Disease
Rentan Menyerang Ibu Setelah Melahirkan, Kenali Tiroiditis Postpartum
Ditulis Oleh
Admin • 15 Januari 2026

Setiap ibu yang baru melahirkan tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan tubuhnya. Mudah lelah, emosi yang tidak stabil, dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih wajar terjadi pada masa ini. Namun, bila keluhan tersebut berlangsung lama atau semakin terasa mengganggu aktivitas, Anda perlu waspada karena itu bisa jadi tanda-tanda tiroiditis postpartum.
Tiroiditis postpartum adalah peradangan kelenjar tiroid yang muncul setelah melahirkan. Kondisi ini dapat dialami oleh setiap ibu, bahkan pada mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit tiroid sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Herpes Genital: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Meski kejadiannya tergolong jarang, penting bagi ibu untuk mengenali penyebab dan tanda-tanda tiroiditis postpartum agar tidak terlewatkan dan dapat ditangani sejak dini. Kenali lebih jauh mengenai tiroiditis postpartum dalam artikel berikut ini.
Penyebab Tiroiditis Postpartum
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari tiroiditis postpartum. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas antibodi anti-tiroid setelah melahirkan, seiring kembalinya fungsi sistem kekebalan tubuh ibu ke kondisi normal, yang dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid.
Peradangan tersebut dapat menyebabkan pelepasan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan sehingga memicu fase hipertiroid sementara. Seiring waktu, peradangan dapat merusak sel-sel tiroid dan menurunkan kemampuan kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon dan berujung pada fase hipotiroid.
Faktor Risiko Tiroiditis Postpartum
Ibu hamil dengan faktor risiko tertentu diketahui memiliki potensi lebih tinggi mengalami tiroiditis postpartum. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Memiliki penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1, lupus, rheumatoid arthritis, atau multiple sclerosis
- Memiliki riwayat gangguan tiroid sejak sebelum hamil
- Pernah mengalami tiroiditis postpartum pada kehamilan sebelumnya
- Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
- Kadar antibodi tiroid (anti-TPO) yang tinggi, diketahui melalui tes darah
Gejala Tiroiditis Postpartum
Terdapat dua fase dalam gejala tiroiditis postpartum, yaitu fase hipertiroid dan hipotiroid. Pada fase hipertiroid, kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah besar, sehingga ibu akan merasakan sejumlah gejala, seperti:
- Detak jantung sangat cepat
- Keringat berlebihan
- Penurunan berat badan
- Sering buang air besar
- Mudah cemas
Setelah melewati fase hipertiroid, fungsi tiroid dapat kembali normal. Namun pada sebagian ibu, peradangan dapat menyebabkan tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid). Kondisi ini bisa bersifat sementara atau menetap, sehingga pada kasus tertentu diperlukan terapi hormon tiroid jangka panjang.
Pada fase hipotiroid, ibu dapat mengalami gejala seperti:
- Detak jantung yang melambat
- Kelelahan berlebih
- Kenaikan berat badan
- Mudah merasa dingin
- Sembelit
Gejala tiroiditis postpartum sering dianggap sebagai stress, kelelahan, atau perubahan emosional yang ibu alami setelah melahirkan, sehingga kerap kali sulit terdeteksi. Karena itu, bila keluhan terasa berlebihan, berlangsung lama, atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari dan perawatan bayi, ibu disarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes untuk menjalani pemeriksaan fungsi tiroid.
Kapan Ibu Perlu Periksa Tiroid?
Ibu disarankan untuk berkonsultasi ke dokter apabila setelah melahirkan mengalami keluhan seperti jantung berdebar cepat tanpa sebab yang jelas, merasa cemas berlebihan, kelelahan yang tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat, perubahan berat badan yang tidak wajar, serta gangguan suasana hati yang berlangsung lama. Pemeriksaan fungsi tiroid melalui tes darah dapat membantu memastikan penyebab keluhan tersebut sejak dini dan menentukan penanganan yang tepat.
Komplikasi Tiroiditis Postpartum
Jika tidak ditangani dengan baik, tiroiditis postpartum dapat menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain:
- Hipotiroid yang menetap
Pada sebagian ibu, fungsi tiroid dapat menjadi kurang aktif dalam jangka panjang sehingga memerlukan pengobatan hormon tiroid secara rutin. - Gangguan kualitas hidup ibu
Kelelahan yang berkepanjangan, perubahan emosi, serta kesulitan berkonsentrasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan peran ibu dalam merawat bayi. - Gangguan menyusui
Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat memengaruhi stamina ibu dan secara tidak langsung mengganggu proses menyusui. - Risiko kambuh pada kehamilan berikutnya
Ibu yang pernah mengalami tiroiditis postpartum memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama pada kehamilan selanjutnya.
Baca Juga: Hipertiroid: Gejala dan Terapinya
Periksa Kesehatan Tiroid Pasca Melahirkan di Tzu Chi Hospital
Masa setelah melahirkan adalah waktu penting bagi pemulihan dan kesehatan ibu. Oleh karena itu, jangan abaikan setiap perubahan yang dirasakan pada tubuh. Dengan dukungan pemeriksaan laboratorium yang lengkap serta penanganan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes di Tzu Chi Hospital, Anda dapat memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai. Percayakan kesehatan Anda pada rumah sakit yang terpercaya, agar proses pemulihan berjalan lebih tenang dan Anda dapat kembali beraktivitas dengan nyaman bersama buah hati tercinta.
Artikel ini telah direview secara medis oleh DR. Dr. Indra Wijaya, M.Kes, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, FACP
Topik
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis

