Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

10 Penyebab Kolesterol Tinggi & Cara Mengatasinya, Begadang Salah Satunya!

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi11 Maret 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Salah satu penyebab kolesterol tinggi yang kebanyakan orang tahu adalah konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, daging berlemak, dan makanan cepat saji. 

Padahal, ada banyak faktor lain yang turut meningkatkan kadar kolesterol, termasuk stres berlebihan hingga terlalu sering begadang.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat membuat kadar kolesterol meningkat tanpa disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu hipertensi hingga penyakit jantung. 

Agar tidak mengalami masalah kesehatan tersebut, mari pahami penyebab kolesterol tinggi dan cara mengatasinya!

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi disebabkan oleh apa saja? Masyarakat awam mengira kolesterol tinggi hanya disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak jenuh. 

Padahal, ada kebiasaan lain yang turut meningkatkan kolesterol, seperti sering begadang. Oleh karena itu, mari pahami berbagai penyebab kolesterol tinggi agar bisa dihindari dari sekarang:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Penyebab kolesterol tinggi paling umum adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kaya lemak jenuh dan trans. 

Makanan penyebab kolesterol tinggi yaitu gorengan, daging berlemak, mentega, keju olahan, dan makanan cepat saji. 

Lemak jenuh dan trans yang berlebihan memang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, yang lama-kelamaan bisa menumpuk di dinding arteri. Penumpukan ini disebut plak, dan prosesnya dikenal sebagai aterosklerosis.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Buruk Kolesterol Tinggi!

2. Sering Begadang

Penyebab kolesterol tinggi pada wanita ini sering terjadi, meski pria juga bisa mengalaminya. Jika tidur kurang dari lima jam per malam dapat meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). 

Saat kurang tidur, hormon-hormon seperti leptin dan ghrelin, menjadi tidak seimbang sehingga nafsu makan meningkat, khususnya untuk makanan tinggi lemak dan kolesterol. 

Selain itu, begadang juga memicu stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL) sebagai respons terhadap stres. 

Jika berlangsung terus-menerus, peningkatan produksi LDL dapat mempercepat penumpukan kolesterol di pembuluh darah.

3. Stres yang Menumpuk

Stres yang menumpuk akibat pekerjaan maupun masalah lainnya dapat memicu kolesterol tinggi. 

Hal ini karena hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dapat meningkatkan gula darah dan inflamasi, sehingga hati memproduksi lebih banyak kolesterol dan trigliserida. 

Dampaknya, stres berkepanjangan yang tidak terkelola bisa memperbesar risiko penyakit jantung jika dibiarkan terus-menerus.

4. Terlalu Sering Duduk Depan Layar

Saat ini, kolesterol tinggi tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia. Pada usia muda, salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan duduk terlalu lama di depan komputer, televisi, atau ponsel.

Perilaku sedentari dapat menurunkan aktivitas enzim Lipoprotein Lipase (LPL) secara signifikan, yaitu enzim yang berperan dalam memetabolisme lemak dan membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL). 

Akibatnya, kolesterol jahat (LDL) lebih mudah menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Untuk mengurangi risikonya, disarankan untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap 30 menit.

5. Sering Minum Alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan bisa memengaruhi kadar kolesterol karena hati harus memproses alkohol bersamaan dengan lemak dan kolesterol. 

Mereka yang minum berat (lebih dari 4–5 gelas sekaligus) cenderung memiliki kolesterol lebih tinggi dibanding yang tidak minum, bahkan jika hanya sesekali. 

6. Faktor Keturunan

Kolesterol tinggi juga bisa diturunkan dari keluarga, kondisi ini disebut familial hypercholesterolemia (FH). 

Pada orang dengan FH, tubuh kesulitan mengeluarkan LDL dari darah, sehingga kolesterol menumpuk sejak usia muda dan menipiskan arteri lebih cepat. 

Kadang, ini penyebab kolesterol tinggi pada wanita kurus, jadi walau gaya hidup sudah sehat, risikonya tetap ada.

Bahkan penderita FH memiliki risiko serangan jantung atau stroke meningkat bahkan sebelum usia 55 tahun.

Pada kasus FH, perubahan gaya hidup saja sering kali tidak cukup. Pasien umumnya memerlukan terapi farmakologis seperti statin sejak dini, di bawah pengawasan dokter, untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke prematur.

7. Kebiasaan Merokok

Penyebab kolesterol tinggi pada pria seringkali karena merokok. 

Pasalnya, rokok dapat menaikkan kolesterol jahat, sehingga pembuluh darah lebih mudah mengalami peradangan dan mengalami penumpukan plak. 

Plak yang pecah bisa terbawa aliran darah dan menyumbat pembuluh darah, sehingga memicu serangan jantung hingga stroke. 

8. Minum Kopi yang Tidak di-Filter

Beberapa jenis kopi tanpa filter, seperti kopi French press, kopi turki, atau espresso, bisa meningkatkan kolesterol. 

Kopi tanpa filter mengandung minyak alami biji kopi (diterpenes) yang dapat menaikkan kolesterol jahat. 

Meski satu atau dua cangkir sehari aman, sebaiknya tidak lebih dari empat cangkir kopi tanpa filter per hari untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

9. Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh membutuhkan kolesterol ekstra untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. 

Oleh karena itu, kadar kolesterol dapat meningkat hingga sekitar 30–50% pada trimester kedua dan ketiga. 

Kenaikan ini umumnya sementara dan biasanya kembali mendekati normal beberapa minggu setelah melahirkan. 

