Tindakan Medis & Terapi

Radioterapi Kanker: Alat yang Digunakan, Durasi Terapi & Efek Samping

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi05 Juni 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker selain kemoterapi yang bekerja dengan cara berbeda. Jika kemoterapi menggunakan obat yang menyebar ke seluruh tubuh, radioterapi justru bekerja lebih terarah langsung ke lokasi tumor.

Perbedaan ini membuat radioterapi sering menjadi pilihan karena mampu menargetkan sel kanker secara spesifik, sehingga efek samping yang muncul umumnya lebih terkontrol dibandingkan kemoterapi.

Radioterapi bekerja dengan memusatkan pancaran radiasi berenergi tinggi ke area yang terkena kanker untuk merusak DNA sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Terapi ini dapat digunakan untuk berbagai jenis kanker, seperti kanker kepala dan leher, paru, payudara, serviks, hingga prostat.

Namun sebelum menjalani radioterapi, penting untuk memahami jenis, cara kerja, serta manfaatnya agar pasien dapat menjalani terapi dengan lebih tenang dan terinformasi. Berikut penjelasannya!

Berapa Persen Keberhasilan Radioterapi Kanker?

Radioterapi memiliki peran yang sangat besar dalam pengobatan kanker. Secara global, lebih dari 50% pasien kanker membutuhkan radioterapi dalam salah satu fase pengobatannya.

Bahkan, data dari National Library of Medicine menunjukkan bahwa radioterapi berkontribusi terhadap sekitar 40% dari total angka kesembuhan kanker di dunia.

Artinya, radioterapi adalah terapi yang efektif, baik digunakan sebagai terapi utama maupun dikombinasikan dengan operasi atau kemoterapi.

Meski demikian, tingkat keberhasilan radioterapi sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Jenis dan stadium kanker

  • Lokasi tumor

  • Kondisi kesehatan pasien

  • Teknologi radioterapi yang digunakan

Baca Juga: 11 Ciri Kanker pada Anak yang Harus Diwaspadai dan Penyebabnya!

Jenis Kanker yang Bisa Diobati dengan Radioterapi

Radioterapi dapat digunakan pada hampir semua stadium kanker, mulai dari stadium awal hingga lanjut.

Pada stadium 1–3, radioterapi sering bertujuan untuk menyembuhkan kanker. Sedangkan pada stadium 4, radioterapi biasanya digunakan untuk mengontrol pertumbuhan tumor dan mengurangi gejala (paliatif), tetapi beberapa jenis kanker stadium 4 yang belum menyebar/metastasis (4A atau 4B) masih dapat menggunakan radioterapi untuk tujuan menyembuhkan kanker (berbeda kanker menggunakan sistem stadium yang berbeda).

Beberapa jenis kanker yang umum ditangani dengan radioterapi antara lain:

  • Kanker otak

  • Kanker payudara

  • Kanker paru

  • Kanker esofagus

  • Kanker kolon dan rektum

  • Kanker hati dan pankreas

  • Kanker nasofaring dan kepala-leher

  • Kanker prostat

  • Kanker serviks, rahim, dan vagina

  • Kanker testis

  • Kanker tulang dan jaringan lunak

  • Kanker yang sudah bermetastasis

Jenis Alat Radioterapi untuk Kanker

Alat radioterapi kanker terbagi menjadi dua, yaitu radioterapi eksternal dan brakiterapi. Pemilihan jenis alat radioterapi kanker tidak sembarangan.

Dokter menentukannya berdasarkan jenis kanker, lokasi kanker, kondisi kesehatan pasien, hingga apakah pasien membutuhkan terapi lain seperti operasi atau kemoterapi.

Berikut alat radioterapi yang digunakan:

1. Radioterapi Eksternal (External Beam Radiation Therapy)

Ini adalah jenis alat radioterapi kanker yang paling umum digunakan. Cara kerjanya, radiasi diarahkan dari mesin besar di luar tubuh Anda.

Mesin ini tidak menyentuh tubuh, tetapi akan berputar mengelilingi pasien untuk menembakkan radiasi dari berbagai arah.

Hasilnya, radiasi hanya mengenai area kanker, bukan seluruh tubuh. Misalnya, jika seseorang menderita kanker paru, maka radiasi diarahkan hanya ke bagian dada.

Mesin radioterapi kanker eksternal berukuran besar, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit.

Biasanya radioterapi kanker serviks menggunakan radioterapi eksternal. Adapun jenis kanker lainnya yang bisa menggunakan pengobatan ini yaitu:

●       Kanker kepala-leher

●       Kanker paru

●       Kanker payudara

●       Kanker  prostat

●       Kanker otak

●       Kanker serviks dan rahim

●       Kanker jaringan lunak/sarkoma

2. Brakiterapi (Radiasi Jarak Dekat)

Brachytherapy adalah radioterapi kanker yang menempatkan sumber radiasi di dalam tubuh, tepat di dalam atau dekat tumor.

Jenis radioterapi ini menggunakan sumber radiasi padat yang berbentuk:

●       Seed (biji kecil)

●       Ribbons (pita)

●       Capsules (kapsul radiasi)

Hasilnya, radiasi bekerja dari jarak sangat dekat. Biasanya brakiterapi diberikan untuk kanker yang berada di area tertentu, seperti kanker prostat, serviks, atau payudara.

