Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit
Apa Itu Hematologi? Cek Prosedur & Cara Periksa Darah Anda
Ditulis Oleh
Admin TzuChi • 19 Januari 2026

Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah, organ pembentuk darah, dan gangguan yang berkaitan dengannya.
Bagi banyak orang, kata ‘hematologi’ sering memunculkan kegelisahan dan ketakutan seperti: apakah gejala ringan bisa menjadi penyakit serius?
Hasil studi global menunjukkan bahwa beban kanker darah, mulai dari jumlah kasus hingga DALYs, yakni ukuran yang menggambarkan total tahun hidup sehat yang hilang akibat sakit atau kematian dini, masih sangat besar dan terus meningkat.
Hal ini menegaskan bahwa pemeriksaan hematologi memberikan manfaat penting untuk deteksi dini dan penanganan oleh tenaga profesional.
Lantas, untuk menjawab itu semua, Anda bisa ikuti penjelasan lengkap di bawah ini dan temukan jawaban atas kekhawatiran seputar kesehatan darah Anda secara lebih mendalam.
Yuk, kita simak penjelasannya bersama-sama.
Apa Itu Hematologi?

Apa Itu Hematologi | Sumber: News Medical Net
Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang fokus mempelajari darah, organ-organ yang menghasilkan darah (seperti sumsum tulang), dan semua kelainan atau penyakit yang berhubungan dengan komponen darah.
Menurut penelitian internasional, anemia tetap menjadi masalah besar di banyak negara, dengan angka prevalensi yang tinggi dan dampak signifikan terhadap 'years lived with disability', menegaskan pentingnya pemeriksaan hematologi rutin untuk deteksi dini dan penanganan profesional.
- Darah adalah cairan kehidupan yang mengalir di seluruh tubuh Anda. Ia terdiri dari plasma dan sel-sel darah.
- Pemeriksaan dalam ilmu ini sering disebut cek hematologi atau pemeriksaan darah lengkap.
Sebab, darah Anda berperan vital dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari membawa oksigen dan nutrisi, melawan infeksi, hingga menghentikan pendarahan. Memahami sistem hematologi adalah kunci untuk mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin, bahkan sebelum gejala serius muncul.
Baca Juga: Hematologi Onkologi: Jenis, Faktor, & Metode Terapi yang Ada
Fungsi Melakukan Pemeriksaan Hematologi?
Melakukan cek hematologi adalah langkah proaktif yang sangat penting untuk keberlangsungan kesehatan Anda.
Mengapa demikian? Sebab, pemeriksaan hematologi akan memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang terjadi di dalam tubuh, sehingga dokter dapat mendeteksi, mendiagnosis, dan memantau berbagai kondisi medis.
Berikut adalah fungsi melakukan pemeriksaan hematologi
- Mendeteksi Anemia: Pemeriksaan ini dapat mengukur kadar sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit untuk mengetahui apakah Anda mengalami anemia (kurang darah).
- Mengenali Infeksi dan Peradangan: Jumlah sel darah putih dapat mengindikasikan adanya infeksi, peradangan, atau bahkan penyakit autoimun dalam tubuh Anda.
- Mengevaluasi Pembekuan Darah: Pemeriksaan trombosit membantu menilai risiko pendarahan berlebihan atau pembentukan bekuan darah yang tidak normal.
- Skrining Kanker Darah: Pada kasus tertentu, hasil pemeriksaan darah lengkap yang abnormal dapat menjadi petunjuk awal adanya kondisi serius seperti leukemia.
Jenis Pemeriksaan Hematologi
Untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kesehatan darah Anda, dokter dapat merekomendasikan beberapa jenis pemeriksaan hematologi ataupun tes yang berkaitan erat dengan darah, seperti:
1. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count/CBC)

Ilustrasi Jenis Sel Darah | Sumber: News Medical Net
Jenis pemeriksaan hematologi ini adalah jenis tes hematologi rutin yang paling umum dan fundamental. CBC mengukur komponen utama darah yang meliputi:
- Sel Darah Merah (Eritrosit): Jumlah sel yang membawa oksigen.
- Hemoglobin (Hb): Protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah.
- Hematokrit (Hct): Persentase volume darah yang ditempati sel darah merah.
- Sel Darah Putih (Leukosit): Jumlah sel yang melawan infeksi.
- Trombosit (Platelet): Sel yang membantu pembekuan darah.
2. Hitung Jenis Sel Darah Putih (Differential Count)
Pemeriksaan ini merinci jenis-jenis sel darah putih, seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Peningkatan atau penurunan salah satu jenis dapat menunjukkan jenis infeksi atau penyakit tertentu.
3. Tes Laju Endap Darah (LED/ESR)
Kemudian, tes laju endap darah akan mengukur seberapa cepat sel darah merah mengendap di dasar tabung. Tingkat endapan yang cepat sering menjadi indikator adanya peradangan atau penyakit kronis dalam tubuh.
4. Tes Pembekuan Darah (Coagulation Panel)
Tes pembekuan darah juga termasuk Prothrombin Time (PT) dan Partial Thromboplastin Time (aPTT), yang mengukur seberapa cepat darah Anda membeku, penting untuk mendeteksi masalah pendarahan atau trombosis.
5. Apusan Darah Tepi (Peripheral Blood Smear)
Jika hasil CBC menunjukkan abnormalitas yang signifikan, teknisi laboratorium akan melihat sampel darah di bawah mikroskop untuk memeriksa bentuk, ukuran, dan kematangan sel darah secara visual, memberikan detail yang lebih akurat.
Indikator untuk Melakukan Pemeriksaan Hematologi
Ada beberapa kondisi atau gejala yang menjadi petunjuk bagi Anda untuk segera melakukan pemeriksaan hematologi.
Sebaiknya, jangan tunda untuk melakukan medical check-up atau konsultasi jika Anda mengalami hal-hal berikut.
1. Kelelahan Ekstrem dan Berkelanjutan
Jika Anda sering merasa sangat lelah, lemah, atau cepat lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat dan sudah cukup tidur, ini bisa menjadi indikasi anemia (kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen), yang merupakan kelainan hematologi umum.
Baca Juga: 25 Makanan untuk Darah Rendah, Hindari yang Berminyak!
2. Perdarahan atau Memar yang Mudah
Mudah memar atau mengalami pendarahan yang sulit berhenti (seperti mimisan berkepanjangan) bisa menjadi tanda ada masalah dengan trombosit Anda.
3. Infeksi Berulang atau Berkepanjangan
Sering sakit atau infeksi yang lama sembuh dapat mengindikasikan masalah dengan sel darah putih Anda, yaitu bagian fundamental dari sistem hematologi yang bertugas sebagai pertahanan tubuh.
4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan yang menetap di leher, ketiak, atau selangkangan tanpa sebab yang jelas dapat menjadi indikasi adanya proses infeksi, peradangan, atau bahkan penyakit limfoma.
5. Demam Tanpa Sebab yang Jelas
Demam yang tidak diketahui penyebabnya dan berlangsung lama bisa menjadi petunjuk adanya peradangan atau kondisi hematologi yang lebih serius.
6. Sebagai Bagian dari Medical Check-Up Rutin
Bahkan tanpa gejala, melakukan tes hematologi rutin adalah bagian esensial dari medical-check up tahunan untuk memantau kesehatan Anda secara keseluruhan.
Prosedur Pemeriksaan Hematologi
Proses saat pemeriksaan hematologi terbilang cukup sederhana dan cepat. Prosedur ini tidak memerlukan rawat inap dan umumnya memakan waktu kurang dari 5 menit.
Beberapa langkah pemeriksaan hematologi yaitu:
1. Pengambilan Sampel Darah (Flebotomi)
Langkah pemeriksaan hematologi yang pertama adalah dokter atau perawat akan mengambil sedikit sampel darah Anda, biasanya dari pembuluh darah vena di lengan. Area tersebut akan dibersihkan terlebih dahulu.
2. Proses di Laboratorium
Kemudian, sampel darah Anda kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis menggunakan alat-alat khusus (seperti CBC analyzer) untuk menghitung dan mengukur komponen-komponen darah.
Dalam hal ini, proses di laboratorium juga mengukur biaya hematologi yang akan Anda bayarkan nantinya.
3. Analisis dan Interpretasi Hasil
Ketiga, dokter spesialis patologi klinik akan menganalisis data, dan dokter yang merawat Anda akan menginterpretasikan hasil tersebut berdasarkan kondisi klinis Anda.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan Hematologi
Persiapan yang baik akan memastikan hasil hematologi Anda yang akurat. Meskipun tes hematologi rutin pada umumnya tidak memerlukan banyak persiapan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan seperti di bawah ini:
1. Konfirmasi Kebutuhan Puasa
Anda harus bertanya kepada dokter apakah pemeriksaan darah lengkap Anda memerlukan puasa. Biasanya, untuk tes darah lengkap rutin tidak diperlukan, tetapi jika Anda juga melakukan pemeriksaan gula darah atau panel lipid (kolesterol), puasa mungkin diwajibkan.
Baca Juga: Pentingnya Puasa Sebelum Prosedur Anestesi, Wajib Tahu!
2. Minum Cukup Air Putih
Persiapan hematologi yang kedua adalah dengan meminum air putih dalam jumlah cukup (jangan berlebihan) sangat dianjurkan. Hidrasi yang baik membantu menjaga pembuluh darah Anda tetap terisi, sehingga mempermudah proses pengambilan sampel darah (flebotomi).
3. Informasikan Obat yang Dikonsumsi
Beri tahu dokter atau perawat mengenai semua obat, vitamin, atau suplemen yang sedang Anda konsumsi, karena beberapa di antaranya dapat memengaruhi hasil pemeriksaan darah.
4. Tenangkan Diri
Kecemasan dapat memengaruhi detak jantung dan tekanan darah. Usahakan Anda tetap tenang sebelum dan selama pengambilan sampel.
Hasil Pemeriksaan Hematologi

