuk sementara waktu.
Metode Radioterapi Kanker Payudara
Metode radioterapi saat ini semakin maju berkat teknologi presisi. Misalnya, seperti di Tzu Chi Hospital, pelaksanaan radioterapi selalu mengutamakan beberapa hal berikut ini:
1. Tepat Target
Dengan teknologi 4D dan/atau Active Breathing Coordinator (ABC), ketepatan radiasi pada organ yang bergerak, seperti paru-paru saat bernapas, dapat dipertahankan.
Sebab, hal ini penting untuk mencapai sasaran kanker seakurat mungkin, seperti saat melakukan radioterapi kanker payudara yang sudah ditentukan dokter.
2. Tepat Dosis
Penggunaan LINAC VERSA HD tentunya akan memastikan bahwa dosis radiasi yang diberikan tetap optimal untuk menghancurkan sel kanker sambil menjaga keamanan organ sehat di sekitarnya.
3. Tepat Waktu
Radioterapi membutuhkan jadwal yang konsisten agar hasilnya optimal. Mesin seperti LINAC VERSA HD membantu mempercepat proses penyinaran tanpa mengurangi presisi, sehingga pasien tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama di ruang tindakan.
Durasi yang lebih singkat juga membantu menjaga kenyamanan pasien dan mengurangi potensi pergerakan yang bisa memengaruhi arah radiasi.
Cara Melakukan Radioterapi Kanker Payudara
Sebelum radioterapi dimulai, setidaknya Anda akan melalui beberapa tahap penting. Umumnya, dokter memberikan jeda perawatan selama 3–8 minggu setelah operasi atau kemoterapi untuk evaluasi.
Berikut adalah serangkaian cara melakukan radioterapi kanker payudara yang perlu Anda ketahui:
1. Konsultasi dan Evaluasi Awal
Tahap pertama adalah dengan melakukan konsultasi dan evaluasi dengan dokter spesialis. Dokter spesialis onkologi radiasi akan menilai kondisi fisik Anda secara keseluruhan untuk memastikan Anda siap dan akan mendapatkan manfaat maksimal dari terapi radiasi.
a. Penilaian Riwayat Medis
Anda akan diminta memberikan informasi lengkap mengenai riwayat kesehatan Anda, termasuk operasi sebelumnya dan pengobatan kanker yang telah dijalani.
b. Risiko dan Manfaat
Dokter akan menjelaskan secara rinci tujuan terapi (kuratif atau paliatif), durasi, dan membahas potensi risiko efek samping radioterapi kanker payudara yang mungkin Anda rasakan.
2. Sesi Simulasi (Perencanaan)
Pada tahap kedua, tim medis akan merencanakan secara pasti di mana dan bagaimana radiasi akan diberikan kepada Anda.
Pada tahap ini, setidaknya ada beberapa hal yang akan dilakukan seperti:
a. Pemindaian CT Scan Khusus
Anda akan diminta berbaring di atas meja yang menyerupai mesin radioterapi dalam posisi yang sama persis dengan yang akan digunakan saat pengobatan.
CT scan khusus ini akan menghasilkan gambar 3D atau 4D dari payudara dan area target (seperti kelenjar getah bening). Penggunaan teknik ABC, terutama pada kanker payudara kiri, akan mengambil gambar simulasi dengan posisi pasien menahan napas selama 30 detik saja.
b. Penandaan (Tato Kecil)
Kemudian, tim medis dapat menempatkan beberapa penanda kecil (seperti titik tato yang sangat kecil) di kulit Anda.
Penanda ini memastikan bahwa posisi Anda konsisten dan akurat pada setiap sesi radiasi berikutnya.
c. Penyesuaian Posisi
Jika Anda menjalani radioterapi di payudara kiri, tim mungkin akan menggunakan teknik pernapasan khusus untuk mengendalikan pergerakan paru-paru dan jantung, memastikan sinar radiasi mencapai target tanpa merusak organ vital terdekat.
3. Perhitungan Dosis (Dose Planning)
Setelah sesi simulasi, ahli fisika medis dan dokter onkologi radiasi akan bekerja sama untuk merancang rencana perawatan yang sangat spesifik seperti berikut:
a. Target Tepat Sasaran
Mereka menentukan target yang tepat (tumor atau area berisiko tinggi) dan batas-batas organ sehat yang harus dilindungi.
b. Penghitungan Dosis
Ahli fisika medis akan menghitung dosis radiasi yang dibutuhkan untuk membunuh sel kanker. Ahli fisika medis membuat perencanaan radiasi dengan bantuan algoritma komputer yang canggih.
c. Verifikasi Rencana
Rencana ini kemudian diverifikasi secara saksama oleh dokter spesialis untuk memastikan bahwa dosis yang akan dikirimkan telah tepat dosis dan tepat target.
Baca Juga: Spesialis Onkologi Radiasi: Manfaat, Jenis Tindakan & Efek Samping
4. Pelaksanaan Radioterapi (Treatment Delivery)
Tahap keempat adalah sesi harian di mana Anda akan menerima radiasi. Oleh karena itu, perhatikan beberapa poin penting di bawah ini:
a. Prosedur Harian
Anda akan berbaring di atas meja radiasi seperti LINAC VERSA HD. Kemudian, terapis radiasi akan menyesuaikan posisi Anda menggunakan penanda kecil yang dibuat saat simulasi.
b. Durasi dan Frekuensi
Prosedur ini biasanya dilakukan 5 kali dalam seminggu (Senin hingga Jumat) dengan durasi setiap sesi hanya beberapa menit. Total durasi perawatan bervariasi antara 3 hingga 6 minggu, tergantung jenis, stadium, dan target terapi.
c. Pemantauan
Selama mesin berjalan, terapis akan memantau Anda dari ruangan kontrol untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana.
5. Pengelolaan Obat dan Suplemen
Terakhir, sepanjang proses persiapan dan pelaksanaan, sangat penting untuk selalu berkoordinasi dengan dokter Anda.
Beri tahu dokter semua obat, suplemen, vitamin, atau obat kanker payudara herbal yang sedang Anda konsumsi. Beberapa zat tertentu berpotensi berinteraksi atau bahkan menghambat efektivitas radioterapi, sehingga perlu dihentikan atau disesuaikan.
Baca Juga: 10 RS Kanker Jakarta dengan Fasilitas Modern & Onkologi Terbaik
Perawatan Setelah Radioterapi Kanker Payudara
Setelah rangkaian radioterapi selesai, dokter akan menjadwalkan kunjungan lanjutan untuk memantau pemulihan dan memastikan tidak ada tanda kekambuhan.
Anda harus segera menyampaikan kepada dokter jika Anda mengalami:
- Nyeri yang terus-menerus.
- Muncul benjolan baru, memar, ruam, atau bengkak.
- Berat badan turun drastis.
- Demam atau batuk yang tak kunjung sembuh.
Penting untuk diingat, meskipun fokus utama adalah kanker, mengelola kesehatan metabolisme juga krusial.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya & Cara Mengatasinya
Efek Samping Radioterapi Kanker Payudara
Setiap pasien memiliki respons tubuh yang unik terhadap terapi, sehingga efek samping radioterapi kanker payudara yang dirasakan pun bisa berbeda-beda. Secara umum, radioterapi modern pada kanker payudara memiliki efek samping yang minimal, sehingga pasien tidak perlu khawatir mengenai nyeri ataupun efek samping lainnya.
Efek samping radioterapi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu yang muncul segera dan yang muncul dalam waktu lama setelah terapi selesai.
Berikut adalah beberapa efek samping kanker payudara:
Efek Samping Jangka Pendek
Efek samping jangka pendek biasanya mulai muncul dalam beberapa hari atau minggu setelah radioterapi dimulai.
Anda tidak perlu terlalu khawatir, karena efek samping ini umumnya bersifat sementara dan sering kali membaik pada minggu-minggu terakhir pengobatan atau beberapa saat setelahnya.
- Iritasi kulit di area yang terkena radiasi, seperti kemerahan, sensasi terbakar, atau menyerupai kulit yang terbakar matahari.
- Kelelahan, yang dapat berlangsung selama beberapa minggu setelah perawatan berakhir.
- Perubahan sensasi kulit.
- Kehilangan bulu ketiak (jika radiasi ditargetkan di area bawah lengan).
Efek Samping Jangka Panjang
Meskipun efek samping jangka panjang terbilang lebih lama muncul, yaitu setelah berbulan-bulan atau bahkan setahun pasca-terapi, perlu diingat bahwa efek ini biasanya juga hanya terjadi selama setahun setelah terapi radiasi.
- Kulit payudara terasa lebih tebal dan kencang dengan sensitivitas yang berkurang atau bertambah.
- Perubahan bentuk payudara, bisa karena penumpukan cairan atau karena jaringan parut.
Efek Samping yang Jarang Terjadi
Efek samping yang jarang terjadi adalah jenis efek samping yang sangat langka dari radioterapi.
Dokter Anda telah mempertimbangkan manfaat yang jauh lebih besar dari terapi ini dibandingkan risiko-risiko ini sebelum merekomendasikannya.
- Pembengkakan kelenjar getah bening (limfedema), terutama jika Anda pernah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening sebelum radioterapi.
- Kerapuhan tulang rusuk akibat kekuatan tulang yang berkurang di area yang diradiasi.
- Peradangan pada jaringan paru-paru (pneumonitis radiasi).
- Penurunan fungsi jantung jika radiasi diberikan di sisi kiri dada, meskipun teknologi modern kini dirancang untuk meminimalkan risiko ini.
- Kanker sekunder yang disebabkan oleh radiasi (risiko ini sangat minim dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk muncul).
Cara Mengatasi Efek Samping Radioterapi Kanker Payudara
Meskipun efek samping sulit dihindari, Anda tetap dapat mengurangi risikonya dengan melakukan cara-cara berikut ini:
- Pakaian Longgar: Kenakan pakaian dan bra tanpa kawat agar kulit tidak iritasi.
- Perawatan Kulit: Gunakan sabun yang gentle/lembut, melembapkan tanpa pewangi tambahan, dan hindari menggosok atau menggaruk kulit yang terkena radiasi.
Jangan gunakan kompres es atau bantal penghangat. Gunakan obat oles yang direkomendasi dokter spesialis untuk mencegah munculnya efek samping kulit yang luas dan/atau berat.
- Istirahat Cukup: Luangkan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Kurangi aktivitas fisik yang intens dan banyak berkeringat, terutama di area dada dan ketiak.
- Pola Makan Sehat: Terapkan pola makan yang sehat.
Kanker Apa Saja yang Dapat Dilakukan Radioterapi?
Radioterapi adalah pengobatan serbaguna dan dapat diberikan pada berbagai jenis kanker, tidak hanya payudara.
Beberapa jenis kanker lain yang dapat ditangani dengan radioterapi, termasuk dengan teknologi canggih seperti di Tzu Chi Hospital, meliputi:
- Kanker Serviks
- Kanker Nasofaring
- Kanker Pita Suara
- Kanker Paru
- Kanker Kolorektal
- Kanker Saluran Cerna
- Kanker Kepala dan Leher
- Kanker Prostat/Urogenital
- Kanker Hati
- Leukemia dan Limfoma
- Tumor Otak
- Kanker Kulit
- Kanker Jaringan Lunak
- Kanker dengan Metastasis
Baca Juga: 10 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Indonesia
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda telah didiagnosis dengan kanker payudara atau memiliki riwayat keluarga yang kuat dan merasakan adanya benjolan atau perubahan pada payudara, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional. Perawatan yang tepat sasaran dan cepat adalah kunci keberhasilan.
Di Tzu Chi Hospital, kami berkomitmen memberikan pelayanan radioterapi yang aman, tepat, dan penuh perhatian. Instalasi radioterapi kami bahkan telah meraih penghargaan tertinggi dari BAPETEN atas standar Keselamatan dan Keamanan Pemanfaatan Sumber Radiasi.
Tzu Chi Hospital memiliki tim spesialis onkologi radiasi yang diisi beberapa dokter spesialis terbaik yang siap mendampingi Anda dengan pendekatan holistik dan empati seperti:
- dr. Defrizal, Sp.Onk.Rad (K)
- dr. Fenny Gozal, Sp.Onk.Rad, M.A.R.S
- dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H.
Testimoni pasien:
“Sejak saya melahirkan anak kedua, satu bulan kemudian ketika periksa saya sudah ada mioma... Setelah itu periksa rutin sampai dengan 5 bulan kemudian, akhirnya ditemukan adanya kanker. Saat menjalani pengobatan di Tzu Chi Hospital, saya merasakan komunikasi yang informatif, jelas, dan menenangkan. Tim medis menjelaskan dengan sabar dan detail sehingga saya merasa lebih percaya diri menjalani terapi radiasi. Pelayanannya sangat baik dan penuh perhatian.” — Joyce, Pasien Radioterapi
Jika Anda ingin menjadwalkan kunjungan atau mencari informasi dokter yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan klik fitur Cari Dokter di halaman website Tzu Chi Hospital.
Jangan lupa untuk selalu melakukan deteksi dini pada kondisi tubuh Anda. Segera jadwalkan medical check-up secara rutin untuk memastikan kesehatan optimal dan mendeteksi penyakit lebih awal
Segera konsultasi dengan dokter spesialis kami, silakan hubungi kami via WhatsApp untuk pelayanan lebih lanjut.
Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H.
Referensi:
European Journal of Breast Health. New Approaches in Breast Cancer Radiotherapy.
International Journal of Women’s Health. Benefits, Risks, and Safety of External Beam Radiation Therapy for Breast Cancer.





