Tindakan Medis & Terapi
Skrining Kanker Payudara: Prosedur, Biaya & Kapan Harus Periksa?
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 09 Februari 2026

Skrining kanker payudara sering dianggap sepele karena banyak orang merasa tidak mungkin terkena kanker.
Padahal, kanker payudara bisa berkembang secara diam-diam dan baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut.
Untuk itulah dikenal istilah SADANIS yang singkatan dari pemeriksaan payudara klinis. Salah satu bentuknya yaitu skrining kanker payudara ini bertujuan mendeteksi kelainan sejak dini.
Mari kenali lebih jauh prosedur skrining kanker payudara, biaya yang dibutuhkan, serta metode skrining yang tersedia agar deteksi bisa dilakukan lebih tepat dan efektif.
Apa itu Skrining Kanker Payudara?
Banyak orang bertanya, “Bagaimana cara mengetahui kita terkena kanker payudara?” Jawabannya adalah melalui pemeriksaan rutin yang disebut skrining kanker payudara.
Skrining kanker payudara adalah pemeriksaan yang bertujuan menemukan perubahan atau kelainan di payudara sebelum gejala muncul, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pilihan Metode Skrining Kanker Payudara
Ada tiga metode medis utama untuk skrining kanker payudara, yaitu:
1. Mammografi
Mammografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah. Hasil pemeriksaan ini lebih detail, karena dapat mendeteksi benjolan, kalsifikasi, atau tanda awal kanker payudara bahkan sebelum bisa diraba.
Saat ini, di rumah sakit Indonesia, tersedia mammografi 2D konvensional dan teknologi terbaru 3D seperti 3Dimensions™ Mammography System, yang lebih akurat untuk payudara padat dan memiliki waktu scan hanya 3,7 detik.
2. USG Mammae (USG Payudara)
USG mammae menggunakan gelombang suara untuk melihat jaringan payudara. USG biasanya digunakan pada wanita dengan payudara padat atau sebagai tambahan jika mammografi menemukan area mencurigakan.
3. MRI Payudara (Magnetic Resonance Imaging)
Berbeda dengan mammografi, MRI payudara menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio (tanpa radiasi) untuk menghasilkan gambaran potongan tubuh yang sangat rinci.
Metode ini biasanya direkomendasikan sebagai skrining tambahan bagi wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara (seperti memiliki riwayat genetik keluarga atau mutasi gen BRCA).
Selain itu, MRI juga efektif untuk mengevaluasi kondisi implan payudara atau mendeteksi kanker yang tidak terlihat jelas pada mammografi biasa.
Baca Juga: Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, Pengobatan, & Cara Mencegahnya
Kapan Melakukan Skrining Kanker Payudara?
Skrining kanker payudara sebaiknya dilakukan secara rutin, meski belum ada gejala yang terlihat. Deteksi dini terbukti meningkatkan peluang kesembuhan dan menurunkan risiko komplikasi.
Rekomendasi waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan adalah setiap 2 tahun untuk wanita berusia 40–74 tahun.
Selain itu, wanita dengan payudara padat atau faktor risiko tinggi bisa mempertimbangkan tambahan USG atau MRI.
Skrining tetap penting meski belum ada gejala, karena deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan.
Persiapan sebelum Skrining Kanker Payudara
Agar skrining kanker payudara berjalan nyaman, persiapan sebelum pemeriksaan sangat penting.
Beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:
-
Kenakan pakaian yang mudah dilepas di bagian atas, sehingga Anda dapat membuka bagian atas tubuh dengan mudah untuk pemeriksaan mammografi atau USG.
-
Lepaskan perhiasan, piercing puting, dan hindari penggunaan deodorant atau bedak talcum, karena bisa mengganggu hasil pencitraan dan mempengaruhi kualitas gambar.
-
Beri tahu petugas jika mengalami kesulitan berjalan, berdiri, atau merasa tidak nyaman saat skrining.
-
Sampaikan jika merasa cemas atau malu, karena petugas terlatih untuk mendukung kenyamanan pasien.