Baca Juga: 10 RS Kanker Jakarta dengan Fasilitas Modern & Onkologi Terbaik

Berapa Lama Proses Radioterapi untuk Pengobatan Kanker?

Banyak yang bertanya “radioterapi kanker berapa kali”. Jawabannya, durasi radioterapi berbeda pada setiap pasien karena dipengaruhi jenis kanker dan alat yang digunakan.

Namun, umumnya 5 kali seminggu dari Senin-Jumat untuk memberi waktu pemulihan jaringan sehat. Penjadwalan ini diadopsi di berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, maupun Singapura. Dalam kasus tertentu, radioterapi dapat diberikan lebih dari sekali sehari atau pada akhir pekan.

Setiap sesi biasanya berlangsung hanya beberapa menit, hanya persiapannya yang bisa membuat pasien berada lebih lama di rumah sakit.

Istilah “fraction” atau “attendance” digunakan untuk menyebut jumlah sesi, misalnya 25 fractions berarti 25 kali kunjungan untuk menerima radiasi.

Efek Samping Radioterapi untuk Pengobatan Kanker

Mengingat radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menargetkan sel kanker, tetap ada efek samping yang bisa muncul, meskipun bersifat lokal pada area yang diradiasi. Dengan demikian, efek samping radioterapi pada umumnya masih lebih dapat ditoleransi dari efek samping kemoterapi.

Efek samping radioterapi juga berbeda-beda berdasarkan lokasi kankernya. Efek pada kanker payudara bisa berbeda dengan efek pada radioterapi prostat atau bagian tubuh lainnya.

  • Kanker otak

Rambut rontok di area kepala, sakit kepala, mual.

  • Kanker kepala dan leher (termasuk nasofaring, rongga mulut, laring)

Sariawan (mukositis), nyeri saat menelan, mulut kering, perubahan rasa di lidah, penurunan nafsu makan.

  • Kanker paru

Batuk, kapasitas pernapasan sedikit menurun, nyeri dada, serta nyeri saat menelan jika kerongkongan/esofagus ikut terpapar.

  • Kanker payudara

Kemerahan atau pengelupasan kulit di dada.

  • Kanker esofagus

Nyeri saat menelan (odinofagia), penurunan asupan makan.

  • Kanker lambung, hati, pankreas, dan usus (area abdomen)

Mual, muntah, diare, penurunan nafsu makan.

  • Kanker kolon dan rektum

Diare, iritasi rektum, nyeri saat buang air besar, nyeri dubur, penurunan komponen darah (anemia, leukopenia, trombositopenia).

  • Kanker prostat

Gangguan berkemih (sering kencing, nyeri saat kencing), diare ringan, gangguan fungsi seksual.

  • Kanker serviks, rahim, vagina, dan vulva

Iritasi pada kulit area panggul, keputihan, diare, penurunan komponen darah (anemia, leukopenia, trombositopenia), gangguan fungsi seksual.

  • Kanker tulang atau jaringan lunak

Nyeri lokal, kekakuan sendi, iritasi kulit area radiasi, pembengkakan pada area yang diradiasi, penurunan komponen darah (anemia, leukopenia, trombositopenia).

Dapatkan Radioterapi Minimal Efek Samping di Tzu Chi Hospital!

Jika Anda mencari radioterapi kanker yang aman, presisi, dan seminim mungkin efek samping, Tzu Chi Hospital dapat menjadi pilihan terbaik.

Sebagai rumah sakit kanker terbaik di Jakarta, Tzu Chi Hospital sudah menggunakan Linear Accelerator (LINAC) Versa HD, yaitu teknologi radioterapi eksternal yang mampu mengarahkan radiasi tepat ke area kanker tanpa mengenai terlalu banyak jaringan sehat.

Bahkan, mesin ini dilengkapi fitur 4D dan Active Breathing Coordinator (ABC) untuk memberikan radiasi dengan akurasi sangat tinggi pada organ yang bergerak seperti paru-paru.

Layanan radioterapi kanker ini berada di bawah Pusat Layanan Pengobatan Kanker, yang telah meraih penghargaan tertinggi dari BAPETEN tahun 2024 atas standar Keselamatan dan Keamanan Pemanfaatan Sumber Radiasi.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa setiap prosedur radioterapi di Tzu Chi Hospital dilakukan dengan standar tertinggi.

Anda bisa mendapatkan penanganan dari dokter berikut:

●       Dr. Defrizal, Sp.Onk.Rad (K) - Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Konsultan

●       Dr. Fenny Gozal, Sp.Onk.Rad, M.A.R.S - Dokter Spesialis Onkologi Radiasi

●       Dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H - Dokter Spesialis Onkologi Radiasi

Untuk melihat jadwal dokter dan melakukan pemeriksaan awal, Anda dapat mengakses menu Cari Dokter di website Tzu Chi Hospital.

Ingin langsung membuat janji? Anda juga bisa menghubungi WhatsApp Tzu Chi Hospital untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut.

Dapatkan radioterapi kanker yang lebih aman dan lebih presisi di Tzu Chi Hospital sekarang!

 

 

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad, M.P.H.


Referensi:

What Happens During Radiotherapy | NHS

Radiation Therapy for Cancer | NCI


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS