Pencegahan & Deteksi Dini Penyakit

Kolesterol LDL: Penyebab & 5 Risiko Penyakit yang Mengintai

logo author

Ditulis Oleh

Admin TzuChi23 Februari 2026

BAGIKAN
artikel feature image

Kolesterol LDL adalah salah satu jenis lemak yang paling sering disorot karena kadarnya yang tinggi dapat membahayakan kesehatan Anda. Sebab, kolesterol sering kali menjadi momok yang menakutkan, terutama ketika dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, artikel ini dirancang khusus agar Anda dapat memahami dengan mudah apa itu kolesterol LDL, mengapa ia disebut kolesterol jahat, dan langkah-langkah penting yang bisa Anda ambil untuk menjaga kesehatan Anda.

Penasaran seperti apa penjelasannya? Cari tahu jawabannya di bawah ini!

Apa Itu Kolesterol LDL

kolesterol ldl adalah

Kolesterol LDL | Sumber: VectorStock

Kolesterol LDL adalah singkatan dari Low-Density Lipoprotein, dan inilah yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Tugas utama LDL adalah membawa kolesterol dari hati ke seluruh sel tubuh.

  • Jika kadarnya normal, LDL menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Namun, jika kadar LDL terlalu tinggi, kelebihan kolesterol ini dapat mulai menumpuk di dinding pembuluh darah arteri.

Penumpukan ini membentuk plak yang disebut aterosklerosis, yang kemudian dapat mempersempit atau bahkan menyumbat pembuluh darah, menghambat aliran darah, dan meningkatkan risiko penyakit serius.

Kolesterol LDL normal berapa? Secara umum, kadar LDL ideal adalah kurang dari 100 mg/dL. Sebagai pembanding, ada juga istilah High-Density Lipoprotein, atau kolesterol baik, yang berfungsi mengangkut kelebihan kolesterol dari sel dan pembuluh darah kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh.

Penyebab Kolesterol LDL Tinggi

Pada faktanya, kadar kolesterol LDL yang melonjak tinggi tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang berperan, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan yang mendasarinya. Memahami penyebab kolesterol LDL tinggi adalah langkah awal untuk melakukan pencegahan.

Berikut adalah kondisi dan kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kolesterol LDL Anda:

1. Pola Makan Tidak Sehat

Mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans adalah kontributor utama. Lemak-lemak ini banyak ditemukan pada makanan cepat saji (junk food), daging merah berlemak, gorengan, dan produk susu tinggi lemak.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga teratur tidak hanya baik untuk kebugaran, tetapi juga membantu tubuh meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang bertugas membersihkan LDL. Jarang berolahraga membuat kolesterol jahat lebih mudah menumpuk.

3. Kebiasaan Merokok

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah arteri, membuat LDL lebih mudah menempel dan membentuk plak. Selain itu, merokok juga cenderung menurunkan kadar kolesterol HDL.

4. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Indeks massa tubuh yang tinggi dan lingkar pinggang yang melebihi batas normal (pria di atas 102 cm dan wanita di atas 89 cm) sangat berkaitan dengan peningkatan produksi kolesterol LDL.

5. Riwayat Keluarga (Genetik)

Kondisi seperti Familial Hypercholesterolaemia (FH) adalah kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tetap tinggi meskipun Anda sudah menjalani pola hidup sehat. Jika ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, Anda perlu lebih waspada.

6. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan hati untuk membersihkan LDL dari darah cenderung menurun.

7. Penyakit Penyerta

Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal, juga dapat memicu peningkatan kadar LDL.

Gejala Kolesterol LDL Tinggi

Salah satu tantangan terbesar dari kolesterol LDL tinggi adalah kondisinya sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Hal seperti ini yang membuat kolesterol sering disebut sebagai "pembunuh senyap." Pemeriksaan darah adalah satu-satunya cara pasti untuk mendiagnosisnya.

Namun, jika penumpukan plak sudah parah, Anda mungkin mulai merasakan beberapa gejala yang merupakan tanda komplikasi, seperti:

  • Nyeri dada (angina pektoris): Tanda penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
  • Gejala menyerupai stroke: Meliputi mati rasa atau kelemahan pada wajah atau anggota badan, kesulitan berbicara, atau pusing mendadak, akibat penyumbatan di otak.
  • Tumpukan lemak di bawah kulit (Xanthoma): Biasanya muncul di sekitar urat tumit (tendon Achilles) atau punggung tangan.
  • Tumpukan lemak kuning pada kelopak mata (Xanthelasma).
  • Lingkaran abu, putih, atau biru di sekitar kornea mata (Arcus Senilis): Umumnya terjadi pada usia lanjut, tetapi jika muncul pada usia muda, bisa menjadi indikasi kolesterol tinggi.

Risiko Penyakit dari Kolesterol LDL

Penumpukan kolesterol LDL yang tidak terkendali seperti aterosklerosis, dapat memicu serangkaian penyakit serius karena penyumbatan pembuluh darah di berbagai organ, seperti:

1. Penyakit Jantung Koroner

Penyumbatan pada arteri yang menuju jantung (arteri koroner) dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Hal ini dapat menimbulkan nyeri dada (angina pektoris) hingga serangan jantung.

Baca Juga: Jantung Koroner: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Bahayanya

2. Stroke

Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang menuju otak, pasokan darah ke otak akan terhambat, yang dapat menyebabkan stroke iskemik.

3. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Plak membuat pembuluh darah mengeras dan menyempit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang memicu peningkatan tekanan darah.

Baca Juga: 7 Komplikasi Hipertensi yang Harus Diwaspadai

4. Penyakit Arteri Perifer

Penyumbatan juga dapat terjadi pada pembuluh darah di kaki atau tangan, mengurangi pasokan darah dan menyebabkan rasa nyeri saat bergerak (klaudikasio intermiten).

Sebuah buku ajar terkemuka di bidang kardiologi, Braunwald's Heart Disease (2022), secara tegas menyatakan bahwa tingginya kadar kolesterol HDL, LDL, dan trigliserida yang tidak normal adalah faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular. Dengan mengontrol LDL, risiko penyakit ini dapat ditekan hingga 40%.

5. Batu Empedu

Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan cairan empedu menjadi jenuh dengan kolesterol. Hal ini memicu pembentukan kristal yang lama-kelamaan mengeras menjadi batu empedu.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Buruk Kolesterol Tinggi!

Diagnosis Kolesterol LDL

Karena minimnya gejala, diagnosis kolesterol tinggi wajib dilakukan melalui pemeriksaan darah, yang dikenal sebagai profil lipid.

  • Tes ini mengukur kadar kolesterol hdl ldl trigliserida dan kolesterol total dalam darah Anda.
  • Anda mungkin akan diminta untuk berpuasa 8 hingga 12 jam sebelum tes untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Untuk orang dewasa di atas 20 tahun, pemeriksaan kolesterol disarankan setiap lima tahun sekali. Namun, bagi Anda yang memiliki faktor risiko, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan yang lebih sering.

Tabel berikut menunjukkan panduan umum mengenai kadar normal kolesterol dalam darah adalah:

Kadar Kolesterol

Kategori

Kolesterol LDL

Kurang dari 100 mg/dL (Normal/Optimal)

Kolesterol HDL Wanita

50 mg/dL atau lebih (Baik)

Kolesterol HDL Pria

40 mg/dL atau lebih (Baik)

Kolesterol Total

Kurang dari 200 mg/dL (Ideal)

Trigliserida

Kurang dari 150 mg/dL (Ideal)

Cara Mencegah Kolesterol LDL

Mencegah kenaikan kadar LDL jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menerapkan pola hidup sehat. Ini adalah cara menurunkan kolesterol ldl paling efektif tanpa obat-obatan.

1. Terapkan Pola Makan Sehat

Fokuslah pada makanan yang kaya serat larut, lemak tak jenuh tunggal, dan omega-3.

  • Pilih lemak baik: Alpukat, kacang-kacangan (almond, kenari), biji-bijian, dan minyak nabati seperti minyak zaitun.
  • Perbanyak serat: Buah-buahan, sayuran, dan oatmeal. Serat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus.
  • Batasi lemak jahat: Kurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans (daging berlemak, makanan olahan, produk susu penuh lemak).

Berdasarkan berbagai temuan ilmiah, serat dari buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh terbukti membantu mengontrol gula darah, menjaga kenyang, memperbaiki kesehatan pencernaan serta mikrobiota usus, sehingga berperan penting dalam menurunkan kolesterol LDL dan mencegah penyakit kronis.

2. Rutin Berolahraga

Usahakan berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik membantu meningkatkan kolesterol HDL dan memperbaiki sirkulasi darah. Anda bisa memilih berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas lain yang Anda nikmati.

3. Jaga Berat Badan Ideal

Gunakan kalkulator BMI untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah ideal. Menjaga berat badan agar tetap seimbang dapat mengontrol produksi LDL dalam tubuh.

4. Berhenti Merokok

Ini adalah langkah krusial. Berhenti merokok akan segera membantu meningkatkan kadar HDL Anda dan mengurangi kerusakan pada pembuluh darah.

Pengobatan Kolesterol LDL

Jika perubahan gaya hidup belum cukup untuk mencapai kolesterol ldl normal yang ditargetkan, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan. Pengobatan biasanya akan disesuaikan dengan tingkat risiko dan kondisi kesehatan Anda.

1. Obat-obatan Statin

Obat-obatan statin adalah obat yang paling umum diresepkan. Statin bekerja dengan menghambat produksi kolesterol di hati, sehingga hati dapat membersihkan lebih banyak LDL dari darah.

2. Obat Lain

Jika statin tidak ditoleransi atau tidak efektif, dokter mungkin meresepkan obat lain seperti penghambat penyerapan kolesterol (Ezetimibe) atau PCSK9 inhibitors.

3. Terapi Non-Obat

Pada beberapa kasus, terutama pada penderita Familial Hypercholesterolaemia (FH), mungkin diperlukan prosedur seperti aferesis LDL, di mana darah disaring untuk menghilangkan kelebihan LDL.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan profil lipid jika Anda:

  1. Memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau stroke dini.
  2. Memiliki kondisi medis seperti diabetes atau hipertensi.
  3. Memiliki gaya hidup kurang sehat, seperti merokok atau kelebihan berat badan.
  4. Belum pernah melakukan pemeriksaan kolesterol (direkomendasikan setelah usia 20 tahun).

Jangan tunda untuk mengambil tindakan preventif dan kuratif. Tzu Chi Hospital PIK menyediakan layanan komprehensif untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan mengelola kondisi kolesterol tinggi Anda.

Langkah pertama menuju jantung yang lebih sehat adalah melalui deteksi dini. Ajak diri Anda untuk rutin melakukan medical check-up di Tzu Chi Hospital PIK. Atau, jika Anda ingin mencari dokter spesialis yang tepat, silakan Cari Dokter kami melalui website.

Jika Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut atau ingin menjadwalkan janji temu, Anda bisa langsung hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi dan penanganan lebih terkini.

 

Artikel ini telah ditinjau oleh Dr. Hardy Indradi, Sp.PD

 

Referensi:

Libby, P., Bonow, R. O., Mann, D. L., Zipes, D. P., & Tomaselli, G. F. (Eds.). (2022). Braunwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine (12th ed.). Elsevier.

The Nutrition Source. Fiber. 

 


Related Article

Topik Terkini



VIDEOS