Prosedur dan SOP Skrining Kanker Payudara
Skrining kanker payudara bertujuan mendeteksi kanker sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
Skrining dilakukan melalui beberapa metode, yaitu mammografi, USG mammae, pemeriksaan klinis payudara (SADANIS), dan MRI payudara untuk kasus risiko tinggi.
1. Mammografi
Mammografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah untuk menghasilkan gambar jaringan payudara.
Ini merupakan metode standar untuk skrining wanita, terutama usia 40 tahun ke atas.
Prosedur mammografi:
-
Petugas mammographer menempatkan payudara di mesin sinar-X.
-
Payudara ditekan ringan di antara dua pelat plastik agar gambar lebih jelas.
-
Setiap payudara biasanya diambil dua sudut (CC dan MLO).
-
Pemeriksaan berlangsung hanya beberapa menit per payudara, dan hasil keluar sekitar 2 minggu.
Meskipun terkadang terasa tidak nyaman, prosedur ini aman dan cepat. Mammografi membantu mendeteksi benjolan, kalsifikasi, atau tanda awal kanker payudara sebelum gejala muncul.
Baca Juga: 3 Dimensions Mammography System untuk Deteksi Kanker Payudara
2. USG Mammae
USG mammae menggunakan gelombang suara berenergi tinggi untuk melihat jaringan payudara.
Pemeriksaan ini sering digunakan sebagai pelengkap mammografi, terutama untuk:
-
Wanita dengan payudara padat
-
Wanita dengan risiko tinggi kanker payudara
Prosedur USG Mammae:
-
Pasien berbaring di meja pemeriksaan dengan lengan diangkat di atas kepala.
-
Gel khusus diaplikasikan pada permukaan payudara untuk memudahkan transmisi gelombang suara.
-
Dokter atau teknolog menggunakan transduser (alat pengirim gelombang suara) untuk memindai seluruh payudara dan ketiak.
-
Gambar di layar diperiksa secara real-time, dan area mencurigakan dicatat untuk evaluasi lebih lanjut.
-
Pemeriksaan biasanya memakan waktu 15–30 menit dan tidak menimbulkan radiasi.
USG tidak menggunakan radiasi, sehingga aman untuk semua usia. Pemeriksaan ini membantu menemukan kelainan yang mungkin tidak terlihat pada mammografi.
3. Pemeriksaan Klinis Payudara (SADANIS)
SADANIS adalah pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga kesehatan profesional, seperti dokter, perawat, atau bidan.
SADANIS sering digunakan sebagai langkah awal atau pendukung skrining imaging. Biasanya dilakukan secara rutin setiap 1–2 tahun, terutama pada wanita berisiko tinggi.
Prosedur SADANIS:
-
Inspeksi visual: Memeriksa perubahan kulit, puting, atau bentuk payudara.
-
Palpasi/perabaan: Tenaga kesehatan meraba seluruh payudara, ketiak, dan tulang selangka untuk mendeteksi benjolan, massa, atau penebalan.
4. MRI Payudara
MRI payudara digunakan pada wanita dengan risiko tinggi, seperti memiliki riwayat keluarga kanker payudara atau mutasi genetik BRCA1/BRCA2.
MRI biasanya digunakan sebagai pelengkap, bukan skrining rutin untuk wanita tanpa gejala. MRI lebih sensitif mendeteksi kanker dibanding mammografi dan dapat memberikan gambar detail jaringan payudara tanpa radiasi
Prosedur MRI Payudara:
-
Pasien berbaring telungkup di meja MRI, dengan payudara ditempatkan di dalam koil khusus.
-
Mesin MRI menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail jaringan payudara.
-
Pemeriksaan biasanya memakan waktu 30–60 menit.
-
Jika ditemukan area mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti biopsi.
Setelah Skrining Kanker Payudara
Setelah skrining selesai, pasien dapat mengenakan pakaian kembali secara privat dan beristirahat sebentar sebelum meninggalkan fasilitas.
Hasil mammografi atau USG biasanya keluar dalam 1–2 minggu, tergantung fasilitas kesehatan. Tim medis akan menghubungi pasien atau menyiapkan laporan tertulis.
Jika ada indikasi abnormal, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti biopsi, MRI tambahan, atau konsultasi dengan spesialis onkologi.
Berapa Biaya Skrining Kanker Payudara?
Biaya skrining kanker payudara sangat tergantung pada jenis pemeriksaan dan fasilitas kesehatan yang dipilih.
Secara umum, biaya skrining di rumah sakit swasta atau klinik berada pada kisaran berikut:
-
Mammografi, mulai dari sekitar Rp488.000 untuk mammografi 2D hingga Rp900.000 untuk mammografi 3D. Biaya ini biasanya bisa sudah termasuk konsultasi dokter atau pemeriksaan tambahan seperti USG.
-
USG Mammae, berkisar antara Rp250.000 hingga Rp750.000, dengan beberapa paket termasuk konsultasi dokter sekitar Rp599.000.
Harga bisa berbeda di setiap rumah sakit atau klinik, tergantung fasilitas dan paket yang ditawarkan.
Selain layanan berbayar, beberapa daerah juga menyediakan skrining gratis melalui program pemerintah atau puskesmas tertentu.
FAQ seputar Skrining Kanker Payudara
Setelah mengetahui pentingnya skrining kanker payudara, mungkin muncul berbagai pertanyaan seputar cara akses. Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan:
Apakah bisa skrining kanker payudara di puskesmas?
Ya, skrining kanker payudara bisa dilakukan di puskesmas terdekat. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan melalui metode SADANIS oleh tenaga kesehatan terlatih, dan sering didukung oleh USG oleh dokter umum jika diperlukan. Layanan ini bisa gratis atau ditanggung BPJS.
Di mana skrining kanker payudara gratis?
Skrining kanker payudara gratis bisa Anda dapatkan di puskesmas. Beberapa rumah sakit dan yayasan kesehatan juga menyediakan skrining gratis melalui program khusus.
Apakah skrining kanker payudara ditanggung BPJS?
BPJS Kesehatan menanggung skrining kanker payudara melalui Clinical Breast Examination (CBE) yang dilakukan tenaga kesehatan profesional di puskesmas atau klinik. Skrining ini bisa juga mencakup USG payudara jika ada indikasi medis.
Dapatkan Paket Skrining Kanker Payudara tanpa Sentuh Tangan di Tzu Chi Hospital
Walaupun Anda tidak merasakan gejala atau keluhan pada payudara, skrining kanker payudara tetap sangat penting.
Kanker payudara dapat berkembang secara diam-diam, dan sering baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap lanjut.
Untuk itu, Tzu Chi Hospital menyediakan paket skrining kanker payudara tanpa sentuh tangan melalui mammografi 3D dengan mesin canggih berteknologi AI, serta opsi USG mammae untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Anda bisa mendapatkannya sebagai pemeriksaan mandiri atau dalam paket MCU wanita, sehingga pemeriksaan menjadi lebih hemat.
Keunggulan paket skrining kanker payudara di Tzu Chi Hospital:
-
Mammografi 2D & 3D: deteksi kanker lebih akurat, aman, dan nyaman.
-
USG Mammae: evaluasi tambahan untuk payudara padat atau risiko tinggi.
-
Prosedur cepat dan minim nyeri: waktu pemindaian 3D hanya 3,7 detik, rasa nyeri minimal, dan prosedur minimal invasif.
-
Hasil lebih akurat: teknologi AI mendukung radiolog menganalisis lebih cepat dan tepat.
Untuk menjadwalkan pemeriksaan, Anda bisa menghubungi WhatsApp Tzu Chi Hospital. Jadwal konsultasi dokter dapat dicek melalui menu Cari Dokter di website.
Dengan skrining berkala, Anda bisa mendeteksi kanker payudara lebih awal dan menjaga kesehatan payudara dengan lebih optimal!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Dismas, Sp.B
Referensi:
Topik