Contoh Hasil Pemeriksaan Hematologi | Sumber: Medical Lab Notes
Setelah Anda menjalani pemeriksaan, hasilnya akan berupa laporan laboratorium dengan angka-angka. Penting untuk diketahui bahwa angka-angka tersebut harus diinterpretasikan oleh dokter dengan mempertimbangkan kondisi klinis dan riwayat kesehatan Anda.
Berikut adalah contoh komponen darah yang diukur dan apa artinya dalam sebuah pemeriksaan hematologi:
|
Komponen Darah |
Arti Normal |
Arti Jika Abnormal |
|
Sel Darah Merah (RBC) |
Transportasi Oksigen Optimal |
Anemia (Rendah) atau Polisitemia (Tinggi) |
|
Sel Darah Putih (WBC) |
Pertahanan Tubuh yang Sehat |
Infeksi, Peradangan, atau Gangguan Sumsum Tulang |
|
Trombosit (PLT) |
Kemampuan Pembekuan Darah Baik |
Risiko Pendarahan (Rendah) atau Pembekuan (Tinggi) |
|
Hemoglobin (Hb) |
Kapasitas Bawa Oksigen |
Anemia (Rendah) |
Berikut adalah interpretasi hasil utama:
1. Sel Darah Merah Rendah (Anemia)
Sel darah merah rendah (anemia) dapat menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin untuk membawa oksigen. Anemia bisa disebabkan oleh defisiensi zat besi, vitamin B12, kekurangan folat, atau pendarahan kronis.
2. Sel Darah Putih Tinggi (Leukositosis)
Sel darah putih tinggi (leukositosis) sering kali menjadi petunjuk adanya respons terhadap infeksi (bakteri) atau peradangan akut. Tingginya leukosit juga dapat terjadi karena stres, alergi parah, atau kondisi yang lebih serius seperti leukemia.
3. Sel Darah Putih Rendah (Leukopenia)
Kemudian jika sel darah putih rendah (leukopenia), hal ini dapat menunjukkan masalah dengan sumsum tulang yang tidak memproduksi sel darah putih cukup, infeksi virus berat, atau efek samping obat-obatan tertentu, yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh Anda lemah.
4. Trombosit Tinggi (Trombositosis)
Trombosit yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang tidak normal (trombosis), meskipun seringkali merupakan respons terhadap peradangan akut atau kondisi tertentu.
5. Trombosit Rendah (Trombositopenia)
Meningkatkan risiko pendarahan atau memar yang berlebihan karena darah sulit membeku. Ini bisa disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang, obat-obatan, atau penyakit autoimun.
Baca Juga: 20 Makanan untuk Menaikkan Trombosit, Ada Telur & Kerang!
Tempat Melakukan Pemeriksaan Hematologi

Tzu Chi Hospital PIK
Sebenarnya, saat ini Anda dapat melakukan tes hematologi rutin di berbagai fasilitas kesehatan, namun sangat disarankan untuk memilih fasilitas yang terpercaya dengan peralatan canggih dan didukung oleh dokter-dokter spesialis yang kompeten.
Rumah sakit seperti Tzu Chi Hospital PIK dapat menyediakan layanan laboratorium dan diagnostik komprehensif yang mampu melakukan semua jenis pemeriksaan hematologi dengan standar kualitas tertinggi.
Selain peralatan yang modern, tim medis kami memiliki keahlian untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil pemeriksaan hematologi dan lainnya secara akurat.
Kapan Anda Harus ke Dokter?
Masalah hematologi memang sering kali tak terasa sampai komplikasinya seperti kelelahan ekstrem, pendarahan tak terkendali, bahkan kerusakan organ muncul ke permukaan dan langsung Anda rasakan.
Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan darah rutin dan konsultasi profesional jelas sangat bisa menyelamatkan hidup Anda.
Segera klik menu Cari Dokter di website Tzu Chi Hospital PIK untuk berdiskusi dan mendapatkan rencana perawatan yang tepat.
Agar pemantauan kesehatan Anda selalu terpantau secara optimal, jangan lupa untuk rutin melakukan medical check-up setidaknya setahun sekali sebagai langkah pencegahan terbaik.
Mendapatkan hasil cek hematologi yang abnormal adalah saat yang tepat bagi Anda untuk segera hubungi kami via WhatsApp agar bisa segera menjadwalkan konsultasi bersama dokter.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Rajesh, Sp.PD-KHOM
Referensi:
GBD 2021 Hematologic Malignancies Collaborators. (2025). Global Burden and Trends of Hematologic Malignancies Based on Global Cancer Observatory 2022 and Global Burden of Disease 2021. Experimental Hematology & Oncology, 14, 84.
Kassebaum, N. J., et al. (2021). The Global Burden of Anemia and Its Underlying Causes in 204 Countries and Territories, 1990–2019: a Systematic Analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. Journal of Hematology & Oncology, 14, 31.
Related Article
Artikel Populer

Omeprazole: Manfaat, Dosis, Cara Minum, & Efek Samping

Amoxicillin: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Menu Diet Sehat 7 Hari untuk Turunkan BB tanpa Menyiksa Diri

Kedutan Mata Kanan & Kiri Bawah: Penyebab & Cara Mengatasinya menurut Medis