Perlu diketahui bahwa obat penurun kolesterol golongan statin umumnya dikontraindikasikan selama kehamilan, sehingga penanganan kolesterol pada masa ini harus dilakukan di bawah pengawasan medis.

10. Efek Penyakit Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Misalnya kondisi seperti:

  • Hipotiroidisme, gangguan hormon yang menyebabkan tubuh kekurangan hormon tiroid yang berfungsi membantu mengeluarkan kolesterol berlebih. 

  • Diabetes tipe 2, membuat LDL menjadi lebih kecil dan padat, sehingga lebih berisiko bagi jantung.

  • Gangguan fungsi hati, dampaknya hati kesulitan memproses kolesterol.

  • Penyakit ginjal, seperti gagal ginjal kronis bisa meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.

Baca Juga: Gagal Ginjal Bisa Sembuh atau Seumur Hidup?

Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

Beberapa penyebab kolesterol tinggi masih bisa dikendalikan sehingga kadar kolesterol menurun. 

Bagi kamu yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, berikut beberapa cara menurunkan kolesterol tinggi:

1. Kurangi Makanan Tinggi Gula dan Lemak

Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah dan produk susu full-fat, serta hindari trans fat yang sering ada di makanan olahan dan makanan cepat saji. 

Sebaliknya, perbanyak makanan kaya omega-3 seperti salmon, sarden, kacang kenari, dan biji rami. Serat larut dari oatmeal, apel, dan kacang-kacangan juga bagus untuk membantu menurunkan penyerapan kolesterol ke darah. 

2. Perbanyak Bergerak 

Aktivitas fisik rutin dapat meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Usahakan olahraga sedang minimal 30 menit lima kali seminggu, atau aktivitas aerobik intens 20 menit tiga kali seminggu. 

Bahkan gerakan singkat beberapa kali sehari seperti jalan keliling ruang tamu, naik sepeda, atau bermain olahraga favorit juga membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Baca Juga: Pembengkakan Jantung: Ciri-Ciri, Penyebab, Pengobatan, & Pencegahannya 

3. Berhenti Merokok

Berhenti merokok dapat langsung menurunkan kolesterol tinggi. Manfaatnya bahkan terasa cepat, tekanan darah dan detak jantung bisa mulai kembali normal dalam 3 bulan.

Setahun kemudian, sirkulasi darah dan fungsi paru meningkat. Hasilnya, risiko penyakit jantung turun hingga setengah dibanding perokok.

4. Batasi Konsumsi Alkohol

Minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gagal jantung, stroke, dan tentu saja kolesterol tinggi. 

Jika ingin tetap minum, lakukan sewajarnya, maksimal 1 gelas per hari untuk wanita dan pria di atas 65 tahun, serta 2 gelas per hari untuk pria di bawah 65 tahun. 

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres berat dapat memengaruhi kadar kolesterol dan tekanan darah. Untuk mengelolanya, cobalah meditasi atau yoga untuk menenangkan pikiran.

Melakukan hobi atau kegiatan menyenangkan seperti mendengarkan musik favorit, membaca, memasak, atau berjalan di alam juga bisa merelaksasi dan meredakan kortisol.

FAQ seputar Penyebab Kolesterol Tinggi

Bagian ini membahas beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar kolesterol. Simak jawabannya untuk menambah edukasi Anda:

Harus makan apa agar kolesterol turun?

Untuk menurunkan kolesterol, konsumsi makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat, seperti ikan berlemak (salmon, mackerel), kacang-kacangan, oat, buah, sayuran, dan minyak zaitun. Kandungan serat di dalamnya membantu menyerap kolesterol jahat dari darah.

Apa ciri-ciri orang yang terkena kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi pada tahap awal tidak menimbulkan gejala, sehingga sering disebut silent disease. Bahkan, seseorang dengan kadar LDL tinggi bisa tidak merasakan keluhan fisik.

Perlu diingat, nyeri dada atau sesak napas bukanlah ciri kolesterol naik, melainkan tanda komplikasi seperti penyakit jantung koroner akibat penumpukan plak kolesterol.

Satu-satunya cara untuk mengetahuinya yaitu melakukan pemeriksaan darah rutin melalui tes profil lipid.

Kolesterol tinggi tidak boleh makan apa?

Hindari makanan tinggi lemak jenuh dan trans, seperti gorengan, daging berlemak, mentega, keju olahan, dan makanan cepat saji. Batasi juga konsumsi gula berlebih dan alkohol, karena bisa memperburuk kadar kolesterol dalam darah.

Periksakan Kadar Kolesterol Sekarang untuk Cegah Komplikasi

Kolesterol tinggi dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memicu risiko penyakit jantung hingga stroke. 

Sebelum kondisi menjadi serius, langkah paling bijak adalah memeriksakan kadar kolesterol secara rutin di Tzu Chi Hospital.

Anda bisa mendapatkan pemeriksaan darah untuk mendeteksi kadar kolesterol, atau menjalani Medical Check Up jika ingin pemeriksaan kesehatan lengkap. 

Untuk konsultasi lebih lanjut seputar kolesterol, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital. Adapun jadwalnya bisa dicek melalui menu Cari Dokter.

Jangan tunggu sampai terlambat, jadwalkan pemeriksaan kesehatan Anda di Tzu Chi Hospital sekarang!
 

Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Hardy Indradi, Sp.PD

 

Referensi:

Hyperlipidemia (High Cholesterol): Levels, Causes, Symptoms & Diagnosis | Cleveland Clinic

Surprising Causes of High Cholesterol | WebMD


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS