Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
11 Cara Menurunkan Demam agar Cepat Turun & Hal yang Harus Dihindari
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 11 Februari 2026

Demam adalah kondisi ketika tubuh mencoba memerangi infeksi atau penyakit tertentu. Biasanya.
Penting untuk mengetahui cara menurunkan demam agar cepat reda karena bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perlu diingat, cara menurunkan demam pada orang dewasa berbeda dengan anak-anak. Namun tenang, semua penjelasannya akan dibahas lengkap di artikel ini.
Cara Menurunkan Demam agar Cepat Turun
Sebelum memutuskan untuk ke dokter, ada beberapa cara sederhana untuk meringankan demam, antara lain:
1. Dinginkan Suhu Ruangan
Cara menurunkan demam pada orang dewasa tanpa obat adalah dengan memastikan suhu ruangan tetap sejuk.
Anda bisa menyalakan kipas angin, membuka jendela atau menyalakan pendingin ruangan (AC). Ruangan yang sejuk membantu tubuh tetap nyaman dan mengurangi panas berlebih.
Namun, jangan arahkan langsung ke tubuh, karena justru bisa menyebabkan tubuh menggigil.
2. Kompres dengan Air Dingin
Coba mengompres dahi, leher bagian belakang, ketiak, atau selangkangan Anda dengan kain basah dan dingin untuk membantu mengurangi suhu tubuh.
Cara menurunkan demam pada orang dewasa maupun anak-anak ini dikenal dengan tepid sponging dan dilakukan sekitar 5 menit.
Meskipun efektif untuk meredakan rasa tidak nyaman, metode ini tidak sekuat efek dari obat penurun demam.
3. Kenakan Pakaian Tipis
Mengenakan pakaian tipis membantu panas tubuh keluar lebih lancar, serta memberikan efek pendinginan.
Sebaliknya, pakaian tebal atau terlalu hangat bisa meningkatkan suhu tubuh bahkan saat tidak sedang sakit.
Cara ini berlaku untuk semua usia, termasuk anak-anak, agar tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.
4. Konsumsi Obat Penurun Panas
Jika Anda bertanya, bagaimana cara agar demam cepat turun? Jawaban paling efektif adalah mengonsumsi obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen.
Cara ini bisa dipilih jika demam membuat tubuh tidak nyaman, nyeri, atau sulit beristirahat. Namun, jangan asal memberi obat penurun panas pada anak-anak.
Hindari memberi parasetamol pada bayi di bawah 2 bulan, sedangkan ibuprofen tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 3 bulan. Selain itu, aspirin juga dilarang diberikan pada anak karena berisiko menimbulkan sindrom Reye.
5. Minum Air yang Banyak
Demam dapat menyebabkan kehilangan cairan dan risiko dehidrasi. Minum air yang cukup sangat penting agar tubuh tetap terhidrasi dan mendukung proses penyembuhan.
Selain air, jus, sup, atau cairan elektrolit juga bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama saat demam tinggi.
Apalagi, bayi lebih rentan mengalami dehidrasi saat demam. Maka, cara menurunkan demam dengan cepat pada bayi adalah berikan ASI atau susu formula lebih sering dari biasanya.
Jika bayi sudah mulai MPASI, cairan tambahan seperti air putih sesuai usia juga dapat diberikan.
Baca Juga: 11 Ciri Kanker pada Anak yang Harus Diwaspadai dan Penyebabnya!
6. Istirahat yang Cukup
Istirahat adalah salah satu cara paling efektif untuk membantu tubuh melawan infeksi penyebab demam.
Saat demam, tubuh membutuhkan minimal 7–9 jam tidur bagi orang dewasa, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan lebih lama, yaitu 9–12 jam.
Tidur yang cukup membantu sistem imun bekerja optimal, mengurangi rasa lelah, dan mempercepat penurunan suhu tubuh.
7. Mandi dengan Air Hangat
Cara menurunkan demam secara alami adalah dengan mandi air hangat atau suam-suam kuku untuk menurunkan suhu tubuh secara bertahap.
Jika demam disertai menggigil, gunakan air hangat untuk menenangkan tubuh dan mencegah rasa dingin yang berlebihan.
Namun, jika tubuh sudah tidak menggigil, mandi dengan air suhu ruang bisa memberikan sensasi segar dan membantu tubuh merasa lebih nyaman.
8. Gunakan Selimut Tipis
Banyak yang bertanya, apakah saat demam boleh selimutan? Jawabannya boleh, tetapi gunakan selimut tipis saja.
Selimut tipis membantu menjaga kehangatan tubuh tanpa membuat suhu meningkat secara berlebihan.
Terlalu banyak lapisan selimut justru dapat membuat panas tubuh sulit keluar dan memperlambat proses pendinginan alami tubuh.
9. Makan Makanan Bergizi
Cara menurunkan demam pada remaja, anak, dan orang dewasa adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi.
Makanan yang tepat dapat menjaga energi tubuh dan mendukung sistem imun saat melawan penyakit penyebab demam.Hindari makanan berat atau terlalu berlemak karena bisa memberatkan kerja sistem pencernaan dan membuat tubuh cepat lelah.
Baca Juga: 12 Makanan Penyebab Tipes, Stop Jajan Sembarangan!
10. Minum Air Dingin
Minum air dingin bisa jadi cara mengatasi demam di malam hari pada orang dewasa. Meski begitu, minum air dingin bukan cara menurunkan demam secara permanen, tetapi cara sementara untuk meringankan rasa panas dan membantu tubuh merasa lebih nyaman.
Air dingin dapat memberikan sensasi segar, menenangkan tenggorokan, dan membantu menghidrasi tubuh.
Jika memungkinkan, coba kombinasikan dengan cairan hangat atau elektrolit jika demam disertai dehidrasi ringan.
11. Pakai Bawang Merah
Apa obat penurun panas alami? Bawang merah bisa jadi obat alami untuk meringankan demam ringan.
Ini bisa dipakai sebagai cara menurunkan demam pada anak 6 tahun karena tidak mengganggu dan berbahaya.
Caranya dengan menghaluskan bawang merah dan menempelkan pada telapak kaki atau area tertentu.
Agar efeknya lebih maksimal, beberapa orang menambahkan minyak kayu putih saat penggunaan luar, karena minyak ini dapat membantu sensasi hangat dan meningkatkan penyerapan zat aktif bawang.
Hal yang Harus Dihindari saat Demam
Apa yang tidak boleh dilakukan saat demam tinggi? Mengetahui hal-hal yang sebaiknya dihindari penting agar demam tidak bertambah parah atau menimbulkan komplikasi. Berikut daftar hal yang harus dihindari:
-
Jangan menggunakan termometer kaca, karena mudah pecah dan berbahaya.
-
Jangan memakai stiker/strip dahi, karena hasilnya tidak akurat.
-
Jangan menggunakan alkohol atau air es untuk menurunkan panas anak secara paksa.
-
Jangan memaksa anak untuk makan makanan padat, cairan lebih dibutuhkan saat demam.
-
Jangan membangunkan anak hanya untuk memberi obat penurun panas.
-
Jangan memberikan aspirin pada anak.
-
Jangan memberikan obat demam pada bayi di bawah 3 bulan tanpa petunjuk dokter.
-
Jangan memberikan ibuprofen untuk bayi kurang dari 6 bulan tanpa izin dokter.
-
Jangan berganti-ganti obat tanpa instruksi dokter untuk menghindari overdosis.
-
Jangan berpakaian terlalu tipis atau terlalu tebal, gunakan pakaian ringan dan nyaman.
-
Jangan mengabaikan demam jika terus berlangsung atau makin parah, segera periksakan ke dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika suhu tubuh sudah lebih dari 39°C atau demam tidak kunjung turun setelah mencoba cara menurunkan demam di rumah di atas, segera datangi dokter di rumah sakit terdekat.
Demam sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya, sehingga harus diperiksakan penyebabnya.
Biasanya, dokter akan lebih dulu menanyakan gejala yang kamu rasakan, riwayat kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, hingga kemungkinan paparan infeksi, perjalanan terakhir, atau vaksinasi yang pernah dilakukan.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dari kepala hingga kaki untuk mencari sumber infeksi. Suhu tubuh juga akan dikonfirmasi dengan termometer, paling akurat lewat pengukuran rektal, disusul oral atau telinga.
Baru setelah itu, jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah atau urine untuk memastikan penyebab demam.
Di Tzu Chi Hospital, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan medis yang akurat dengan dukungan IGD dan ambulans 24 jam, sehingga diagnosis dan penanganan bisa dilakukan kapan saja.
Anda bisa langsung datang ke rumah sakit untuk penanganan segera atau membuat janji temu dengan dokter melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital. Periksa jadwal praktik dokter bisa melalui menu Cari Dokter.
Segera dapatkan penanganan sebelum demam berkembang menjadi komplikasi serius!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Sayuri Suwandi, Sp.PD, FINASIM
Referensi:
High temperature (fever) in adults | NHS
Fever in Adults - Infections - MSD Manual Consumer Version
Topik





