Gaya Hidup Sehat

Suka Menahan Bersin? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

logo author

Ditulis Oleh

Admin26 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Bersin adalah hal yang sangat umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat hidung terasa gatal atau terpapar debu, refleks bersin muncul secara tiba-tiba. Namun, tidak sedikit orang yang memilih untuk menahan bersin entah karena sedang berada di tempat umum, rapat penting, atau merasa kurang nyaman jika bersin keras.

Baca Juga: Terlalu Sering Scroll Media Sosial? Kenali Brainrot dan Cara Mencegahnya

Padahal, menurut penjelasan Dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL, kebiasaan menahan bersin bukanlah hal yang sepele. Tindakan ini dapat meningkatkan tekanan di dalam saluran pernapasan dan berpotensi menimbulkan gangguan pada organ di sekitarnya, terutama area Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Lalu, apa sebenarnya yang terjadi ketika kita menahan bersin?

Apa Itu Bersin dan Mengapa Terjadi?

Bersin adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk mengeluarkan partikel asing dari saluran pernapasan, terutama hidung. Debu, serbuk sari, asap, virus, atau iritan lainnya dapat memicu saraf di dalam rongga hidung untuk mengirimkan sinyal ke otak. Otak kemudian merespons dengan mengaktifkan refleks bersin.

Saat bersin terjadi, udara dikeluarkan secara kuat melalui hidung dan mulut dengan kecepatan tinggi. Tujuannya adalah membersihkan saluran pernapasan agar tetap terbuka dan bebas dari zat yang mengganggu.

Secara alami, tubuh memang dirancang untuk bersin ketika dibutuhkan. Oleh karena itu, bersin sebenarnya adalah proses normal dan bermanfaat.

Apa yang Terjadi Saat Bersin Ditahan?

Ketika seseorang menahan bersin misalnya dengan menutup hidung dan mulut rapat-rapat tekanan udara yang seharusnya keluar justru tertahan di dalam. Tekanan ini dapat meningkat secara signifikan di saluran pernapasan bagian atas.

Menurut Dr. Monik, tekanan tinggi yang tertahan tersebut bisa menyebar ke area sekitar, termasuk:

  • Telinga tengah, yang terhubung dengan hidung melalui saluran tuba Eustachius
  • Sinus, yaitu rongga udara di sekitar hidung dan wajah
  • Pembuluh darah kecil di sekitar wajah dan kepala
     

Akibatnya, beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Nyeri pada telinga atau sensasi telinga terasa penuh
  • Gangguan pada gendang telinga
  • Nyeri pada area sinus
  • Sakit kepala mendadak
     

Dalam kasus yang jarang namun serius, tekanan ekstrem bahkan dapat menyebabkan cedera pada struktur tertentu di area THT. Walaupun kejadian berat tidak sering terjadi, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai.

Cara Bersin yang Aman dan Sehat

Daripada menahan bersin, ada cara yang lebih aman dan tetap menjaga etika kesehatan, terutama di tempat umum.

Berikut beberapa tips bersin yang benar:

  1. Jangan ditahan
    Biarkan refleks bersin terjadi secara alami. Hindari menutup hidung terlalu rapat saat bersin.
  2. Tutup dengan siku bagian dalam
    Jika tidak membawa tisu, arahkan bersin ke lipatan siku untuk mencegah penyebaran droplet.
  3. Gunakan tisu sekali pakai
    Segera buang tisu setelah digunakan dan cuci tangan dengan sabun.
  4. Hindari menutup hidung dan mulut secara paksa
    Menekan hidung dengan kuat saat bersin justru meningkatkan tekanan di dalam.
  5. Jaga kebersihan tangan
    Setelah bersin, pastikan tangan dalam kondisi bersih untuk mencegah penularan infeksi.

     

Dengan cara ini, Anda tetap dapat menjaga sopan santun tanpa membahayakan kesehatan diri sendiri.

Mitos Seputar Bersin

Banyak beredar mitos bahwa bersin dengan mata terbuka bisa membuat bola mata copot. Secara medis, hal tersebut tidak benar. Refleks menutup mata saat bersin adalah respons alami tubuh akibat rangsangan saraf, bukan karena adanya risiko bola mata terlepas.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter THT?

Segera periksakan diri ke dokter spesialis THT apabila Anda mengalami:

  • Nyeri telinga setelah menahan bersin
  • Pendengaran terasa berkurang
  • Telinga berdenging terus-menerus
  • Nyeri wajah atau sinus berkepanjangan
  • Mimisan yang tidak biasa

Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut. Evaluasi THT yang tepat akan memastikan tidak ada kerusakan pada gendang telinga, sinus, maupun struktur lainnya.

Baca Juga: Tips Aman Menggunakan Earphone agar Telinga Tetap Sehat

Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL

Topik


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS