Tindakan Medis & Terapi
Waspada Kejang: Kenali Epilepsi dan Pertolongan Pertama yang Tepat
Ditulis Oleh
Admin • 02 April 2026

Pernahkah Anda berada di situasi ketika seseorang tiba-tiba mengalami kejang di depan Anda? Tubuhnya kaku, tidak merespons, bahkan mungkin terlihat menakutkan. Dalam kondisi seperti itu, tidak sedikit orang yang merasa panik, bingung, atau bahkan takut untuk mendekat karena tidak tahu harus berbuat apa.
Sayangnya, kurangnya pemahaman tentang epilepsi dan kejang masih cukup umum di masyarakat. Banyak mitos yang beredar, seperti memasukkan benda ke dalam mulut saat kejang, atau menahan tubuh pasien agar tidak bergerak padahal tindakan tersebut justru berisiko dan dapat memperburuk kondisi.
Baca Juga: Penyakit Jantung Hipertensi/Hypertensive Heart Disease: Tanda, Penyebab, Diagnosis & Pengobatan
Melalui edukasi dari dr. Melya Arianti Umbul, Sp.N, kita diajak untuk memahami lebih dalam mengenai epilepsi, mengenali tanda-tanda kejang, serta mengetahui langkah-langkah penanganan yang tepat. Edukasi ini tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi masyarakat umum, karena kondisi kejang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Dengan meningkatkan awareness bersama, kita tidak hanya membantu mencegah cedera saat kejang terjadi, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi stigma terhadap penderita epilepsi. Karena pada akhirnya, pengetahuan yang kita miliki hari ini bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti bagi orang lain di masa depan.
Apa Itu Epilepsi?
Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan aktivitas listrik abnormal di otak. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kejang berulang yang dapat muncul tanpa pemicu yang jelas.
Epilepsi bukanlah penyakit menular, sehingga tidak perlu khawatir untuk berada di dekat atau membantu seseorang yang mengalaminya. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dengan berbagai penyebab seperti faktor genetik, cedera kepala, infeksi otak, atau kondisi medis tertentu.
Pada beberapa kasus, epilepsi dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat, sehingga penderitanya tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Oleh karena itu, penting untuk menghilangkan stigma dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi ini.
Apa Itu Kejang dan Bagaimana Gejalanya?
Kejang merupakan manifestasi utama dari epilepsi, yang terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Gejalanya dapat bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terlibat.
Beberapa tanda dan gejala kejang yang umum meliputi:
- Tubuh menjadi kaku atau mengalami gerakan kejang berulang
- Penurunan atau hilangnya kesadaran
- Mata melirik ke atas
- Air liur berlebih atau berbusa
- Tidak merespons saat dipanggil
Pada sebagian orang, kejang juga dapat terjadi dalam bentuk yang lebih ringan, seperti tatapan kosong atau kebingungan sesaat. Oleh karena itu, tidak semua kejang terlihat dramatis, namun tetap memerlukan perhatian.
Penting untuk diingat bahwa kejang biasanya berlangsung dalam waktu singkat, sekitar 1–2 menit. Namun, dalam kondisi tertentu, kejang bisa berlangsung lebih lama dan memerlukan penanganan medis segera.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Seseorang Mengalami Kejang?
Saat menyaksikan seseorang mengalami kejang, langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang. Kepanikan justru dapat menghambat Anda dalam memberikan pertolongan yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang dianjurkan:
1. Posisikan tubuh dengan aman
Baringkan orang tersebut di tempat yang aman dan datar. Jika memungkinkan, miringkan tubuhnya ke satu sisi untuk mencegah tersedak oleh air liur atau muntahan.
2. Jauhkan benda berbahaya
Singkirkan benda keras atau tajam di sekitar agar tidak menyebabkan cedera saat kejang berlangsung.
3. Longgarkan pakaian
Terutama di area leher, mengamankan jalan nafas.
4. Catat durasi kejang
Perhatikan berapa lama kejang berlangsung. Informasi ini penting bagi tenaga medis jika diperlukan.
Selain itu, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, yaitu:
- Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut
- Jangan menahan gerakan kejang
- Jangan memberikan makanan atau minuman saat kejang berlangsung
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Sebagian besar kejang memang dapat berhenti dengan sendirinya, namun ada kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis segera. Penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar pasien mendapatkan pertolongan yang tepat waktu.
Segera bawa pasien ke rumah sakit jika:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang terjadi berulang tanpa sadar penuh di antaranya
- Ini merupakan kejang pertama kali
- Pasien mengalami cedera saat kejang
- Pasien tidak sadar atau sulit bangun setelah kejang berhenti
- Terjadi gangguan pernapasan
- Pasien memiliki kondisi khusus, seperti sedang hamil atau memiliki penyakit tertentu
Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan kondisi pasien tetap aman.
Baca Juga: 15 Gejala Tipes pada Anak: Waspada Demam Tinggi & Diare!
Untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang tepat dan komprehensif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di Tzu Chi Hospital. Janji temu dapat dibuat secara online melalui WhatsApp Tzu Chi Hospital, dan jadwal praktik tenaga medis dapat diakses dengan mudah melalui menu Cari Dokter. Didukung fasilitas rumah sakit yang lengkap serta layanan pemeriksaan penunjang terpadu, proses konsultasi dan penanganan dapat dilakukan secara aman dan nyaman dalam satu tempat.
Topik





