Kesehatan Gigi dan Mulut
Gigi Berlubang Berdarah? Ini Cara Mengatasi & Bahayanya!
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 01 Desember 2025

Punya gigi berlubang dan tiba-tiba berdarah saat sikat gigi atau berkumur? Kondisi ini bisa jadi indikasi Anda mengalami gigi berlubang berdarah.
Penyebabnya bisa karena iritasi, infeksi, atau kerusakan jaringan di sekitar gigi. Tidak heran, banyak orang panik saat mengalaminya.
Anda mungkin punya banyak pertanyaan, seperti apakah ini berbahaya, kenapa bisa terjadi, dan bagaimana cara menghentikan pendarahannya.
Semuanya sudah dijelaskan lengkap di bawah ini!
Apakah Gigi Berlubang Berdarah Berbahaya?

Meskipun gigi berlubang sering dianggap masalah ringan, sebenarnya kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.
Apabila dibiarkan, kerusakan dapat menyebar ke lapisan terdalam gigi (pulp) yang berisi saraf dan pembuluh darah. Infeksi tersebut bisa berkembang menjadi abses gigi.
Selain itu, gigi berlubang berdarah yang tidak ditangani dapat menyebabkan:
-
Nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
-
Abses gigi (infeksi bakteri).
-
Pembengkakan atau keluarnya nanah di sekitar gigi.
-
Kerusakan atau patahnya gigi.
-
Kesulitan mengunyah makanan.
-
Perpindahan posisi gigi setelah gigi rusak atau tanggal.
Penyebab Gigi Berlubang Berdarah
Pastinya Anda penasaran, apa penyebab gigi berlubang mengeluarkan darah? Penyebabnya biasanya karena ada iritasi atau peradangan di jaringan sekitar gigi.
Iritasi dan peradangan yang muncul bisa dikarenakan:
1. Lubang Gigi Mencapai Pulpa
Gigi berlubang berdarah dan sakit biasanya karena lubang gigi sudah terlalu dalam hingga mengenai lapisan pulpa (bagian dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah).
Saat Anda menyikat gigi, lapisan tersebut bisa teriritasi dan berdarah. Kalau sampai disertai nyeri berdenyut dan gusi merah bengkak, harus segera ditangani dokter gigi.
2. Menyikat Gigi Terlalu Keras
Ini penyebab paling umum gigi berdarah. Goresan berlebihan saat menyikat gigi bisa melukai gusi di sekitar gigi berlubang.
Karies sudah menyebabkan area tersebut sensitif, sehingga sedikit gesekan saja bisa memicu perdarahan ringan. Alternatinya, gunakan sikat berbulu lembut.
3. Radang Gusi (Gingivitis)
Gigi berlubang sering disertai penumpukan plak dan bakteri di garis gusi. Lama-kelamaan kondisi ini menyebabkan gingivitis. Saat gusi meradang, jaringan jadi mudah robek dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau makan.
4. Makan Makanan Keras atau Tajam
Makanan seperti keripik, kacang, atau permen keras bisa menggores gusi di sekitar gigi berlubang dan melukai hingga menyebabkan perdarahan ringan atau rasa nyut-nyutan.
5. Infeksi Bakteri di Dalam Gigi
Kalau Anda mengalami gigi berlubang berdarah dan bau, penyebabnya bisa karena infeksi bakteri di lapisan pulpa.
Gejalanya, keluar darah dan cairan dari saluran akar atau gusi sekitar. Kondisi ini biasanya disertai rasa logam di mulut.
6. Abses Gigi
Gigi berlubang berdarah kental dan bercampur nanah merupakan kondisi paling parah. Darah mengental pertanda pendarahan sudah cukup lama atau tercampur nanah. Ini bisa terjadi jika infeksi bakteri membentuk kantung nanah (abses) di ujung akar gigi.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang Berdarah
Jika Anda mencurigai gigi berlubang yang berdarah sudah mencapai pulp, segera periksakan ke dokter gigi untuk mencegah komplikasi serius seperti abses gigi.
Berikut berbagai cara menghentikan pendarahan di gigi berlubang:
1. Perawatan Fluoride
Kalau kasus gigi berlubang berdarah masih kecil, dokter dapat memberikan perawatan fluoride, yaitu mineral alami yang memang punya efek pelindung untuk gigi.
Perawatan fluoride bisa berbentuk gel, busa, atau varnish yang diaplikasikan untuk memperbaiki enamel yang rusak dan mencegah lubang makin dalam.
Dokter juga akan memberikan Anda pasta gigi atau obat kumur dengan kandungan fluoride.
2. Tambal Gigi
Jika lubang gigi dalam, dokter akan menyarankan tambal gigi dengan bahan tambalan gigi khusus.
Sebelum menambal, dokter akan mengangkat jaringan gigi yang membusuk lalu menutupinya dengan bahan tambalan tersebut.
3. Perawatan Saluran Akar
Cara mengatasi gigi berlubang berdarah kalau sudah parah adalah dengan melakukan perawatan saluran akar.
Langkah ini akan mengangkat jaringan saraf yang terinfeksi, membersihkan dan mensterilkan saluran akar, lalu menutup kembali dengan bahan khusus.
4. Pemasangan Mahkota Gigi
Mahkota gigi adalah pelindung berbentuk seperti topi yang dipasang di atas gigi untuk mengembalikan fungsi gigi yang rusak, jadi fungsi kunyah tidak terganggu.
Biasanya, prosedur ini dilakukan pada gigi yang sudah rapuh, patah, atau telah melalui perawatan saluran akar.
5. Cabut Gigi
Untuk kasus yang sudah terlalu parah, seperti gigi bungsu berlubang dan berdarah maupun gigi lainnya, dokter akan melakukan pencabutan gigi.
Setelah pencabutan, dokter bisa merekomendasikan pengganti gigi implant agar Anda bisa mengunyah makanan seperti biasa.
Baca Juga: Mengenal Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
Cara Alami Mengatasi Gigi Berlubang Berdarah
Kalau kasus gigi berlubang berdarah tetapi tidak sakit, Anda bisa mencoba beberapa cara alami untuk mencegah kerusakan semakin parah.
Namun, cara alami bukan pengganti perawatan dokter gigi, hanya langkah awal sebelum kondisi bertambah buruk, di antaranya:
1. Sikat Gigi Secara Teratur
Sikat gigi minimal dua kali sehari (setelah makan dan sebelum tidur). Gunakan sikat berbulu lembut dan gerakannya bulat-bulat kecil, jangan menekan ke bawah. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat enamel.
2. Berkumur dengan Obat Kumur Fluoride
Obat alami gigi berlubang dan berdarah adalah kumur fluoride. Obat ini membantu membunuh bakteri penyebab gigi berlubang dan memperkuat lapisan luar gigi. Pilih jenis tanpa alkohol supaya tidak menimbulkan rasa perih di area yang berdarah.
3. Kunyah Permen Karet Xylitol
Xylitol adalah zat yang dapat menstimulasi produksi air liur yang penting untuk menetralkan asam dan membantu proses remineralisasi gigi. Pastikan permen karet bebas gula agar tidak memperburuk kondisi.
4. Gunakan Benang Gigi (Flossing)
Flossing membantu membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi dan mencegah bakteri menumpuk di sekitar lubang atau gusi. Lakukan setiap setelah menyikat gigi dengan lembut agar tidak memperparah perdarahan.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa
FAQ seputar Gigi Berlubang Berdarah
Simak juga berbagai pertanyaan yang sering muncul seputar gigi berlubang dan berdarah, beserta jawabannya:
Apa yang terjadi jika gigi berlubang Anda berdarah?
Jika gigi berlubang mulai berdarah, artinya kerusakan gigi sudah cukup dalam dan mungkin mengiritasi gusi atau saraf. Kalau darah keluar terus-menerus, segera periksa ke dokter gigi.
Apa jadinya jika gigi berlubang dibiarkan?
Gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan akan bertambah rusak ke dalam, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan gigi.
Awalnya hanya terasa ngilu, tapi lama-kelamaan bisa menyebabkan nyeri hebat, bahkan gigi patah atau tanggal.
Gigi berlubang tapi tidak sakit, apakah berbahaya?
Ya, tetap berbahaya. Tidak semua gigi berlubang langsung menimbulkan rasa sakit, terutama jika lubangnya masih kecil atau belum menyentuh saraf.
Namun, bakteri tetap aktif mengikis lapisan gigi dari dalam, sehingga lubang akan membesar tanpa disadari.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika perdarahan dari gigi berlubang tidak kunjung berhenti, disertai bengkak, bahkan sulit mengunyah, tandanya Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter gigi.
Pemeriksaan gigi di Tzu Chi Hospital dilakukan menggunakan kamera intraoral, sehingga Anda bisa melihat langsung kondisi gigi yang diperiksa pada layar monitor.
Di sini juga tersedia banyak pilihan dokter gigi, mulai dari dokter gigi umum hingga spesialis ortodonti.
Segera buat janji temu melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital sebelum infeksi menyebar. Lihat jadwal praktik dokter melalui menu Cari Dokter.
Atasi sekarang sebelum gigi berlubang berdarah bertambah parah!
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Drg. Yogi Kartawijaya
Referensi:
Tooth Decay Stages: 5 Stages and How to Treat Each | Healthline
Topik





